Pelatih Timnas Indonesia yang mengabdi sebelum kedatangan Patrick Kluivert, Shin Tae-yong kerap mendapatkan tudingan yang tak menyenangkan dari beberapa kalangan yang tak sejalan dengannya.
Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu isu yang sering diangkat untuk mengudeta STY dari posisinya sebagai pelatih kepala di Timnas Indonesia senior adalah kendala bahasa.
Bahkan, pasca dirinya dipaksa harus turun dari kursi kepelatihan di Pasukan Garuda, isu tentang hal ini masih saja menjadi gorengan yang panas dan semakin menyudutkan eks pelatih Timnas Korea Selatan tersebut.
Sebuah isu yang tentunya semakin memperkeruh suasana, dan sampai saat ini belum terbukti kebenarannya.
Uniknya, dalam sebuah unggahan akun instagram resminya beberapa waktu lalu, eks Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau yang biasa dipanggil dengan nama Iwan Bule sempat menyenggol permasalahan ini.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun instagramnya @mochamadiriawan84, eks ketua umum PSSI tersebut menyatakan bahwa sejatinya tak terjadi permasalahan yang berarti meskipun STY dan para pemainnya memiliki bahasa yang berbeda.
Dalam video yang juga berisikan saran dari Iwan Bule kepada PSSI untuk mempertimbangkan kembali STY sebagai pelatih Timnas Indonesia itu, pria yang juga merupakan anggota Kepolisian Republik Indonesia tersebut menyampaikan beragam alasan mengapa induk sepak bola Indonesia itu bisa memasukkan nama STY sebagai pelatih pengganti Kluivert.
Termasuk di dalamnya, yang berkaitan dengan bahasa. Dalam pandangan Iriawan, meskipun STY dan para pemainnya memiliki bahasa yang berbeda, namun hal itu bukan masalah besar dan menggerogoti kualitas permainan Timnas.
"Meskipun secara bahasa, STY kadang-kadang memakai bahasa Korea tapi sudah dimengerti oleh anak-anak Timnas," ujar Iwan Bule dalam video tersebut.
Tentu saja pernyataan dari eks Ketua Umum PSSI ini seperti memberikan tamparan yang menohok kepada pihak-pihak yang menjadikan isu ini sebagai senjata untuk memojokkan coach Shin.
Hanya berdasarkan asumsi, mereka menjatuhkan pelatih berdarah Korea Selatan tersebut dan melengserkannya dari kursi kepelatihan Timnas.
Sementara Iwan Bule, tentu pernyataannya jauh lebih valid dan terpercaya karena dirinya berada dalam sistem tersebut.
Sehingga, ketika pada akhirnya ketua umum yang digantikan oleh Erick Thohir tersebut angkat bicara walaupun hanya menyenggol, namun hal itu akan serta merta membuat gorengan isu bahasa yang menerpa STY beserta para pemain Timnas Indonesia akan runtuh.
Bagaimana tidak, Iwan Bule adalah orang yang merasakan langsung atmosfer ketika STY dan para pemainnya berkumpul. Sehingga akan jauh lebih meyakinkan ketimbang mereka yang hanya bermodalkan asumsi belaka.
Kalau sudah begini, sepertinya satu per satu isu dan gorengan yang diembuskan oleh mereka yang kontra dengan STY akan terbongkar seiring dengan berjalannya waktu.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Keterlaluan! Alex Pastoor Kini Serang Suporter Indonesia, Bongkar Sisi Gelap
-
Alex Pastoor Ungkap Sisi Manis Latih Timnas Indonesia
-
Dapat Tawaran Melatih, Alex Pastoor akan Bekerja Sama dengan Patrick Kluivert Lagi
-
Segrup dengan Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025, Pelatih Singapura Mengaku Ngeri
-
Timnas Indonesia Tak Diajak! 5 Negara ASEAN yang Melesat di Ranking FIFA
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan