Anak asuh Nova Arianto yang tergabung di Timnas Indonesia U-17, bakal menjalani laga uji coba melawan tim Korea-Korea Selecao dalam rangkaian seleksi dan pembentukan tim.
Sepertimana informasi yang disampaikan dalam unggahan akun instagram @kks_jateng (14/1/2025), pertandingan uji coba tersebut akan dimainkan di Bandung pada Jumat (17/1/2025).
Bagi coach Nova Arianto, pertandingan uji coba antara Timnas Indonesia U-17 yang dibentuknya melawan KKS Jawa Tengah ini tentunya bukan sekadar pertandingan uji coba biasa.
Pasalnya, di kubu sebelah, terdapat sosok Justinus Lhaksana yang belakangan ini menjadi pribadi cukup menyebalkan bagi Nova Arianto dan jajaran pelatih di Timnas Indonesia.
Maka tak mengherankan, jika laga uji coba ini selain bakal sarat dengan emosi, juga bakal mengusung gengsi di antara keduanya.
Coach Justin yang belakangan ini mengkritik keras STY sebelum sang pelatih diberhentikan oleh PSSI, dengan segala polesannya di KKS Jawa Tengah bakal berhadapan dengan Nova Arianto yang tentu saja mengusung permainan sepertimana yang ditransferkan oleh Shin Tae-yong selaku mentornya di Timnas Indonesia.
Jadi, pertemuan antara Justinus Lhaksana melawan Nova Arianto di laga uji coba antara Timnas Indonesia U-17 melawan Korea-Korea Selecao tak ubahnya pertarungan filosofi tak langsung antara Shin Tae-yong melawan Koci yang belakangan menjadi pihak berseberangan.
Apakah hanya itu yang membuat laga uji coba ini akan memiliki tensi yang lebih tinggi daripada laga uji coba lain? Tentu saja tidak. Pertandingan ini bakal menjadi lebih prestisius karena adanya gengsi yang menyelimuti.
Bagaimana tidak, filosofi permainan yang dikembangkan oleh STY dan pasti akan digunakan oleh Nova Arianto pada pertandingan tersebut akan bertubrukan dengan filosofi bermain dari Justinus Lhaksana sang pengkritik.
Hal ini menjadi penaik tensi karena sekali lagi, pada masa-masa akhir tugas STY di Timnas Indonesia, coach Justin kerap mengkritik skema permainan, susunan pemain, hingga filosofi bermain yang diterapkan oleh mantan pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
Namun sayangnya, karena Shin Tae-yong sudah tak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, filosofi bermainnya akan dibentuk oleh sang asisten, Nova Arianto.
Jadi, laga uji coba kali ini juga nantinya sedikit banyak akan menjadi arena pertarungan filosofi bermain antara STY melawan Justinus Lhaksana, meskipun di pihak STY akan diwakili oleh Nova Arianto.
Kira-kira, siapa siapa yang akan lebih unggul di laga uji coba kali ini? Patut kita tunggu hasilnya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Bung Towel: Infonya Ada Pemain yang Nggak Mau Main, Bahkan Mau Balik
-
Calvin Verdonk: Tidak Melihat Lagi Respons Orang Belanda
-
Mitchel Bakker Gagal Perkuat Timnas Indonesia, Aturan FIFA Mana yang Tak Memperbolehkan?
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Mungkin Meredup di Era Patrick Kluivert
-
Kevin Diks Laris Manis Ditaksir Banyak Klub Jelang Kontraknya Habis
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama
-
CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL
-
Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime
-
Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO
-
Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik