Performa penyerang timnas Indonesia di ajang AFF Cup 2024, yakni Hokky Caraka dinilai sangat buruk oleh banyak pihak. Melansir dari laman aseanutdfc.com, dari 4 laga babak grup B turnamen tersebut, pemain yang juga merupakan jebolan dari program Garuda Select di Inggris ini gagal memberikan permainan yang memukau dan tampil di bawah ekspektasi banyak pihak.
Hal ini membuat banyak pihak mencemooh performa Hokky Carak di akun instagram pribadinya, @hokkycaraka_. Bahkan, tak sedikit pula yang menganggap penyerang berusia 20 tahun tersebut tak layak masuk ke dalam timnas Indonesia dan berlaga di level internasional membela skuad garuda.
“Kasian buat pemain lain yang punya bakat lebih gegara kamu mereka jadi engga bisa meraih mimpi di timnas,” tulis akun @chandra**********.
“Target topscore ngegolin satu pun belum bisa padahal sering main bareng senior. Latihan nendang bola dulu ya di mainin terus sama STY dari kemaren piala asia u23 jadi anak emas tae yong ya,” tulis akun @andx****.
“Lu itu belum layak main di timnas senior maupun AFC. Lebih layak Jens Raven atau bahkan Lilipaly yang cocok di timnas AFF ini,” tulis akun @_jefly*****.
Melihat dari komentar beberapa netizen di akun instagram Hokky Caraka. Hal tersebut tentunya dianggap sebagai luapan kekesalan sebagian pihak mengenai performa pemain asal klub PSS Sleman tersebut. Dalam 4 laga yang telah dilewati di babak grup B, Hokky Caraka hampir tak pernah melepaskan tendangan ke arah gawang lawan. Bahkan, dirinya kalah dari segi produktifitas gol dibandingkan Muhammad Ferarri yang sejatinya berposisi sebagai bek saat ajang AFF Cup 2024.
Tampil Buruk di Timnas Indonesia Saat AFF Cup 2024, Hokky Caraka Akan Tersingkir?
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Hokky Caraka sejauh ini sudah bermain sebanyak 10 laga bersama timnas Indonesia dan mencetak 2 gol. Meskipun bukan merupakan penyerang andalan di lini depan dan harus kalah saing dengan Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen, dirinya selalu hampir pasti dibawa oleh Shin Tae-yong saat laga timnas Indonesia di berbagai ajang.
Performanya di klub bersama PSS Sleman juga cukup baik di musim ini. Melansir dari laman resmi Liga Indonesia Baru (ligaindonesiabaru.com), Hokky Caraka sudah mencatatkan 12 penampilan di musim 2024/2025 dan mencetak 3 gol sejauh ini.
Lantas, melihat dari performanya di ajang AFF Cup 2024 kali ini yang cukup buruk, akankah dirinya akan tersingkir dari timnas Indonesia kedepannya? sepertinya hanya waktu yang bisa menjawab hal tersebut. Belum lagi masih ada timnas level U-23 yang kemungkinan besar menjadi ajang pembuktian selanjutnya bagi Hokky Caraka.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
Man City Terpuruk, Pep Guardiola Isyaratkan Tak Puas Performa Haaland
-
Gara-gara Piala AFF, Australia Temukan Kelemahan Taktik Timnas Indonesia
-
Media Australia Kuliti Borok Shin Tae-yong: Sudah Cukup...
-
Media Inggris: Elkan Baggott Mengalami Masalah
-
Shin Tae-yong Diolok-olok Media Vietnam: Tangani 3 Level Timnas tapi Gagal...
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Buku 32 Tahun Menjarah Alam: Membongkar Sejarah Hancurnya Bumi Nusantara
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan
-
Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa