Pedro Acosta menjalani musim 2025 dengan penuh tantangan dan lika-liku. Sebagai salah satu pembalap muda yang paling bersinar dalam 2 tahun terakhir, Acosta menanggung ekspektasi yang sangat tinggi dari banyak pihak.
Namun, meskipun debutnya tahun lalu berlangsung cukup mengesankan, kenyataannya awal musim ini tak berjalan sesuai harapan. Motor KTM yang ia tunggangi tak mampu bersaing secara maksimal dengan para rival, membuat Acosta kesulitan tampil kompetitif di beberapa seri awal.
Performa teknis motor yang kurang memadai membuat Acosta merasa frustrasi. Dalam beberapa kesempatan, Acosta pun secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi motor yang ia nilai masih jauh dari kata optimal.
Situasi ini memicu banyak spekulasi, terutama mengenai masa depan dari pembalap asal Spanyol tersebut. MotoGP adalah olahraga yang sangat menuntut aspek kompetitif, dengan performa yang tak memuaskan, keinginan untuk pindah ke tim yang lebih kuat bukanlah hal yang mengherankan, terlebih bagi pembalap dengan ambisi besar seperti Acosta.
Rumor pun mulai beredar bahwa ia tengah mempertimbangkan opsi untuk hengkang dari KTM dan nama tim VR46 bahkan sempat muncul ke publik sebagai tujuan Acosta berikutnya, mengingat tim tersebut menggunakan motor Ducati yang saat ini menjadi motor terbaik di grid.
Namun, belum ada tanda-tanda pasti dari VR46 untuk bernegosiasi dengan pihak Acosta, terlebih mereka masih punya Franco Morbidelli. Meskipun kontraknya akan habis di akhir musim, tampaknya tim besutan Valentino Rossi itu tidak berniat untuk menggantinya.
Di sisi lain, baru-baru ini angin segar mulai berembus untuk Acosta dan KTM. Dalam gelaran Grand Prix Ceko beberapa waktu lalu, ia menunjukkan performa yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, Acosta berhasil meraih podium di dua balapan sekaligus, P2 di sprint race dan P3 main race.
Dua podium ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi Acosta saja, tapi juga sinyal positif bahwa KTM mulai menemukan arah pengembangan yang tepat. Performa kompetitif di Ceko bisa menjadi titik balik yang menentukan apakah Acosta akan memilih bertahan atau tetap mencari tim baru.
Di tengah situasi ini, komentar dari mantan juara dunia MotoGP, Jorge Lorenzo, turut menjadi sorotan. Lorenzo menyampaikan pandangannya bahwa apabila Acosta memiliki kesempatan menunggangi motor Ducati, ia diyakini akan menakutkan dan sangat sulit dikalahkan.
"Ada beberapa pembalap yang saya sukai untuk masa depan. Yang paling saya sukai adalah Acosta. Menurut saya, dia akan menakutkan di Ducati," ujar Lorenzo, dilansir dadi laman MotoGP News.
Menurutnya, gaya balap Acosta yang agresif dan cepat akan sangat cocok dengan karakteristik Desmosedici. Meskipun sekadar opini, pernyataan tersebut menyiratkan bahwa potensi Acosta sangat besar di masa depan, hanya tinggal menunggu waktu hingga ia mendapat motor yang benar-benar mendukung kemampuannya secara maksimal.
"Sekarang dengan KTM dia mengalami sedikit kesulitan. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan adalah dia agak ekstrem saat memasuki tikungan, sangat sempit, yang merupakan keuntungan dalam situasi tertentu di mana dia benar-benar mampu menutup tikungan dengan sangat baik," tambahnya.
Pedro Acosta kini berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 124 poin. Dia menjadi pembalap KTM dengan ranking tertinggi dibandingkan Brad Binder, Maverick Vinales, dan Enea Bastianini.
Kini, bola ada di tangan KTM. Apakah mereka mampu mempertahankan pembalap muda berbakat ini dengan terus meningkatkan performa motor? Atau justru akan kehilangan permata mereka karena kurang kompetitif? Hanya waktu yang akan menjawab.
Baca Juga
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP San Marino 2025: Waktunya Pembalap Italia Unjuk Gigi
-
MotoGP Catalunya 2025: Perayaan Juara Dunia Tak Akan Terjadi di Misano
-
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Giveaway Medali Kemenangan
Artikel Terkait
Hobi
-
Dihubungi John Herdman, Peluang Tampil Sandy Walsh di Timnas Kian Besar?
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?
-
Dihujat Usai Gabung Persija, Shayne Pattynama Minta Dukungan Publik!
-
Dean James Dinilai Layak Gabung Ajax, Berpeluang Susul Maarten Paes?
-
Jelang Piala Asia U-17 2026, Timnas Indonesia Bakal Uji Coba Lawan China
Terkini
-
Topeng Arsenik di Pendapa Jenggala
-
Kejujuran yang Diadili: Membaca Absurditas dalam 'Orang Asing' karya Albert Camus
-
Review Never Back Down (2008): Film dengan Latar Belakang Seni Bela Diri Campuran!
-
Kejamnya Label Sosial Tanpa Pandang Umur di Novel 'Dia yang Haram'
-
Preppy Hingga Street Style, Intip 4 Ide OOTD Layering ala Shin Eun Soo Ini!