Yonex Taipei Open 2025 hari kedua yang masih menggelar laga babak 32 besar di Taipei Arena, Taipei, Taiwan pada Rabu (07/05/2025) membawa kabar positif bagi Indonesia pada awal pertandingan. Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. dan Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata berhasil amankan tiket babak kedua.
Dejan/Fadia yang baru saja memperbarui peringkatnya ke posisi 65 dunia tampil dengan performa yang cukup meyakinkan saat menghadapi wakil tuan rumah, Bo Yuan Chen/Liang Chin Sun. Penampilan hari ini terbilang sesuai prediksi mengingat Dejan/Fadia sendiri secara individual memang memiliki potensi yang menjanjikan.
Meski belum lama berduet, bisa dikatakan Dejan/Fadia mampu membangun chemistry yang baik sejak awal menjadi partner. Terlebih Bo/Liang sendiri awalnya juga bukan partner asli karena berasal dari racikan ganda campuran yang diduetkan dengan atlet ganda putri, mirip seperti Dejan/Fadia.
Namun, tampaknya potensi individulah yang membedakan kemampuan kedua pasangan ini hingga hasil pertandingan hari ini berujung pada kemenangan untuk wakil Indonesia. Dejan/Fadia menang straight game dengan skor akhir 21-13 dan 21-14 atas Bo/Liang.
Menyusul Dejan/Fadia, Amri/Nita juga unjuk performa terbaiknya dengan memberikan kemenangan pada laga di babak 32 besar turnamen Super 300 di Taipei ini. Jika melihat dari aspek peringkat di BWF World Rankings, sudah selayaknya Amri/Nita memenangi laga kontra Tsai Fu Cheng/Sung Yu Hsuan.
Pasalnya, Amri/Nita menempati peringkat 36 dunia sementara Tsai/Sung masih jauh tertinggal di urutan 385 dunia. Di atas kertas seharusnya Amri/Nita bisa menang mudah. Namun, ganda campuran dari Pelatnas ini justru tampak kesulitan di awal pertandingan.
Bahkan Tsai/Sung sukses memberikan perlawanan yang menyulitkan Amri/Nita hingga harus tertinggal di gim pertama. Tidak ingin kembali kalah dan kehilangan kesempatan melaju lebih jauh, Amri/Nita akhirnya menunjukkan performa terbaiknya dan curi kemenangan pada set kedua agar bisa bermain rubber.
Sukses memanfaatkan peluang yang ada dengan baik, Amri/Nita kemudian mengakhiri perlawanan ganda Taipei tersebut. Amri/Nita menang usai drama rubber game selama 54 menit dengan skor akhir 20-22, 21-11, dan 21-16 atas Tsai/Sung.
Sementara Marwan/Aisyah menang dari wakil Canada, Chan Yin Chak/Ng Tsz Yau lewat laga rubber yang ketat. Marwan/Aisyah menang dengan skor akhir 21-15, 11-21, dan 21-17 atas Chan/Ng dalam waktu 51 menit.
Hasil ini membawa tiga ganda campuran Indonesia bakal kembali berjuang di babak 16 besar esok hari. Sebelum Dejan/Fadia, Amri/Nita, dan Marwan/Aisyah, tiga wakil ganda campuran Indonesia lainnya juga memastikan lolos ke babak kedua pada laga hari pertama, Selasa (06/05/2025).
Ketiga wakil Indonesia tersebut bahkan kompak memulangkan wakil tuan rumah dengan kemenangan yang sengit. Ada Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu yang kalahkan Cheng Kai Wen/Liu Chiao Yunv. Jafar/Felisha menang straight game dengan skor 21-10, 23-21 atas Cheng/Liu dalam durasi 33 menit.
Dua wakil non Pelatnas lainnya juga sukses unjuk performa terbaiknya. Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang baru saja mengikuti Sudirman Cup 2025 berhasil menang dari Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin lewat drama rubber game yang ketat dengan skor 21-13, 18-21, dan 22-20.
Selain Rehan/Gloria, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga petik kemenangan atas wakil Taipei lainnya. Bobby/Melati berhasil ungguli Liu Kuang Heng/Jheng Yu Chieh dalam dua gim langsung dengan skor akhir 23-21 dan 21-16.
Sejauh ini, penampilan wakil ganda campuran Indonesia terbilang cukup baik saat menghadapi lawan-lawannya. Tentu konsistensi ini harus dipertahankan jika ingin terus melaju ke babak selanjutnya demi meraih gelar Super 300.
Baca Juga
-
Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z
-
Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?
-
Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?
-
Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?
-
Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal
Artikel Terkait
-
Taipei Open 2025 Day 2: Jadwal Laga Wakil Indonesia di Babak 32 Besar
-
Rekap Taipei Open 2025 Day 1: Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Babak Kedua
-
Skuad Indonesia di Taipei Open 2025, Ada Debut Apri/Febi dan Verrell/Lisa
-
BAC 2025 Day 2: Jadwal Laga 15 Wakil Indonesia di Babak 32 Besar
-
Langkah Terjal Dejan/Fadia di BAC 2025, Lawan Berat Menanti di Babak Awal
Hobi
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
Terkini
-
Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak
-
Seni Mematikan Notifikasi: Saat Ketenangan Menjadi Kemewahan Baru bagi Gen Z
-
Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural
-
Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober
-
Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya