Ayu Nabila | Desyta Rina Marta Guritno
Jorge Martin (Instagram/@88jorgemartin)
Desyta Rina Marta Guritno

Kembalinya Jorge Martin ke lintasan MotoGP musim 2025 menghadirkan warna baru yang menarik bagi persaingan di papan atas. Setelah absen cukup lama karena cedera, Martin akhirnya kembali tampil di Grand Prix Ceko pada akhir Juli lalu, menandai babak baru dalam perjalanan balapnya musim ini.

Meski baru beberapa kali membalap, performanya menunjukkan kemajuan yang patut diapresiasi. Di seri pertamanya setelah comeback, ia berhasil menyelesaikan balapan utama di posisi ketujuh, sementara di Grand Prix Hungaria, ia meningkatkan penampilannya dengan finis di peringkat keempat.

Catatan ini menjadi pertanda positif, terutama mengingat Martin baru mengendarai motor RS-GP sebanyak empat kali sepanjang musim. Di sisi lain, kebangkitan Martin tidak datang begitu saja. Selama jeda musim panas, pembalap asal Spanyol itu memanfaatkan waktu dengan sangat produktif.

Dia menjalani latihan fisik yang intens, termasuk program bersepeda yang dirancang untuk meningkatkan stamina dan menurunkan berat badannya. Latihan ini memungkinkan fisik Martin kembali ke performa terbaik, sehingga ia mampu bersaing ketat dengan pembalap-pembalap top lainnya.

Kembalinya Martin bukan hanya membawa efek positif bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi tim Aprilia secara keseluruhan. Rekan setimnya, Marco Bezzecchi, mengaku sangat senang melihat perkembangan ini.

"Saya senang untuk Jorge, yang telah menjalani balapan yang hebat. Sangat penting untuk mendapatkan lebih banyak masukan, dan Jorge dapat memberikan informasi penting kepada para teknisi, selain informasi saya dan para pembalap Trackhouse," ujar Marco Bezzecchi, dilansir dari laman MotoGP News.

Bezzecchi menilai bahwa seorang pembalap dengan talenta besar seperti Martin tidak akan lama terpuruk meskipun menghadapi cedera serius. Semangat Martin diyakini menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh anggota tim, dengan semangat kerjasama ini mereka yakin bisa membawa Martin kembali bersaing di barisan depan.

"Kami tahu dia akan datang, dan dia akan cepat. Seorang pembalap tidak pernah lupa cara mengendarai motor, terutama juara dunia seperti dia. Saya menghabiskan banyak waktu bersamanya, dan sungguh menakjubkan betapa dia bekerja keras dalam segala hal. Saya sangat senang untuknya," tambahnya

Performa Martin yang meningkat tajam otomatis menarik perhatian banyak penggemar MotoGP. Penampilan konsisten setelah cedera, ditambah dengan hasil yang mengesankan di beberapa seri, membuat sorotan kembali tertuju pada juara dunia musim lalu itu.

Usahanya dalam melatih fisik, menyusun strategi balap yang matang, dan memanfaatkan pengalaman membuat Martin mampu kembali kompetitif lebih cepat daripada perkiraan banyak orang.

Selain Martin yang mulai menunjukkan kemampuannya di barisan depan, Bezzecchi sendiri sedang menikmati performa positif dalam balapannya. Dia sedang menargetkan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara dengan berusaha menyalip Pecco Bagnaia, yang saat ini menempati posisi ketiga.

Dengan performa kedua pembalap yang sedang bagus-bagusnya, Aprilia bisa berjuang untuk memperbaiki posisi di klasemen tim maupun pembalap. Diketahui saat ini Aprilia berada di urutan kelima klasemen tim sementara, terdekat, mereka bisa mengincar posisi 4 yang kini dihuni oleh KTM pabrikan dengan selisih 23 poin saja.

Masukan yang diberikan Martin pada Aprilia juga akan membantu meningkatkan performa keduanya, dengan kata lain, kesempatan Marco Bezzecchi untuk menyalip Pecco Bagnaia di klasemen juga makin terbuka lebar.

Kesimpulannya, comeback Jorge Martin tidak hanya membuktikan bahwa masa Jorge Martin belum habis, tetapi juga membawa dampak positif bagi tim Aprilia secara keseluruhan. Bersama Bezzecchi, mereka kini menatap sisa musim 2025 dengan rasa percaya diri dan siap bersaing ketat dengan rival-rival terdepan di setiap seri.