Tahun ini sepertinya menjadi masa yang sangat berat bagi divisi Xbox. Namun, di tengah kekacauan tersebut, Blizzard Entertainment justru tampil bersinar layaknya golden child bagi Microsoft. Berdasarkan bocoran email internal dari President Blizzard, Johanna Faries, yang dilaporkan oleh Jez Corden dari Windows Central, Blizzard resmi mengakhiri kuartal keempat FY26 sebagai top-performing studio di bawah naungan Xbox.
Pencapaian luar biasa ini menandai rekor top-line revenue tertinggi ketiga dalam sejarah studio tersebut, sekaligus menjadi momen back-to-back growth pertama mereka sejak FY17.
Keuntungan finansial yang amat besar ini ternyata diraih tanpa harus merilis full game baru, melainkan murni berkat konsistensi luar biasa dalam menghadirkan konten live service. Dua pendorong utama kesuksesan ini adalah Overwatch dan Diablo 4.
Ekspansi terbaru bertajuk Diablo 4: Lord of Hatred yang launch pada 28 April 2026 terbukti sukses besar di pasaran dengan menghadirkan konten cerita baru yang segar, area tambahan untuk dijelajahi, serta dua class favorit penggemar, yaitu Paladin dan Warlock.
Berdasarkan ulasan dalam artikel IGN, game hero shooter Overwatch juga sukses mencatat performa kuartal terkuatnya sejak 2022. Pencapaian tersebut tidak lepas dari keputusan berani untuk menghapus angka "2" dari judul aslinya, serta merilis deretan hero baru secara jauh lebih agresif.
Kondisi emas Blizzard ini tentu berbanding terbalik dengan kekacauan internal di tubuh Xbox. Melansir laman Polygon, divisi Xbox secara keseluruhan sedang mengalami masa kelam yang berujung pada layoffs massal terhadap lebih dari 3.000 karyawan.
Badai besar ini juga berdampak langsung pada dilepasnya studio-studio acclaimed seperti Ninja Theory dan Double Fine, menyusul penurunan revenue Xbox sebesar 11 persen akibat lesunya performa beberapa mega-franchise lainnya.
Situasi ini bahkan memancing kritik pedas dari seorang developer id Software yang menyebut para petinggi eksekutif Xbox secara fundamental sama sekali tidak memahami art. Menurut informasi dari GamingBolt, di luar kekacauan lini gaming, bisnis utama Microsoft secara keseluruhan justru mencatat kesuksesan besar berkat rekor fantastis pendapatan layanan cloud Azure yang menembus angka 100 miliar dolar AS.
Kini, komunitas gamer global bisa menatap masa depan Blizzard dengan penuh antusias. Faries berharap ajang BlizzCon pada September mendatang dapat menjadi springboard menuju era baru yang sangat gemilang.
Event tersebut diprediksi akan memamerkan berbagai kejutan besar, mulai dari ekspansi World of Warcraft: The Last Titan, mobile spinoffs, trans-media projects, hingga rumor panas mengenai pengembangan game third-person shooter StarCraft yang sangat dinantikan oleh para penggemar setianya.
Baca Juga
-
Darksiders 4 dan Kingdom Come Baru Ditargetkan Rilis 2027-2028
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
-
Sukses dengan The Old Country, Mafia Enggan Disamakan GTA
-
Sinyal Kuat dari Kreator: The Simpsons: Hit & Run Bersiap Comeback Setelah 2 Dekade!
-
RGG Umumkan Stranger Than Heaven, Judul Baru Pengganti Project Century
Artikel Terkait
Hobi
-
Sering Ngeluh Soal Motor, Fabio Quartararo Kena Semprot Bos Yamaha!
-
Habis 7,2 Triliun! Mampukah Tottenham Atasi Nottingham Malam Ini?
-
Menang Banyak Bukan Jaminan, Ini Kunci Rebut Gelar Juara Dunia MotoGP 2026!
-
Tak Gentar! Jorge Martin Yakin Bisa Pertahankan Posisi Pemimpin Klasemen
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
Terkini
-
Satu Minggu Sebelum Hari Kelulusan
-
Mengenal Fakfak, Surga Pala di Papua Barat yang Kini Dikepung Api
-
A Quick Trip to the Store, Ketika Belanja Berubah Menjadi Petualangan Seru
-
5 Pilihan Film Bioskop Pekan Ini, Temukan Tontonan Seru Akhir Pekanmu di Sini!
-
All Wishes Come True! Sajikan Kisah Ajaib Pengabul Impian yang Mengharukan