Scroll untuk membaca artikel
Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Ole Romeny, kepingan puzzle terakhir yang melengkapi skuad Timnas Indonesia. (Instagram/oleromeny)

Timnas Indonesia sedang ‘gelap-gelapnya’ ketika Shin Tae-yong datang. Lima tahun bukan waktu yang sebentar, dan bertahun-tahun ke depan tak akan cukup untuk melupakan bagaimana jasa pria asal Korea Selatan itu dalam membangun sepak bola tanah air.

Ia adalah sosok yang memulai kembali perkembangan skuad Garuda dari titik nol. Pelan, tapi pasti. Puzzle demi puzzle dalam tubuh pasukan Merah Putih akhirnya mulai tersusun rapi. Sebelum berpisah, ia telah membangun pondasi yang kuat di lini belakang.

Sebut saja Elkan Baggott, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Calvin Verdonk, Justin Hubner, hingga Jay Idzes. Pemain-pemain keturunan Indonesia itu berhasil diboyong. Dari dalam negeri, ada nama Ernando Ari, Ricky Kambuaya, sampai Rizky Ridho.

Kehadiran mereka meneguhkan barisan pertahanan Timnas Indonesia. Tim-tim besar seperti Arab Saudi, Yordania, bahkan Australia cukup kesulitan mencari celah di sana.

Begitu juga di posisi lini tengah, ada gelandang Thom Haye yang menjadi jenderal pengatur serangan. Jelinya Shin Tae-yong dalam memilah setiap bagian membuahkan hasil manis.

Kini kedatangan Ole Romeny disebut-sebut sebagai puzzle terakhir yang memang sudah ditunggu-tunggu Timnas Indonesia. Mengingat berbagai opsi sebelumnya dicoba STY untuk menyudahi tumpulnya lini depan pasukan Merah Putih. Terlepas dari berpisahnya Garuda dengan pelatih Shin Tae-yong, penampilan Ole berhasil memikat hati penonton.

Ia memulai debut dengan menghadapi Australia dalam pertemuan kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C. Laga tersebut menandai debutnya Patrick Kluivert sebagai suksesor Shin Tae-yong. Meski tak berjalan mulus karena harus menelan kekalahan pahit 1-5 atas The Socceroos, adanya Ole Romeny bak oase di padang pasir.

Pemain Oxford United ini mencetak gol tunggal yang menjadi pelipur lara bagi Timnas Indonesia. Kemudian di laga kedua menjamu Bahrain, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor sebagai pencetak gol kemenangan.

Dua gol dalam dua pertandingan perdana seolah meneguhkan posisi Ole untuk menjadi puzzle terakhir yang dinantikan skuad Garuda.

Makna Mendalam di Balik Selebrasi Ole Romeny

Usai menaklukkan Bahrain, striker berusia 24 tahun ini menjelaskan arti dari dua selebrasi serupa yang ia lakukan setelah mencetak gol.

Melansir Antara News, ia mengatakan, “Selebrasinya soal selalu menegakkan kepala, selalu bekerja keras, dan ini jadi pesan juga bagi anak-anak muda Indonesia dan semuanya. Ketika kita sedang dalam situasi sulit, kita harus tetap menegakkan kepala.

Biasanya, Ole akan mendedikasikan setiap gol yang dicetak untuk sang nenek. Namun untuk saat ini, ia gembira karena golnya bisa berkontribusi kepada negara.

Ada yang senang, bahagia, dan menangis karena gol saya. Jadi saya dedikasikan juga gol ini untuk rakyat Indonesia,” tambahnya.

Jauhi Kejaran Bahrain, Peluang Timnas Indonesia Makin Besar

Walau kesempatan lolos langsung ke putaran final Piala Dunia sudah harus dilupakan, skuad Garuda bisa memburu kesempatan lewat putaran keempat.

Kemenangan di laga kontra Bahrain menjaga peluang Timnas Indonesia karena sekarang Jay Idzes dkk mantap menghuni urutan keempat klasemen sementara Grup C.

Ada gap tiga angka dari Bahrain yang menempati peringkat kelima. Sedangkan dengan Arab Saudi (ranking tiga), Indonesia hanya berjarak satu poin saja.

Hasil dua laga tersisa bagi kedua kesebelasan bisa mengubah segalanya. Garuda sendiri akan bertemu China dan Jepang sebagai penentuan pada bulan Juni mendatang.

Menarik untuk dinantikan, mampukah Timnas Indonesia benar-benar menciptakan sejarah ke panggung Piala Dunia 2026? Mari kawal perjuangan pasukan Merah Putih bersama-sama!

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Rana Fayola R.