Malaysia Open 2025 mulai bergulir sejak Selasa (07/01/2025) di Axiata Arena, Kuala Lumpur. Membuka turnamen dalam agenda turnamen BWF sepanjang 2025, Malaysia Open akan dihelat hingga 12 Januari 2025 mendatang.
Sebagai salah satu turnamen bergengsi, Malaysia Open memang selalu memiliki daftar pemain dunia yang masuk peringkat teratas dalam BWF World Rank.
Jadi, tidak mengherankan jika cukup banyak atlet top dunia yang menempati seed unggulan di turnamen Super 1000 ini.
Sayangnya, cukup banyak pemain unggulan harus kandas di babak awal dan gagal melaju ke babak selanjutnya. Berikut beberapa di antaranya.
1. Tungga Putra
Dari sektor tunggal putra, ada dua atlet top dunia yang gugur dengan sangat tidak terduga, yaitu Jonatan Christie dari Indonesia dan Viktor Axelsen dari Denmark.
Jojo dipaksa takluk oleh Toma Junior Popov dalam tiga gim yang dramatis dengan skor akhir 8 - 21, 21 - 14, dan 24 - 26. Sementara Axelsen dikalahkan oleh wakil Hongkong, Lee Cheuk Yiu dalam dua gim dengan skor 17 - 21 dan 21 - 13.
2. Tunggal Putri
Gregoria Mariska Tunjung juga harus terhenti di babak 32 besar setelah melakoni laga perang saudara kontra Putri Kusuma Wardani.
Jorji dipaksa mengakui keunggulan rekan senegaranya dalam dua gim langsung, 8 - 21 dan 14 - 21. Meski cukup disayangkan, tetapi kekalahan ini juga memastikan satu tunggal putri Indonesia lainnya melaju ke babak kedua.
Di sisi lain, Jepang juga kehilangan wakil tunggal putri di babak awal. Tomoka Miyazaki dipaksa takluk di hadapan Mia Blichfeldt asal Denmark melalui drama rubber game. Tomoka menyerah dengan skor akhir 21 - 15, 14 - 21, dan 16 - 21.
3. Ganda Putra
Denmark, Indonesia, China, dan Malaysia sama-sama tidak beruntung di sektor ganda putra pada babak pertama Malaysia Open 2025.
Menempati seed pertama, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen justru ditundukkan oleh wakil Taipei, Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin, 16 - 21, 21 - 18, dan 20 - 22.
Sementara unggulan Indonesia, Fajar Alfian/M. Rian Ardianto kalah dari wakil tuan rumah Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21 ā 15, 17 ā 21, dan 13 ā 21.
Namun, Malaysia juga harus kehilangan satu wakilnya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin setelah laga kontra Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard dari Denmark.
Drama rubber game kembali terjadi di mana Goh/Nur takluk dengan skor akhir 15 - 21, 21 - 9, dan 18 - 21. China menyusul dengan kegagalan He Jiting/Ren Xiangyu dari Ben Lane/Sean Vendy dengan skor akhir 21 - 23, 21 - 19, dan 11 - 21.
4. Ganda Putri
Empat unggulan dari sektor ganda putri juga kehilangan kesempatan melaju ke babak selanjutnya. Wakil tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan kalah rubber dari ganda Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti dalam tiga gim dengan skor 21 - 19, 14 - 21, dan 13 - 21.
Namun, Indonesia juga harus melepas asa setelah Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi takluk di hadapan wakil Taipei, Hsieh Pei Shan/Hung En Tzu dengan skor kembar 14 - 21.
Menempati seed ke-7, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam asal Hong Kong kalah dua gim langsung dari wakil Korea Selata, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, 12 - 21 dan 9 - 21.
Sementara salah satu andalan India, Tanisha Crasto / Ashwini Ponnappa terhenti usai melawan Misaki Matsumoto/Chiharu Shida, 21 - 23 dan 12 - 21.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?
-
Cara Pandang Gen Z pada Dunia Kerja Bergeser, IPK Tinggi Bukan Lagi Jaminan
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
-
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
-
Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut
Terkini
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!
-
Antrean iPhone Tidak Bisa Menjadi Ukuran Kesejahteraan Indonesia
-
Soft Life Makin Populer: Saat Gen Z Lebih Pilih Hidup Tenang dan Seimbang
-
Belanja Digital Gen Z: Saat Kebutuhan dan Keinginan Semakin Sulit Dibedakan