Akhirnya setelah menanti cukup lama, pembalap Formula 1 untuk Scuderia Ferrari, Carlos Sainz, memutuskan untuk bergabung bersama tim Williams mulai musim depan dengan kesepakatan multi-tahun.
Hal ini dikonfirmasi melalui akun Instagram resmi Williams, @williamsracing, pada hari Senin (29/07/24) kemarin. Carlos Sainz via Instagram pribadinya, @carlossainz55, juga memberi pernyataan langsung mengenai kepindahannya ke Williams.
"Sangat senang untuk mengumumkan saya akan bergabung dengan @williamsracing musim depan, bersemangat untuk menjalani projek dan optimis menghadapi tantangan kami," tulis Sainz.
Perlu diketahui sebelumnya, Sainz telah kehilangan kursinya di Scuderia Ferrari karena tim asal Italia tersebut memilih untuk mendatangkan Lewis Hamilton di awal musim lalu.
Dalam masa pencarian Sainz tidak kekurangan peminat, Williams dan Sauber/Audi sudah lebih dulu menyatakan ketertarikannya untuk memboyong pembalap asal Spanyol tersebut ke tim mereka. Beberapa waktu kemudian, Alpine ikut bergabung dalam perburuan ini.
Rumor silih berganti, tapi akhirnya Sainz menjatuhkan pilihannya ke Williams dan menjadi rekan setim untuk Alexander Albon musim depan.
Menanggapi kepindahan Sainz ke tim pilihannya, Scuderia Ferrari sebagai tim yang menjadi rumah untuk Sainz selama tiga musim terakhir memberi pernyataan khusus.
"Senang melihat Anda bergabung dengan tim yang ikonik @carlossainz55, mari kita buat 10 balapan terakhir ini berarti dan selesaikan musim dengan baik," tulis Scuderia Ferrari di akun Instagram resminya, @scuderiaferrari.
Kepala tim Scuderia Ferrari, Fred Vasseur, juga memberi selamat atas bergabungnya Carlos Sainz ke tim yang memiliki sejarah hebat seperti Williams.
Vasseur yakin bahwa Sainz akan memberi kontribusi yang berarti untuk tim tersebut di musim-musim yang akan datang dan di seri yang tersisa ini, dia tetap ingin melanjutkan dan menyelesaikan kerjasama dengan baik bersama Sainz.
Tidak ketinggalan, Charles Leclerc pun menuliskan pesan menyentuh untuk rekan setim yang sudah bekerjasama dengannya sejak tahun 2021 tersebut.
"Mendoakan yang terbaik untuk petualangan barumu tahun depan, Chili (panggilan untuk Carlos Sainz). Masih ada setengah musim bersama untuk memiliki lebih banyak momen spesial sebagai rekan satu tim," tulis Leclerc di Instagram pribadinya, @charles_leclerc.
Setelah jeda musim panas, akan ada 10 seri yang masih bisa dimaksimalkan oleh Sainz untuk memberi penampilan terbaik bersama Ferrari. Di paruh awal musim ini, dia berhasil menorehkan 1 kali kemenangan dan 4 podium.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
Sulap Stadion dalam Hitungan Jam: Rahasia di Balik Megahnya Panggung Final Piala Dunia 2026
-
Selisih 18 Poin, Marc Marquez Siap Jadi Kontender Juara Dunia Musim Ini?
-
Tetap Berguna, Ini 8 Fungsi Stadion Piala Dunia 2026 setelah Turnamen Usai
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
Artikel Terkait
-
Tidak Diganti! Sergio Perez Tetap di Red Bull Setelah Jeda Musim Panas
-
F1 GP Belgia 2024: George Russell Kena Diskualifikasi, Mercedes Gagal Mendominasi
-
Di Ujung Tanduk, Karier 3 Pembalap F1 Ini Bisa Berakhir di GP Belgia 2024
-
4 Rekomendasi Film Buat Kamu Pencinta Otomotif, Ada Favoritmu?
-
Jadwal dan Prediksi F1 GP Belgia 2024, Seri Terakhir Sebelum Libur Panjang
Hobi
-
'Penyakit Mematikan' Argentina: Mengapa Inggris dan Lawan Lainnya Selalu Runtuh di Menit Akhir?
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
90 Menit yang Mengungkap Identitas Asli Inggris dan Argentina
-
Inggris Tumbang, Argentina Bangkit Dramatis dan Tantang Spanyol di Final
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
Terkini
-
D.O. EXO Diincar jadi Pemeran Utama Drama Zombie Unik We Are the Zombies
-
Plot Twist Film Forgotten Ternyata Lebih Gelap dari Sekadar soal Penculikan
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan