Hasil positif berhasil diraih wakil ganda campuran Indonesia di laga perempat final Thailand Masters 2025 pada Jumat (31/01/2025) di Nimibutr Stadium, Bangkok. Dua pasangan muda Pelatnas sukses melaju ke semifinal sekaligus ciptakan laga perang saudara.
Kemenangan sektor ganda campuran Indonesia ini dipersembahkan oleh Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu usai rampungkan laga perempat final. Kedua pasangan potensial ini kompak kandaskan asa wakil tuan rumah.
Membuka tren positif, Dejan/Fadia sukses taklukkan Ratchapol Makkasasithorn/Nattamon Laisuan. Bahkan Dejan/Fadia menang straight game dengan skor 22-20, 21-14 atas Ratchapol/Nattamon.
Menyusul Dejan/Fadia, laga Jafar/Felisha juga menjadi penentu terciptanya perang saudara di babak semifinal. Kali ini, Jafar/Felisha sukses kalahkan Pakkapon Teeraratsakul/Phataimas Muenwong dengan keunggulan 21-15 dan 21-12.
Meski pertandingan yang dilakoni dua wakil ganda campuran tanah air berujung kemenangan, tetapi dua wakil lainnya justru mengalami kekalahan. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus terhenti di perempat final.
Adnan/Indah kalah dari unggulan tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran yang menempati seed ke-4 turnamen ini. Pertandingan tersebut berakhir untuk kekalahan Andan/Indah dengan skor 15-21 dan 13-21.
Sementara Amri/Nita harus legawa mengakui keunggulan ganda campuran China, Gao Jiaxuan/Wu Mengying. Meski sempat unggul di set pertama, tetapi Amri/Nita justru kecolongan set kedua hingga terjadi rubber.
Sayangnya, keberuntungan berlum berpihak pada pasangan Indonesia tersebut. Amri/Nita takluk dalam tiga gim dengam skor dramatis 21-10, 10-21, dan 19-21 di hadapan Gao/Wu.
Jika menilik peluang Dejan/Fadia dan Jafar/Felisha ke partai puncak, kedua pasangan muda ini masih sama-sama berpotensi. Atraktif di lapangan dengan teknik yang unik akan menjadi adu strategi yang menarik sekaligus tontonan yang cukup seru nantinya.
Hanya saja, pasangan yang bisa memaksimalkan potensi masing-masing yang akan memenangi laga semifinal besok. Terlebih dalam laga perang saudara semacam ini tidak akan ada pendampingan dari pelatih di sudut lapangan hingga komunikasi bersama partner juga akan diuji.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?
-
Harga BBM Naik, Gaya Hidup Tetap Jalan: Tanda Pola Konsumtif Sulit Lepas?
-
Cantik di Layar, Terlilit Cicilan di Dunia Nyata: Bahaya FOMO Bagi Perempuan
-
Self-Reward atau Pelarian? Kenapa Belanja Online Sering Jadi "Obat" Stres Gen Z
-
Checkout vs Krisis Sampah: Mengapa Sulit Lepas dari Gaya Hidup Konsumtif?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia