Perodua Malaysia Masters 2025 telah merampungkan keseluruhan pertandingan usai menggelar partai puncak pada Minggu (25/05/2025) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Hasil turnamen kali ini hanya dikuasai dua negara dengan dominasi oleh China yang berhasil sabet empat gelar juara.
Menariknya lagi, China juga sukses menempatkan tujuh wakil di babak final dengan catatan tiga laga perang saudara hingga ada tambahan gelar sebagai runner up di turnamen Super 500 kali ini. Tampaknya, China kembali menasbihkan diri sebagai negara adidaya di dunia tepok bulu lewat sederet turnamen dalam agenda rutin BWF.
Satu sektor terakhir bisa disematkan oleh dua wakil tuan rumah dengan ciptakan all Malaysian men’s doubles final yang berakhir manis. Sayangnya, Indonesia kembali pulang tanpa gelar karena satu-satunya wakil yang lolos semifinal juga harus kandas.
Nah, berikut ini podium juara Malaysia Masters 2025 dengan empat nama baru yang mendominasi dan satu juara bertahan yang berhasil back to back gelar.
Tunggal Putra
Li Shifeng asal China memastikan diri menjadi juara baru Malaysia Masters 2025 untuk sektor tunggal putra usai kandaskan asa wakil India, Srikanth Kidambi. Sempat mengalami penurunan performa, Kidambi berhasil comeback dan tembus final Super 500 kali ini lewat jalur kualifikasi.
Sayang, perjuangan Kidambi belum berbuah gelar di Malaysia. Li Shifeng justru tampil lebih mendominasi dan memaksimalkan peluang menang dengan bail. Akhirnya, Li Shifeng kalahkan Kidambi dalam dua gim dengan skor 21- 11 dan 21-9.
Tunggal Putri
Wang Zhiyi menjadi satu-satunya juara bertahan yang sukses kembali raih gelar di Malaysia Masters 2025. Bahkan pada turnamen Super 500 edisi tahun ini, tunggal putri China juga berhasil ciptakan kirimkan dua wakil untuk memastikan gelar dibawa pulang.
Babak final kemarin pun menjadi ajang perebutan gelar juara antara Wang Zhiyi dan Han Yue. Laga yang cukup sengit terjadi hingga berujung pada rubber game. Wang Zhiyi mengakhiri perlawanan rekan senegaranya dengan skor akhir 13-21, 21-13, dan 21-18.
Ganda Putra
Sektor ganda putra menjadi satu-satunya nomor yang tidak tersentuh wakil China sekaligus laga penyelamat muka bagi tuan rumah Malaysia. Laga final di nomor ganda putra menjadi milik dua pasangan atlet Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dan Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Namun, keberuntungan kali ini berpihak pada Man/Tee. Chia/Soh yang baru saja naik podium Thailand Open 2025 Super 500 belum mampu menggandakan gelarnya. Chia/Soh harus legawa berbagi podium usai dikalahkan Man/Tee dengan skor akhir 12-21, 21-15, dan 16-21.
Ganda Putri
Gagal di ganda putra, China justru berkuasa penuh di nomor ganda putri dengan sabet gelar juara dan runner up sekaligus. Kali ini giliran Liu Shengshu/Tan Ning dan Jia Yifan/Zhang Shuxian yang persembahkan hasil terbaiknya.
Sebagai unggulan pertama, Liu/Tan menunjukkan kompetensinya dengan sangat baik menghadapi sang senior. Akhirnya, Liu/Tan berhasil memaksa Jia/Zhang menyerah dengan skor 21-17, 21-18 dan menjadi juara Malaysia Masters 2025.
Ganda Campuran
Tidak berbeda jauh, wakil ganda campuran China juga masih menjadi yang terkuat dan membuktikan diri kembali dengan menciptakan all Chinese final di Malaysia Masters 2025. Kali ini, Jiang Zhenbang/Wei Yaxin dan Feng Yanzhe/Huang Dongping yang merupakan dua unggulan teratas turnamen ini sukses naik podium bersama.
Hanya saja, di Malaysia Masters 2025 Super 500 ini, Feng/Huang yang memang lebih beruntung. Feng/Huang keluar sebagai juara usai drama rubber game dengan skor akhir 21-17, 14-21, dan 21-16 atas Jiang/Wei. Dua pasangan ini memang masih menjadi ‘monster’ ganda campuran pasca Zheng Siwei/Huang Yaqiong memutuskan pensiun.
itulah tadi daftar atlet yang naik podium juara Malaysia Masters 2025 dengan dominasi empat nama baru dan satu juara bertahan yang berhasil back to back gelar. Selamat untuk para juara Malaysia Masters 2025!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia
-
Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma
-
Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos
-
Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern
-
Kasta Sosial Lewat Caption: Fenomena Gen Z yang Takut Terlihat Terlalu Indonesia
Artikel Terkait
-
Wow! Persib Bakal Diguyur Rp100 Miliar oleh Maruarar Sirait
-
Perayaan Persib Bandung Jadi Jawara Liga 1
-
Persib Bandung Juara Liga 1, Dedi Mulyadi Guyur Bonus Rp2 Miliar Bukan dari Uang Negara
-
Bojan Hodak Perpanjang Kontrak usai Persib Back to Back Juara? Cek Faktanya!
-
Sinopsis Youthful Glory, Drama China Baru Song Wei Long dan Bao Shangen
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Enam Cerita, Satu Kematian: Menelusuri Kebenaran di Novel Girls in the Dark
-
Date A Live F Last Date Rilis Film Maret 2027, Jadi Penutup Kisah Shido
-
Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak
-
Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan
-
Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang