Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
Rafael Struick saat membela Timnas Indonesia di laga melawan Arab Saudi (the-afc.com)
M. Fuad S.T.

Rafael Struick benar-benar belum menemukan titik permainan yang nyaman setelah memutuskan untuk hijrah ke Liga Indonesia pada awal musim lalu.

Meskipun berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia, baik di level senior maupun kelompuk umur, namun pada kenyataannya Struick tak mendapatkan banyak menit bermain dan minim kepercayaan untuk turun ke lapangan.

Berdasarkan statistik yang ada di laman transfermarkt.com, dari total 19 pertandingan Liga Indonesia yang telah dijalani oleh Dewa United klubnya saat ini, Struick tercatat baru bermain sebanyak 10 kali dan hanya menghabiskan 325 menit saja di arena pertarungan.

Catatan ironis juga didapatkan oleh eks Brisbane Roar tersebut di pentas AFC Challenge League. Meskipun tercatat telah tiga kali turun di kompetisi antar klub kasta ketiga di benua Asia tersebut, namun Struick hanya memainkan total 67 menit saja, yang mana hal itu berarti rata-rata dirinya hanya dimainkan kurang lebih 20 menit saja per pertandingan.

Namun demikian, meskipun Struick cenderung meredup dalam kiprahnya di Liga Indonesia bersama Dewa United, para penggemar Liga Dalam Negeri harus tetap berterima kasih kepada pemain berusia 22 tahun tersebut.

Keputusan besarnya untuk bermain ke Liga Indonesia, diakui ataupun tidak menjadi salah satu faktor penyebab eksodusnya para pemain naturalisasi ke liga domestik.

Keputusan Rafael Struick, yang dengan statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia untuk kembali ke tanah air, seolah menjadi magnet penarik bagi pemain-pemain naturalisasi lainnya yang sebelumnya bahkan terkesan ogah untuk bermain di liga domestik.

Dengan nama besarnya, Struick seolah menjadi pintu pembuka bagi kepulangan para pemain keturunan yang berdiaspora. Ibarat kata, keputusan Struick yang menerima pinangan untuk bermain bagi Dewa United, seolah memberikan maklumat kepada khalayak, terlebih kepada para rekannya sesama pemain keturunan bahwa bermain di Liga Indonesia bersama klub-klub dalam negeri tidaklah haram hukumnya.

Sehingga tak mengherankan, setelah berlabuhnya Struick ke Dewa United, kabar-kabar bakal merapatnya para pemain naturalisasi ke klub-klub dalam negeri menjadi kian santer terdengar dan bukan lagi menjadi sebuah hal yang aneh.

Hal ini juga semakin diperkuat dengan fakta nyata di lapangan. Di mana setelah Struick merapat ke Dewa United, para pemain berdarah campuran juga semakin banyak yang berminat untuk pulang atau tak malu-malu lagi dalam melakukan pendekatan dengan klub di tanah air.

Bahkan, pemain sekelas Thom Haye dan Eliano Reijnders yang sejatinya masih memiliki kualitas untuk bersaing di daratan Eropa pun tak segan dalam mengikuti jejak Struick untuk hijrah. 

Hingga yang terbaru, duo pemain berkelas seperti Ivar Jenner dan Shayne Pattynama, juga dirumorkan dan memberikan kode akan segera merapat di salah satu klub peserta Liga Indonesia.

Jadi, meskipun Struick saat ini masih belum bersinar bersama Dewa United, namun para penggemar liga dalam negeri harus tetap berterima kasih kepadanya.

Karena bagaimanapun, berlabuhnya Struick ke liga domestik, sedikit-banyak juga turut menginspirasi bahkan menumbuhkan kepercayaan kepada mereka bahwa bermain di Liga Indonesia sejatinya bukanlah sebuah hal yang tabu.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS