Mantan asisten pelatih timnas Indonesia, Alex Pastoor menjadi sorotan usai dirinya memberikan pernyataan kontroversial mengenai timnas Indonesia dan targetnya lolos ke ajang Piala Dunia 2026. Melansir dari laman berita suara.com (23/10/2025), menurut mantan pelatih klub Almere City tersebut, target timnas Indonesia lolos ke ajang Piala Dunia 2026 sangat tak realisti karena lawan-lawan yang dihadapi jauh memiliki peringkat di atas Indonesia.
“Mereka (PSSI) berkonsultasi beberapa hari setelah kembali dari Jeddah dan memutuskan bahwa di sinilah semuanya berakhir. Sejauh yang saya pahami, kesepakatannya ada tiga. Mencapai Piala Dunia memang luar biasa, tetapi sebagai tim peringkat ke-119, hal itu tidak mudah atau logis,” ujar Alex Pastoor.
Pernyaan yang kontroversial tersebut memang sempat memantik amarah dari banyak fans timnas Indonesia dari berbagai kalangan. Pasalnya, hal yang dilontarkan oleh Alex Pastoor tersebut seakan-akan meremehkan target timnas Indonesia yang dinilai tak logis karena berkaca dari level peringkat timnas Indonesia yang terbilang cukup rendah jika dibandingkan lawan-lawannya di babak ronde keempat ajang kualifikasi kemarin.
Padahal, dalam babak ronde keempat kemarin ada Arab Saudi yang notabene pernah bisa kalahkan di babak ronde ketiga saat masih dilatih oleh Shin Tae-yong. Namun, di babak ronde keempat kemarin, justru timnas Inddonesia takluk dengan skor 2-3.
Meskipun pernyataan kontroversial Alex Pastoor mengenai target timnas Indonesia terkesan meremehkan. Namun, di sisi lain, ternyata ada pernyataan Alex Pastoor yang ternyata ada benarnya, yakni kritik mengenai kondisi kompetisi di Indonesia.
Kritik Alex Pastoor Mengenai Sistem Kompetisi Indonesia yang Belum Baik, Benarkah?
Salah satu kritik Alex Pastoor yang mungkin bisa jadi bahan evaluasi PSSI dan I-League selaku operator liga Indonesia adalah kondisi kompetisi yang masih belum terstruktur dengan baik. Melansir dari laman berita ANTARA (22/10/2025), Alex Pastoor sejatinya memuji kualitas para pemain Indonesia yang cukup luar bisa di tengah-tengah keterbatasan fasilitas liga yang ada.
Bahkan, Alex Pastoor dan asisten pelatih lainnya kala itu, yakni Danny Landzaat juga menyebut para pemain Indonesia memiliki teknik yang baik di tengah-tengah kondisi lapangan permainan yang buruk. Hal inilah yang dirasa menjadi kritik bagi banyak pihak terkait sistem liga Indonesia dan fasilitas penunjangnya.
“Kami melihat sendiri, para pemain Indonesia itu punya teknik bagus. Bahkan di lapangan tak rata pun mereka masih bisa bermain dengan sentuhan bagus. Denny Landzaat bahkan ke Maluku, melihat pemain bermain di lapangan dengan kondisi buruk, tapi kemampuan teknisnya tetap mengesankan. Masalahnya adalah belum ada kompetisi yang benar-benar diselenggarakan dengan rapi,” ujar Alex Pastoor.
Pernyataan Alex Pastoor terkait kondisi liga di Indonesia yang belum terstruktur dengan rapi tersebut memang ada benarnya. Selain hanya memiliki empat kasta liga profesional saat ini, PSSI belum juga menyelenggarakan kompetisi pendamping seperti Piala Liga atau dulunya bernama Piala Indonesia.
Melansir dari laman resmi ileague.id, ajang Piala Indonesia sendiri sejatinya akan mulai digelar pada musim 2025/2026 ini. Namun, pelaksanaanya harus mundur pada musim 2026/2027 mendatang. Kondisi ini juga sempat dikritik oleh banyak pihak termasuk para pemilik klub liga Indonesia sendiri.
Selain itu, tak adanya liga kasta wanita yang dikelola secara profesional juga jadi permasalahan lain di Indonesia. PSSI dan I-league sendiri menyebut penyelenggaraan liga Indonesia baru bisa digelar pada musim 2027/2028 mendatang. tentunya hal itu juga masih belum pasti kedepannya.
Jadi, tak semua pernyataan kritikan Alex Pastoor bernada sinis kepada pesepakbolaan Indonesia. Adapula kritiknya yang menyinggung kompetisi di Indonesia yang sejatinya ada benarnya dan seharusnya bisa jadi bahan evaluasi bagi PSSI dan I-league selaku operator liga.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Piala Dunia U-17: Tak Sulit, Ini Skenario Lolos Fase Grup Timnas Indonesia
-
Penyesalan Bintang Belgia Tak Pilih Timnas Indonesia, Kini Pintu Sudah tertutup
-
Atep Yakin Indra Sjafri Bisa Antar Timnas Indonesia Juara SEA Games 2025 karena Ini
-
Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Kena Sentil Eks Gelandang AS Roma
-
Atep ke Timnas Indonesia soal Gagal ke Piala Dunia 2026: Juara AFF Saja Dulu
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
Hardiknas Dirayakan, Tapi Mengapa Pendidikan Masih Menyisakan Kekhawatiran?
-
Seni Mengenal Diri Lewat Teman: Membaca Kita Adalah Siapa yang Kita Temui
-
Buku Waras di Zaman Edan: Seni Bertahan Tanpa Ikut Gila
-
Seunghoon CIX Umumkan Pensiun dari Dunia Musik, Tutup Perjalanan 7 Tahun
-
Kupeluk Kamu Selamanya: Sebuah Refleksi Kasih Tanpa Batas, Ruang, dan Waktu