Sekitar 2 minggu lagi, ajang ASEAN Championship 2024 atau yang dulunya dikenal dengan nama AFF Cup akan segera bergulir kembali. Melansir dari laman aseanutdfc.com, ajang sepakbola terbesar di kawasan Asia tenggara tersebut akan mulai digelar pada tanggal 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 mendatang.
Timnas Indonesia sendiri di ajang AFF Cup 2024 kali ini tergabung di grup B bersama Vietnam, Filipina, Laos dan Myanmar. Skuad garuda pada ajang AFF Cup 2024 kali ini juga resmi menurunkan skuad U-22 dengan tambahan 2 pemain senior, yakni Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam. Ajang AFF Cup 2024 sendiri direncanakan akan menjadi masa uji coba dan persiapan timnas Indonesia U-22 jelang Sea Games 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 mendatang.
Bertemu Vietnam dan Filipina, Indonesia Masih Berpeluang Lolos Grup dengan Mudah?
Melihat komposisi grup B yang diisi oleh Vietnam, Filipina, Laos, Myanmar dan Indonesia, skuad garuda memang diprediksi masih menjadi salah satu tim yang berpeluang lolos ke babak semifinal. Melansir dari laman aseanfootball.org, pesaing terberat timnas Indonesia tentunya adalah Vietnam dan Filipina di grup B nanti.
Vietnam sendiri memang menjadi rival bebuyutan timnas Indonesia di kancah sepakbola Asia tenggara. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir kedua kesebelasan juga sering bertemu di level Asia seperti ajang Piala Asia 2023 dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam pertemuan terakhir kedua kesebelasan, timnas Indonesia sukses menaklukkan Vietnam dengan skor telak, 0-3 saat melakoni babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 round 3 beberapa waktu lalu.
Kendati pernah menang atas Vietnam, bukan berarti timnas Indonesia diprediksi akan lolos dengan mudah dan tanpa hadangan berarti di grup B. Keputusan Shin Tae-yong menurunkan skuad U-22 di ajang AFF Cup 2024 kali ini memang akan menjadi salah satu faktor dari performa timnas Indonesia di ajang tersebut nantinya.
Tak dapat dipungkiri, dominasi skuad pemain muda yang pastinya belum terlalu banyak jam terbang di level internasional akan mempengaruhi performa timnas Indonesia di ajang AFF Cup 2024 nantinya, Namun, bukan berarti skuad garuda dapat diremehkan di ajang nanti. Beberapa nama seperti Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Ronaldo Kwateh, Asnawi Mangkualam dan Dony Tri Pamungkas adalah beberapa nama pemain yang juga pernah membela timnas Indonesia senior sejauh ini.
Tentunya nama-nama di atas diprediksi akan tetap membuat timnas Indonesia berbahaya dan dapat menjadi pesaing kuat peraih gelar juara AFF Cup 2024.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
Artikel Terkait
-
Ragnar Oratmangoen ke Media Belanda: Mimpi ke Piala Dunia itu...
-
Taklukkan Malaysia 0-1, Timnas Putri Indonesia Lolos Semifinal AFF Cup 2024
-
Awas PSSI! Pemain Keturunan Ini Bisa Lepas dari Incaran, Mulai Dapat Pengakuan di Liga Belanda
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Golput Meski Ber-KTP DKI Jakarta? Ini Penyebabnya
-
3 Pemain yang Seharusnya Dapat Kesempatan Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2024
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik
-
Sinopsis Kokkai, Drama Jepang Dibintangi Takahashi Fumiya dan Tanaka Min
-
Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual