Tantangan berat bakal dihadapi oleh Timnas Indonesia U-23 di fase delapan besar gelaran Piala Asia U-23. Timnas Indonesia yang berstatus sebagai tim debutan di kejuaraan ini, bakal menghadapi raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan.
Sejatinya, Timnas Indonesia sendiri sudah melampaui target yang dibebankan oleh PSSI. Melansir laman Suara.com (6/2/2024), induk sepak bola Indonesia tersebut membebani Shin Tae-yong dan anak-anak Garuda untuk bisa menembus babak delapan besar turnamen.
Namun demikian, tentu saja langkah Pasukan Muda Merah Putih tak ingin terhenti sampai di sini saja. Meskipun saat ini Timnas Indonesia U-23 telah menyelesaikan target yang dibebankan oleh federasi, namun melangkah sampai titik terjauh di kejuaraan tentu menjadi sebuah keniscayaan.
Selain karena berkaitan dengan target pribadi STY yang ingin membawa Timnas Indonesia ke babak semifinal, namun juga karena Indonesia memiliki kans untuk menyamai Qatar yang sejauh ini mendapatkan label sebagai tim debutan terbaik. Bagaimana tidak, Qatar yang menjalani debut Piala Asia U-23 di edisi 2016 lalu, sukses mengakhiri turnamen sebagai semifinalis kejuaraan.
Melansir laman AFC, Qatar yang debut karena menjadi tuan rumah gelaran, sukses memuncaki klasemen grup A. Pada fase grup tersebut, Qatar berhasil membungkus kemenangan ketika berhadapan dengan Iran, Suriah dan China.
Pun demikian ketika mereka bertemu dengan Korea Utara di fase delapan besar. Qatar yang mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah, berhasil mengalahkan Korea Utara dengan skor tipis 2-1 dan membuat mereka melaju ke babak semifinal gelaran.
Namun sayangnya, langkah Qatar terhenti di babak empat besar ini. Menghadapi Korea Selatan di fase semifinal, Qatar dipecundangi oleh Korea Selatan dengan skor cukup meyakinkan 1-2.
Pun demikian halnya ketika bertarung di perebutan tempat ketiga. The Maroons yang bertemu dengan Qatar, kembali harus bertekuk lutut, kali ini dengan skor 1-2 melalui babak perpanjangan waktu.
Nah, jika Timnas Indonesia U-23 berhasil mengalahkan Korea Selatan di babak perempat final gelaran kali ini, maka secara otomatis mereka akan menyamai prestasi Qatar sebagai tim debutan dengan pencapaian terbaik di ajang Piala Asia U-23. Syukur-syukur malah bisa menang lagi di babak semifinal nanti, sehingga bisa merebut titel sebagai debutan terbaik di sepanjang penyelenggaraan Piala Asia U-23. Kita aminkan saja ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Alasan Lain Kontrak STY Diperpanjang PSSI, Ada Peran Marselino Ferdinan Cs
-
Sudah Tak Ada Lagi Target, Timnas Indonesia U-23 Harus Tampil Tanpa Beban dan Nikmati Permainan
-
Bentrok di Timnas Indonesia U-23 vs Korea Selatan, Adu Harga Pasar Pratama Arhan dengan Rekannya di Suwon FC
-
Ciamik di Piala Asia U-23, Rizky Ridho Cs Diklaim Generasi Paling Penting buat Timnas Indonesia
-
Jejak Karier Mentereng Ratu Tisha, Sosok yang Disebut Berjasa Bawa STY ke Indonesia
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Senja yang Meminjam Fajar
-
Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya
-
Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai
-
Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!