Akhirnya Destiny akan hadir di platform mobile dengan sebuah twist baru. NetEase, yang bekerja sama dengan Bungie, telah mengumumkan Destiny: Rising, game mobile yang menawarkan kisah alternatif dalam dunia Destiny.
Game ini berlatar di era post-Dark Age dan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan Destiny 2 yang kita kenal.
Destiny: Rising akan membawa pemain ke dalam petualangan baru dengan karakter-karakter Lightbearers yang berbeda dari Hunter, Titan, atau Warlock yang biasa kita mainkan.
Di sini, kamu bisa memilih dari berbagai karakter dengan kemampuan dan cerita yang unik, sambil menghadapi ancaman alien yang mengancam umat manusia. Meskipun game ini mengambil tema yang mirip dengan game utama, cerita yang dihadirkan sepenuhnya baru.
Melansir dari laman Eurogamer, game ini mengklaim menawarkan pengalaman dunia yang terbagi antara PvP, PvE, dan co-op yang seru, termasuk misi Strikes yang sudah dikenal para penggemar Destiny.
Salah satu hal menarik dari game ini adalah mode permainan yang cukup beragam. Kamu bisa menikmati berbagai aktivitas, termasuk bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan misi.
Game ini juga menyediakan banyak karakter yang bisa dimainkan, masing-masing dengan cerita dan kemampuan berbeda. Menurut artikel dari Polygon, Destiny: Rising memberikan kebebasan lebih dalam memilih karakter tanpa terikat dengan kelas-kelas yang ada di Destiny 2.
Meski menggunakan nama besar Destiny, Destiny: Rising tidak akan memengaruhi cerita utama di Destiny 2. Bungie sendiri hanya terlibat sebagai pihak yang memberi lisensi, sementara NetEase bertanggung jawab sebagai pengembang dan penerbitnya.
Hal ini tercermin dalam pernyataan NetEase yang menekankan bahwa game ini adalah proyek yang terpisah dari Destiny 2. Menyadur laman PCGamer, pernyataan resmi dari NetEase bahkan menyebutkan bahwa game ini adalah proyek yang dikembangkan sepenuhnya oleh mereka dengan dukungan Bungie sebagai mitra lisensi.
Dari segi tampilan, meskipun game ini berlatar waktu setelah kehancuran, visual yang ditampilkan lebih cerah dan modern, jauh dari gambaran suram dan gelap yang biasanya kita lihat di Destiny 2.
Untuk kontrolnya, kamu bisa memilih antara mode first-person atau third-person, dengan opsi untuk menggunakan layar sentuh atau dengan controller. yang membuat pemain bisa lebih fleksibel saat bermain di mobile.
Game ini juga menjanjikan gameplay yang bisa dimainkan dengan controller untuk kenyamanan lebih saat bermain.
Walaupun Destiny: Rising tidak akan mengubah jalan cerita di Destiny 2, game ini tetap menarik buat kamu yang ingin merasakan aksi tembak-menembak dengan kekuatan Light di perangkat mobile. Bisa jadi pilihan seru yang wajib dicoba!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Xbox Krisis, Blizzard Justru Tampil Sebagai "Top-Performing" Studio!
-
Darksiders 4 dan Kingdom Come Baru Ditargetkan Rilis 2027-2028
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
Artikel Terkait
-
Bawa Layar Lega, Tecno Megapad 11 Diperkuat MediaTek G99 SoC
-
BSI Bakal Tutup Layanan Mobile Banking, Tapi Aplikasi SuperApp Byond Masih Suka Eror
-
LIVE REPORT: Team Liquid ID vs TWIS, Perebutan Tiket Playoff M6 Mobile Legends
-
Community Hero Sleman Gelar MLBB Championship Season 3, Wadah Talenta Lokal Menuju Panggung Esports
-
Tongkrongan MLBB, Wadah Untuk Komunitas Pecinta Gamer di Jawa Timur Bangun Solidaritas
Hobi
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
-
Jelang MotoGP San Marino: Jorge Martin Santai, Puncak Bukan Prioritas
Terkini
-
Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian
-
Menjelajahi Kedalaman Cerita dan Visual dalam Film Moana (2026)
-
Begadang demi Pekerjaan: Benarkah Bekerja di Malam Hari Lebih Efektif?
-
Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka
-
Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal