Menjelang laga babak play-off perebutan satu tiket tersisa Olimpiade Paris 2024 melawan Guinea, pelatih Timnas Indonesia mulai melengkapi kekuatan timnya. Sektor-sektor yang dirasa perlu untuk penambahan kekuatan, menjadi fokus utama Shin Tae-yong kali ini.
Salah satu sektor yang butuh perhatian ekstra adalah posisi center back. Hal ini tak lepas dari bakal absennya Rizky Ridho dan potensi menepinya Justin Hubner di pertandingan melawan Guinea nanti.
Melansir laman Suara.com pada Selasa (7/5/2024), guna menambal kelemahan tersebut coach Shin memutuskan untuk memanggil pemain PSIS Semarang, Alfeandra Dewangga.
Meskipun pemain yang satu ini dikenal memiliki tembakan yang berakurasi cukup rendah, namun bergabungnya Dewangga setidaknya membawa dua keuntungan tersendiri bagi Pasukan Muda Merah Putih.
Ingin tahu dua keuntungan tersebut? Mari kita bahas!
1. Dewangga adalah Pemain yang Cukup Versatile
Keuntungan pertama dengan bergabungnya Dewangga ke Timnas Indonesia U-23 adalah karena pemain yang satu ini memiliki versatility yang cukup tinggi.
Melansir data yang ada di laman Transfermarkt, pemain kelahiran 28 Juni 2001 tersebut setidaknya bisa dimainkan di tiga posisi berbeda, yakni posisi center back, gelandang bertahan, atau bahkan bek kiri.
Jadi, dengan bergabungnya Dewangga dalam skuat, coach Shin bisa saja mengkondisikan posisi sang pemain sesuai dengan kebutuhan tim yang ditanganinya tersebut.
2. Miliki Pengalaman Bermain di Level Senior
Keuntungan kedua yang didapatkan oleh Timnas Indonesia U-23 dengan bergabungnya Alfeandra Dewangga adalah, sang pemain memiliki pengalaman yang cukup baik di level Timnas senior.
Melansir laman Transfermarkt, pemain bertinggi badan 179cm tersebut setidaknya telah memperkuat Pasukan Garuda Senior sebanyak 15 kali, di mana rinciannya Dewangga bermain 8 kali di Piala AFF, 5 kali di pertandingan uji coba, dan 2 kali di kualifikasi Piala Asia 2023 lalu.
Diharapkan, dengan bergabungnya Alfeandra Dewangga ke skuat yang disiapkan STY untuk laga play off melawan Guinea nanti, Pasukan Muda Merah Putih bisa merebut satu sisa tiket Olimpiade Paris 2024 yang tersisa ya. Meskipun sulit, namun keyakinan untuk itu harus tetap ada dan rasa optimis harus tetap terjaga.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Terciduk Foto Bareng, Benarkah Ruby Wijnenn Jadi Pacar Nathan Tjoe-A-On di Belanda?
-
15 Pemain 'Impor' dari Liga Eropa, Ini Wajah Mengerikan Guinea Buat Lawan Timnas Indonesia
-
Pelatih Persib Khawatir Faktor Kelelahan Bisa Pengaruhi Timnas Indonesia U-23 di Olimpiade Paris 2024
-
Tak Takut Hadapi Skuad Guinea yang Mentereng, Pemain Timnas Indonesia U-23 Ini Bidik Tiket Olimpiade 2024
-
Nathan Tjoe-A-On Bikin Media Swansea Keheranan
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras