Setelah ditunggu beberapa waktu, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dan federasi akhirnya merilis daftar pemain yang diproyeksikannya untuk menjalani laga penting dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga melawan China dan Jepang.
Sepertimana pengumuman resmi yang dilakukan oleh PSSI selaku induk sepak bola Indonesia, sejumlah 32 nama dipersiapkan oleh Kluivert untuk melakoni pemusatan latihan di Bali, mulai tanggal 26 Mei mendatang.
Nama-nama terbaik yang eligible pun dipanggil untuk merapat ke Timnas, termasuk mereka yang kini menjalani karier abroad di benua Eropa.
Pemain diaspora Indonesia, Calvin Verdonk menjadi salah satu pemain yang mendapatkan panggilan untuk kembali membela panji-panji Merah Putih di pentas sepak bola internasional.
Sepertimana menyadur unggahan akun Instagram @timnasindonesia (18/5/2025) yang merupakan akun instagram resmi skuat Garuda, pemain yang mendapatkan panggilan kesayangan "si Loopy" dari para penggemar Timnas Indonesia ini diplot untuk mengisi posisi sayap kiri, bersaing dengan Pratama Arhan, Yance Sayuri, Shayne Pattynama dan Dean James.
Meskipun harus bersaing dengan para pemain berkelas di sektor ini, namun sejatinya kans El Loopy untuk menjadi pemain utama di sayap kiri skuat Merah Putih sangatlah besar.
Bahkan, jika dirinya tak mendapatkan masalah hingga hari pertandingan dimainkan, namanyalah yang akan menjadi kandidat paling kuat untuk menjadi pengisi area kiri permainan Timnas Indonesia.
Memang, jika melihat para pesaingnya di posisi yang sama, Calvin Verdonk bakal memiliki komprtitor yang cukup berat. Namun, jika menilik performa yang ditunjukkannya musim ini, terutama beberapa waktu terakhir, fakta di lapangan membuktikan dirinya jauh lebih unggul dari keempat rekannya tersebut.
Menyadur laman transfermarkt, di sepanjang musim ini saja Verdonk secara total sudah memainkan 35 pertandingan bersama NEC Nijmegen di semua ajang. Dengan total durasi bermain mencapai 3.034 menit, si Loopy ini menghiasi penampilannya dengan sebuah gol dan sebuah assist.
Sebuah pencapaian yang tentunya sangat apik dengan statusnya sebagai pemain bertahan bukan?
Uniknya, penampilannya bersama Nijmegen musim ini juga dapat dikatakan bukan sekadar tampil saja. Pasalnya, laman transfermarkt mencatat, dari 33 penampilannya di Eredivisie, dirinya hanya dua kali saja tak bermain penuh untuk klubnya tersebut.
Sebanyak 31 penampilan lainnya yang dijalani, selalu dituntaskannya dengan bermain penuh waktu 90 menit alias tak tergantikan. Sebuah catatan yang tentunya tak akan bisa ditorehkan oleh pemain yang tak memiliki konsistensi dalam bermain.
Bukan hanya itu, Verdonk belakangan ini juga kedapatan "naik pangkat" di klubnya. Dalam tiga pertandingan terakhir yang dijalaninya di Eredivisie, pemain berusia 28 tahun tersebut selalu dipercaya untuk menyandang ban kapten tim.
Dalam tiga laga beruntun, yakni saat melawan Ajax (11/5/2025), NAC Breda (15/5/2025) dan Heracles Almelo (18/5/2025), si Loopy ini selalu mendapatkan amanah untuk menjadi kapten tim, yang mana berhasil ditebusnya dengan membawa kemenangan atas lawan-lawannya tersebut.
Sehingga, secara total, di musim ini si Loopy sudah empat kali ditunjuk untuk menjadi kapten tim, setelah terakhir kali dirinya diserahi tugas itu pada laga melawan Heracles Almero pada pertandingan ronde kedua Toto KNVB Beker pada bulan Desember 2024 lalu.
Jadi, dengan segala konsistensi yang dimilikinya, serta penampilan apik yang ditunjukkannya, dipadu dengan jabatan baru yang diembannya di NEC Nijmegen tentunya membuatnya menjadi yang paling bersinar di sektor sayap kiri bukan?
Dan itu artinya, maka Kluivert harus menyerahkan sektor ini kepada si Loopy di dua pertandingan melawan China dan Jepang nanti jika sang pemain tak mendapatkan larangan bermain atau masalah kebugaran.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
3 Kondisi Sulit Venezia, Jay Idzes Cs Semakin Dekat Degradasi ke Serie B Italia
-
Elkan Baggott Kasih Bocoran Kapan Bela Timnas Indonesia? Ternyata Hoaks Buatan TikTokers
-
Siapa Reno Salampessy? Putra Legenda Timnas Indonesia Ikut Latihan di Girona
-
Mewah! Patrick Kluivert Panggil Bek-Bek Tangguh ke Skuad Timnas Indonesia
-
Cerita Stefano Lilipaly Diminta Bela Timnas Indonesia: Saya Tidak Bisa
Hobi
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
Terkini
-
Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health
-
Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan
-
Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober
-
Bye Bibir Mengelupas! 5 Lip Care Panthenol untuk Bibir Plump dan Sehat
-
Review Skenario Sang Jenderal: Kupas Kasus Sensitif yang Mengguncang Publik