Sebuah kabar mengejutkan berhembus di kalangan pencinta Timnas Indonesia. Salah satu pemain keturunan Indonesia yang masuk dalam bidikan program naturalisasi, Han Willhoft-king, kini dikabarkan tengah merapat ke klub raksasa Liga Inggris, Manchester City.
Kabar ini kemungkinan besar akan menjadi kenyataan, mengingat akun X Fabrizio Romano yang selama ini menjadi rujukan berita-berita transfer para pemain di berbagai belahan dunia, telah mengkonfirmasikannya pada unggahan tanggal 2 Juli 2024 kemarin.
Jika benar hal ini terjadi, tentu selain merasa bangga karena pemain berdarah Indonesia kini berada dalam skuat klub kelas dunia, para pendukung Timnas juga harus merasa was-was karena hal tersebut bisa memudarkan asa melihat sang pemain untuk bergabung ke Timnas Indonesia.
Hal ini sejatinya cukup beralasan, karena dengan bergabung ke klub sebesar Manchester City, maka secara langsung dan sadar, bakat yang dimiliki oleh Han Willhoft-King ini diakui kelasnya oleh para pemandu bakat, bahkan pelatih. Dengan demikian, maka asumsinya adalah, level permainan yang dimiliki oleh Willhoft-king ini sudah berada di tingkatan yang berbeda, bahkan bisa dikatakan pula berada di level Timnas yang berada di atas kasta Indonesia.
Meskipun belum sepenuhnya memudar, namun kans Willhoft-King untuk bergabung Timnas Indonesia saat ini juga dikatakan semakin mengecil. Pasalnya, hal ini juga pernah terjadi sebelumnya, di mana dalam perburuan Tijjani Reijnders, sang pemain yang sebelumnya sudah dalam bidikan, harus dilepas pasca bergabung ke AC Milan.
Bukan karena apa, namun karena ketika Tijjani Reijnders bergabung ke AC Milan, klub yang lebih besar dari klub sebelumnya, pelatih Timnas Belanda yang sebelumnya tak melirik keberadaanya menjadi terbuka matanya akan kualitas yang dimiliki oleh Tijjani.
Alhasil, Tijjani yang sebelumnya berada di jajaran pemain yang paling diminati oleh coach Shin Tae-yong, harus dilepas karena pada akhirnya mendapatkan panggilan ke Timnas Belanda pasca sukses menembus tim sekelas AC Milan.
Dan hal itu pun bisa saja terjadi kepada Han Willhoft-King ini. Ketika berada di Tottenham Hotspurs, mungkin tak banyak pelatih yang melirik keberadaannya. Namun ketika kini sudah berada di klub sekelas Manchester City, akan sangat mungkin pelatih-pelatih Timnas yang memiliki darah di tubuh Willhoft-King akan ramai-ramai memburunya.
Terlebih lagi, jika kita melansir laman transfermarkt, pemain berusia 18 tahun ini bisa bermain untuk 6 negara sekaligus, yakni Indonesia, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Tiongkok dan India.
Kira-kira, negara mana yang akan dibela oleh pemain yang satu ini ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Tag
Baca Juga
-
Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
Artikel Terkait
-
5 Pemain Keturunan di Timnas Indonesia U-19, Ada Duo Berdarah Afrika
-
Alasan Zahaby Gholy Gacor di Timnas Indonesia U-16
-
Pekan Pembuka Liga Italia, Jay Idzes Bakal Hadapi 4 Kali Top Skor Serie A Andai Tak Ada Aral Melintang
-
Kerasnya Persaingan Round 3 Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Thailand dan Vietnam Hancur Lebur di Dua Edisi Terakhir
-
3 Fakta Penting dari Kiprah Timnas Indonesia di Piala AFF U-16 2024, Banyak Calon Bintang!
Hobi
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
Terkini
-
Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru
-
Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate
-
Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?
-
Fenomena Chat saat Butuh: Teman atau Sekadar Tempat Mencari Bantuan?
-
Komedi Negara Hukum: Mengapa Urusan Ijazah Selalu Berakhir Jadi Lelucon?