Singapore Badminton Open menjadi salah satu turnamen dalam agenda BWF Super Series dengan gelar yang banyak diburu atlet dunia. Saat ini, Singapore Open 2025 level Super 750 mulai bergulir sejak 27 Mei sampai 1 Juni 2025 di Singapore Indoor Stadium, Singapura.
Menariknya, dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen Singapore Open, ada cukup banyak nama yang pernah naik podium tertinggi dan menjadi juara. Mulai dari sektor tunggal sampai ganda sudah pernah merasakan euforia podium Singapore Open.
Namun, pada edisi 10 tahun terakhir, tunggal putri dan ganda campuran belum sumbang gelar kembali dan hanya tiga sektor yang konsisten menjadi juara. Berikut ini enam atlet Indonesia yang pernah juarai Singapore Open edisi 10 tahun terakhir.
1. Sony Dwi Kuncoro
Sony Dwi Kuncoro menjadi juara Singapore Open 2016 sektor tunggal putra. Saat itu, Sony melaju ke partai final usai kalahkan unggulan China, Lin Dan lewat laga rubber game yang dramatis. Di babak final, Sony sukses kandaskan Son Wan Ho asal Korea Selatan juga dengan rubber set, 21-16, 13-21, dan 21-14.
2. Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii
Masih di edisi tahun yang sama, Indonesia menambah koleksi gelar di Singapore Open 2016 dari sektor ganda putri setelah Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii mendapat kemenangan tanpa bertanding. Seharusnya, Nitya/Polii melawan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dari Jepang.
Namun, jelang laga Misaki yang mengalami cedera engkel kaki kiri memutuskan untuk mundur. Sebenarnya, laga seru berpotensi terjadi sebab Misaki/Ayaka merupakan unggulan pertama dan sukses kalahkan Tian Qing/Zhao Yunlei di semifinal.
3. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
Dua tahun berselang, wakil Indonesia baru bisa kembali naik podium tertinggi Singapore Open. Kala itu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses membuat Indonesia Raya berkumandang usai memastikan diri menjadi juara Singapore Open 2018 untuk sektor ganda putra.
Hendra/Ahsan memastikan lolos ke final pasca lakoni laga perang saudara kontra Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Di babak final, Hendra/Ahsan pupuskan asa Ou Xuanyi/Ren Xiangyu dari China lewat kemenangan dua gim yang meyakinkan.
4. Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting masuk daftar atlet Indonesia yang berjaya di Singapore Open pada edisi 10 tahun terakhir. Pasalnya, Ginting berhasil back to back gelar di Singapore Open 2022 dan 2023. Bahkan di edisi 2023, aura yang penuh emosional ditunjukkan Ginting usai memenangi laga kontra Anders Antonsen.
Ginting yang pada tahun itu sempat puasa gelar sejak meraih medali perunggu Olimpiade 2020 akhirnya kembali naik podium. Bahkan momen kemenangan Ginting yang membanting raketnya juga tidak kalah mencuri perhatian badminton lovers.
5. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin
Di Singapore Open 2022, Indonesia menambah koleksi gelar dari nomor ganda putra lewat perjuangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Leo/Daniel saat itu memang sedang dalam tren positif saat sederet nama ganda putra Pelatnas juga masih berprestasi.
Bahkan di babak final edisi tahun 2022 tersebut, Indonesia sukses ciptakan all Indonesian final di sektor ganda putra. Hanya saja, keberuntungan berpihak pada Leo/Daniel yang sukses tumbangkan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto usai laga rubber game.
6. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang saat itu baru saja memulai debut di tahun yang sama juga sumbang gelar di Singapore Open 2022. Setelah pulangkan ganda Thailand, Supissara Paewsampran/Puttita Supajirakul di laga semifinal, Apri/Fadia maksimalkan peluang yang ada di babak selanjutnya.
Apri/Fadia belum terhentikan dan mengalahkan unggulan kelima asal China, Zhang Shuxian/Zheng Yu. Bahkan Zhang/Zheng yang dikenal tangguh setelah Chen Qingchen/Jia Yifan juga tidak mampu meredam potensi Apri/Fadia saat itu dan kalah dalam dua gim langsung.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang
-
Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal
-
Soft Life In This Economy: Bisakah Tenang di Tengah Biaya Hidup Meningkat?
-
Gen Z dan Fenomena Dating Fatigue: Saat Mencari Cinta Justru Bikin Lelah
Artikel Terkait
-
Singapore Open 2025 Day 1: Jadwal Laga 2 Wakil Ganda Putra Indonesia
-
Viral Rumput Stadion GBLA hingga Jaring Gawang Dijarah, Persib: Jangan Rusak Rumah Sendiri
-
Skuad Indonesia di Singapore Open 2025, Hanya Kirim 7 Wakil
-
Podium Juara Malaysia Masters 2025: China Sabet Empat Gelar!
-
Wow! Persib Bakal Diguyur Rp100 Miliar oleh Maruarar Sirait
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?