Musim 2025 belum berjalan mulus bagi tim Red Bull Racing. Mobil RB21 mereka tampaknya tak menunjukkan hasil yang maksimal. Max Verstappen, sang juara dunia bertahan, bahkan sempat melontarkan komentar yang terdengar pesimis.
Dia menilai, dengan kondisi mobil seperti sekarang, peluang untuk meraih kemenangan lagi di sisa musim nyaris tidak ada. Pernyataan itu muncul setelah akhir pekan yang mengecewakan di Hungaroring, di mana Verstappen hanya mampu start dari posisi kedelapan saat kualifikasi dan harus puas finis di urutan kesembilan pada balapan utama.
Meski begitu, sudut pandang berbeda datang dari bos tim Red Bull, Laurent Mekies. Ia menolak anggapan bahwa performa buruk di Hungaria adalah gambaran sesungguhnya dari kondisi mobil mereka saat ini.
"Akhir pekan yang berat. Saya rasa apa yang Anda lihat akhir pekan ini tidak mencerminkan kondisi mobil. Kami menerima kenyataan bahwa kami mungkin tidak terlalu kuat di trek seperti di sini (Hungaroring), tapi apa yang kami lihat hari ini luar biasa," ujar Mekies, dilansir dari laman Autosport.
Menurutnya, hasil di satu seri tidak bisa dijadikan patokan, apalagi jika melihat fakta bahwa hanya sepekan sebelumnya, Verstappen sukses meraih kemenangan dalam sprint race di Grand Prix Belgia.
"Jadi, kalau Anda perhatikan, McLaren memang lebih cepat, tapi lihat di Spa, Max jelas mampu bertarung di hari Sabtu dan mengejutkan semua orang di sprint. Jadi, kita lihat saja nanti," tambahnya.
Mekies menegaskan, tim masih memiliki ruang untuk berkembang dan musim masih panjang. Dia mengakui bahwa ada banyak hal yang perlu dibenahi.
Bagi Mekies, setiap balapan adalah kesempatan untuk belajar, mulai mengumpulkan data, mencari solusi, dan dan melakukan perbaikan. Dia yakin, kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil yang lebih baik di paruh kedua musim.
"Musim masih sangat panjang. Sekalipun pengembangan mobol akan sangat melambat atau bahkan akan sangat minim mulai sekarang, masih banyak hal yang bisa kita pelajari, seperti yang ditunjukkan akhir pekan ini," katanya.
Saat ini, posisi Red Bull di klasemen konstruktor memang tidak sekuat musim-musim sebelumnya. Mereka menempati peringkat keempat dengan total 192 poin, tertinggal cukup jauh dari pemimpin klasemen.
Dari 13 seri yang telah digelar, Verstappen dan tim hanya mampu mencatatkan dua kemenangan di balapan utama, lima kali finis di podium, satu kemenangan sprint, dan empat kali start dari posisi terdepan. Catatan ini tergolong turun jika dibandingkan dengan dominasinya di musim lalu, tapu tetap menunjukkan bahwa mereka masih kompetitif.
Salah satu tantangan yang dihadapi Red Bull musim ini adalah menemukan konsistensi penampilan di setiap balapan. Bagi Verstappen, situasi ini memang menguji kesabaran. Ia dikenal sebagai pembalap yang selalu ingin bertarung di barisan depan, sehingga finis di luar lima besar jelas bukan hal yang memuaskan.
Namun, pengalaman dan mentalitas juara membuatnya tetap fokus pada setiap peluang yang ada. Meski pernyataannya tentang “tidak ada kemenangan lagi” terdengar pesimis, ada kemungkinan itu adalah cara Verstappen untuk memotivasi tim agar bergerak lebih cepat dalam melakukan perubahan.
Musim 2025 belum selesai dan Formula 1 telah berkali-kali membuktikan bahwa persaingan bisa berubah dalam hitungan beberapa seri saja. Dengan kerja keras, bukan tidak mungkin Red Bull bisa membalikkan keadaan di paruh kedua musim ini. Kalau menurut kalian, apakah mungkin tim Milton Keynes bisa bangkit di sisa musim 2025?
Baca Juga
-
Ogah Pusing, Max Verstappen Anggap Gelar Juara Dunia Tidak Terlalu Penting
-
Jadwal F1 GP Abu Dhabi 2025: 3 Pembalap Siap Rebut Gelar Juara Dunia
-
Jadwal MotoGP San Marino 2025: Waktunya Pembalap Italia Unjuk Gigi
-
MotoGP Catalunya 2025: Perayaan Juara Dunia Tak Akan Terjadi di Misano
-
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025: Alex Marquez Giveaway Medali Kemenangan
Artikel Terkait
Hobi
-
Sangat Berat! Media Asing Soroti Tugas John Herdman di Timnas Indonesia
-
Kaleidoskop Prestasi Bulutangkis Indonesia: 21 Gelar di BWF World Tour 2025
-
Gregoria Ajukan Protected Rank 1 Tahun, Putri KW Berjuang Sendiri di 2026?
-
Singgung Karir Patrick Kluivert, Striker Timnas Peringatkan John Herdman
-
Miliano Jonathans Sulit Tembus Skuad Utama FC Utrecht, Lebih Baik Hengkang?
Terkini
-
Pintu yang Bergerak Sendiri, Ada Apa Sebenarnya di Rumah Amanda?
-
Sinopsis Film HUBAE BOY, Drama Remaja dengan Balutan Olahraga Taekwondo
-
CERPEN: Demi Adil yang Sulit Diraih
-
Makin Panas, ADOR Gugat Danielle hingga Min Hee-jin Capai Rp499 Miliar
-
Perjalanan Menemukan Diri Sendiri dari Buku Aku yang Sudah Lama Hilang