Pelatih Peter Cklamovski telah mengumumkan nama-nama pemain yang dipanggilnya untuk turut serta dalam pemusatan latihan Timnas Malaysia di bulan Mei-Juni 2025 ini.
Sejumlah 38 nama telah dipilih oleh pelatih berdarah Australia tersebut untuk menyongsong agenda utama menjalani laga lanjutan babak kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Vietnam pada tanggal 10 Juni 2025 mendatang.
Namun sebelum bertarung melawan Vietnam, kubu Harimau Malaya ternyata juga telah mengagendakan satu pertandingan uji coba tertutup dengan melawan tim asal benua Afrika, Cape Verde.
Menyadur laman Suara.com (10/5/2025), pertandingan antara Malaysia melawan Cape Verde ini rencananya akan dimainkan pada tanggal 3 Juni 2025 dan bertempat di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Bagi para penggemar, terutama pendukung Timnas Malaysia, laga melawan Cape Verde ini adalah sebuah hal yang perlu dibanggakan. Pasalnya, ini adalah kali pertama bagi Malaysia kembali menantang tim yang berada di luar zona Asia dan Oceania, setelah terakhir kali mereka melakukannya dalam sebuah pertandingan resmi beberapa dekade silam.
Bukan fans Malaysia namanya jika tak overproud dengan apa yang dilakukan oleh Timnasnya. Pun demikian dengan kali ini.
Ketika induk sepak bola Malaysia menyatakan bahwa mereka akan melakukan pertandingan uji coba dengan Cape Verde, yang mana saat ini merupakan negara yang memiliki peringkat 72 FIFA, maka mereka pun tak segan-segan untuk memberikan respon berlebihan, yang tentu saja menyenggol pihak Indonesia.
Terlebih lagi, beberapa waktu sebelum FAM mengumumkan bahwa mereka akan beruji coba dengan Cape Verde, PSSI melalui ketua umumnya, Erick Thohir menyampaikan sebuah rencana bahwa mereka akan menggelar laga uji coba tiga negara, di mana Malaysia akan menjadi salah satu kontestannya.
Tentu saja, tawaran Erick Thohir dan kemudian disusul pengumuman rencana uji coba Malaysia melawan Cape Verde yang beriringan, membuat fans bola Malaysia mengolok-olok ajakan dari Indonesia tersebut.
Sehingga berseliweran berbagai komentar negatif di berbagai media sosial yang menghubungkan kedua momen, yang pada intinya menyatakan bahwa mereka tak level untuk menerima tantangan Indonesia tersebut.
Memang benar, jika kita bandingkan secara peringkat, posisi Timnas Indonesia dan Cape Verde saat ini terbilang cukup jauh jaraknya di ranking FIFA. Namun jangan salah, jika berkaitan dengan level uji coba kedua negara, baik yang dijalani oleh Timnas Indonesia maupun Malaysia, Pasukan Merah Putih masih unggul mutlak atas tim negara tetangganya tersebut.
Bagi Malaysia, pertandingan uji coba resmi melawan tim yang memiliki peringkat di bawah 100 FIFA sendiri mungkin baru terjadi kali ini sejak belasan atau bahkan puluhan tahun yang lalu. Namun bagi Indonesia, hal tersebut sudah bukan sebuah hal yang istimewa lagi.
Pasalnya, semenjak tahun 2019 lalu, ketika persepakbolaan Indonesia tengah mengalami euforia kebangkitan, Pasukan Merah Putih sudah berkali-kali mendatangkan tim kelas dunia yang secara reputasi berada di atas, bahkan jauh melampaui Cape Verde, sang lawan dari Malaysia.
Seperti misal, Indonesia pernah mendatangkan Curacao, tim yang memiliki peringkat di bawah 100 dunia dalam dua kali laga FIFA matchday bulan September 2022 lalu. Pun juga Argentina, sang juara Piala Dunia dan pemuncak daftar peringkat FIFA pada gelaran FIFA matchday periode Juni 2023.
Belum lagi di pertandingan-pertandingan terjadwal yang saat ini mereka jalani pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana lawan-lawan yang dihadapi oleh Indonesia, seluruhnya memiliki peringkat di bawah 100 dunia.
Jadi, bagi Timnas Indonesia dan barisan pendukungnya, uji coba yang dijalani oleh Malaysia, yang mana digembar-gemborkan oleh para penggemarnya secara overproud, bukanlah sebuah hal yang istimewa, karena sejatinya hal itu masih kalah level dengan yang telah dilakoni oleh Pasukan Merah Putih, bahkan hingga saat ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik
-
Bukan Hanya Emil, Sinar Kevin Diks Juga Bikin para Penggawa Asia Jadi Insecure di Bundesliga
-
Pujian ke Liga Indonesia dan Preseden Minor yang Diembuskan oleh Ivar Jenner
-
Baru Jalani 2 Pertandingan, Kelemahan Maarten Paes Mulai Nampak di Ajax Amsterdam
-
Thom Haye Menepi, John Herdman Patut Lirik 2 Nama Ini sebagai Opsi! Siapa Paling Layak?
Artikel Terkait
-
Misi Khusus Gerald Vanenburg ke Persib: Pantau 2 Wonderkid Maung Bandung
-
Deretan Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Berstatus Bebas Transfer Akhir Musim Ini
-
Karma, Keluarga, dan Kengerian, Film Jalan Pulang Janjikan Horor Lokal yang Beda
-
Timnas Indonesia Berpeluang Menang, China Krisis Pertahanan: Kehilangan Bek Andalan
-
4 Kota yang Sudah Dikunjungi Gerald Vanenburg, Sleman hingga Bandung
Hobi
-
Target Hanya 5 Besar, Raul Fernandez Raih Podium Ganda di GP Thailand 2026
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
Terkini
-
Menerima Masa Lalu dengan Seperangkat Lukanya: Membaca Funiculi Funicula 2
-
Lampaui 1 Miliar Yen! Film Gintama: Yoshiwara in Flames Laris di Jepang
-
Derita Lahir di Balik Jeruji: Film Invisible Hopes Jadi Pengingat di Momen International Womens Day
-
Dampak Perang Global pada Hak Anak, Bagaimana Generasi Muda Bersikap?
-
5 Pilihan Sheet Mask untuk Kulit Berjerawat, Menenangkan dan Melembapkan!