Stadion kebanggaan Arek-Arek Suroboyo, Gelora Bung Tomo menjadi saksi berondongan belasan gol di matchday pertama gelaran Piala AFF U-19. Melansir laman Suara.com (18/7/2024), sebelas gol langsung tercipta pada dua laga yang dimainkan empat negara di grup A.
Jumlah tersebut tentunya terbilang cukup besar, mengingat jika di rata-rata, pada dua pertandingan yang dimainkan oleh empat negara yang tergabung di grup A tersebut, tercipta 5,5 gol dalam satu laga yang dijalani.
Pertandingan pembuka pentas Piala AFF U-19 yang mempertemukan dua tim kuda hitam, yakni Kamboja dan Timor Leste, berkesudahan dengan gelontoran lima gol. Tiga gol yang diciptakan oleh Timor Leste melalui Vabio Canavaro, Alexandro Bahkito dan Luis Ribeiro di babak pertama, dibalas dua gol oleh Kamboja melalui Sorm Borith di menit ke-54 dan Chheang Kimsong di menit ke-60.
Hiasan banyak gol di laga pembuka turnamen Piala AFF U-19, ternyata juga berlanjut di laga kedua yang dimainkan oleh tuan rumah Indonesia dan Filipina. Namun bedanya adalah, jika di pertandingan perdana lima gol yang tercipta terbagi untuk dua kesebelasan, tidak demikian halnya di laga kedua antara Indonesia melawan Filipina.
Pada pertandingan yang berkesudahan dengan dentuman setengah lusin gol tersebut, semua lesakan gol menjadi milik Indonesia, sementara Filipina tak mampu sekalipun membalas koyakan jala gawang mereka ke kubu Indonesia. Dari laman aseanfootball, enam gol kemenangan Pasukan Muda Merah Puti tersebut diciptakan oleh Arlyansyah di menit ke-12 dan 50, Muhammad Iqbal Gwijanggae di menit ke-21 dan 43, serta sumbangan masing-masing satu gol dari Kadek Arel di menit ke-29 dan Jens Raven di menit ke-87.
Total sebelas gol yang terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo di hari pertama gelaran tentunya memberikan sebuah gambaran nyata jika turnamen ini memiliki potensi untuk kembali kebanjiran gol seperti Piala AFF U-16 lalu. Melansir laman aseanfootball.org, pada gelaran yang berlangsung di Surakarta Jawa Tengah tersebut, total tercipta 111 gol dari 22 pertandingan.
Jika dirata-rata, maka dalam setiap laga tercipta 5,05 gol yang tentunya angka tersebut masih berada di bawah angka rerata jumlah gol yang terkonfirmasi di hari pertama gelaran Piala AFF U-19 ini.
Lantas, apakah Gelora Bung Tomo akan kembali menjadi saksi perang gol dari para peserta turnamen kali ini? Tentu kita menunggu hingga usainya turnamen yang berjalan!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
-
FIFA Series 2026 dan Harapan Pendukung Timnas Indonesia yang Terbanting Kenyataan!
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia U-19 Menang Telak atas Filipina, Ini Komentar Indra Sjafri
-
2 Hal Menarik Usai Jens Raven Cetak Gol Debut Bersama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2024
-
Piala AFF U-19: Trengginas, Timnas Indonesia Buat Filipina Tak Berkutik
-
Vietnam Patut Khawatir dengan Peluang di Piala AFF U-19 2024 karena Hal Ini
-
3 Hal yang Bikin Timnas Indonesia U-19 Sukses Menang Telak Atas Filipina di Laga Pertama Grup A Piala AFF U-19 2024
Hobi
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
Terkini
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
-
Bukan Sekadar Kafein, Biji Kopi Arabika Ternyata Mengandung Zat Antidiabetes Alami
-
4 Serum Salicylic Acid dan Cica Redakan Jerawat dan Kemerahan Tanpa Purging
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi