Dalam persiapannya membentuk tim terbaik untuk gelaran SEA Games di Thailand pada akhir tahun nanti, Indra Sjafri telah mengumumkan pemanggilan pemain untuk memperkuat pasukannya.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram @timnasindonesia pada awal bulan Oktober lalu, nama gelandang tengah berpengalaman, Ivar Jenner turut masuk dalam list pemanggilan.
Namun, hingga saat ini sang pemain masih belum menampakkan batang hidungnya dalam persiapan tim, sehingga di berbagai media muncul spekulasi jika sang pemain tak akan menjadi bagian dari skuat SEA Games nanti.
Memang, jika dilihat dari kaca mata nasionalisme, tak merapatnya Ivar Jenner ke pemusatan latihan dapat dikatakan kurang etis. Namun jika dilihat dari kaca mata profesionalisme dan masa depan karier sang pemain, sejatinya tak apa-apa jika nantinya Ivar Jenner menolak untuk bergabung ke skuat.
Ingat, sama halnya dengan Piala AFF, SEA Games sendiri adalah turnamen yang tak diakui oleh FIFA. Sehingga dalam hal bergabung atau tidaknya seorang pemain ke Timnas, peran dari pihak klub lah yang paling menentukan.
Bukan hanya alasan kalender FIFA dan izin klub saja yang bisa membuat tak bergabungnya Ivar Jenner ke SEA Games nanti memiliki pembenaran, namun juga karena performa sang pemain yang tengah menanjak saat ini bisa menjadi sebuah hal yang membenarkan Ivar untuk tak merapat.
Jika kita berkaca pada data performa Jenner di laman transfermarkt, sang pemain saat ini tengah menjalani musim yang nyaman bersama FC Utrecht.
Jika tak berada dalam dekapan cedera, gelandang berusia 21 tahun tersebut selalu diturunkan oleh sang pelatih untuk mengawal lini tengah klub satelit salah satu raksasa di persepakbolaan Belanda tersebut.
Tak hanya sampai di sana, status Jenner yang di musim 2025/2026 ini juga didaftarkan sebagai anggota tim Utrech senior juga harus menjadi pertimbangan sendiri.
Meskipun belakangan ini kerap bermain di tim muda Utrecht, namun dengan statusnya yang juga berlabel bagian dari tim utama Utrech membuat kans pencetak gol ke gawang Irak di laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 tahun lalu itu terbuka sangat lebar.
Jika Jenner mampu menampilkan performa yang apik, maka dengan statusnya musim ini yang terdaftar di tim utama dan di tim muda, bisa membuat klub memperlakukannya dengan dinamis, di mana dirinya bisa naik-turun ke tim utama atau tim satelit tanpa harus melewati regulasi yang mengikat.
Jika melihat dari berbagai sudut pandang seperti di atas, maka tak ada salahnya jika nantinya Ivar Jenner lebih memilih untuk fokus ke klubnya saat ini ketimbang memenuhi panggilan ke Timnas SEA Games.
Jadi, jangan sampai ada hujatan yang tak perlu jika nantinya hal ini terjadi!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
-
April Mop: Selain Bukan Budaya, Juga Tak Cocok dengan Rakyat Indonesia yang Nanggung Literasinya
Artikel Terkait
-
Kemungkinan Gabung Timnas Indonesia Kecil, Park Hang-seo Takut Dipecat PSSI di Tengah Jalan
-
Media Belanda Soroti Calvin Verdonk dan Jay Idzes yang Pasang Badan untuk Erick Thohir
-
5 Wonderkid Paling Berbahaya di SEA Games 2025, Rafael Struick Siap Buktikan Kelasnya!
-
Profil Jaden Montnor, Pemain Keturunan Medan yang Berpeluang Mentas di Piala Dunia 2026
-
Eks Real Madrid Sepakat dengan Suporter Timnas Indonesia, Wajar Murka ke Patrick Kluivert
Hobi
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
-
Gelar Juara Dunia Terbuka, Jorge Martin Tak Menolak Jika Ada Kesempatan
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
Terkini
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
-
Generasi Z dan Ilusi Kesuksesan Modern: Jabatan Masih Relevan Nggak Sih?
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Mata yang Mengintip dari Dalam Air
-
Review Serial Sins of Kujo: Realita Pahit Hukum yang Memihak Para Kriminal