Kurang lebih satu bulan pasca mengakhiri jalinan kerja sama dengan Patrick Kluivert, induk sepak bola Indonesia akhirnya memberikan tanda-tanda bakal segera merilis siapa sosok pelatih anyar untuk Skuat Garuda.
Dilansir laman Suara.com (20/11/2025), Yunus Nusi yang merupakan Sekretaris Jenderal PSSI, memberikan kode bahwa pelatih anyar Timnas Indonesia senior segera diumumkan ke publik. Meskipun tak menyebutkan tanggal pasti, namun Yunus Nusi menyatakan bahwa pengumuman itu paling lambat akan dilakukan oleh federasi pada pekan depan.
Terlepas dari siapapun pelatih yang mengisi jabatan kursi panas di Timnas Indonesia, sosok pelatih anyar itu nantinya harus rela untuk dirundung dengan standar tinggi yang diwariskan oleh pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong.
Apapun pencapaian yang didapatkan oleh sang pelatih baru, dirinya sudah pasti akan selalu dibanding-bandingkan dengan sosok pendahulunya itu.
Alih-alih pencapaian, dalam hal permainan pun sang pelatih anyar juga harus berlapang dada dan berbesar hati jika nantinya hasil racikan yang disuntikkannya ke permainan Skuat Garuda, tak seimpresif dan tak seindah yang dilakukan oleh STY.
Memang, mau tak mau kita harus mengakui, STY telah meninggalkan standar yang tinggi di tubuh Timnas Indonesia. Selain membuat beragam sejarah baik ketika di Timnas Indonesia senior maupun di kelompok umur, coach Shin juga mewariskan standar permainan yang tinggi dalam tim.
Dalam transformasinya bersama Shin Tae-yong, level Indonesia yang semula hanya mentok berada di kawasan regional, meningkat drastis hingga nyaris menggapai level dunia.
Jika dulunya Pasukan Garuda selalu kesulitan untuk mengalahkan tim sekelas Malaysia, Thailand dan Vietnam, di era eks pelatih Timnas Korea Selatan tersebut untuk mengalahkan tim sekaliber China, Bahrain dan Arab Saudi pun bukan sebuah hal yang mustahil.
Di era kepelatihanya, Timnas Indonesia sudah tak lagi berada di level ecek-ecek skala ASEAN seperti sebelumnya. Mereka sudah terbiasa dengan standar tinggi yang selama ini diberikan dan direalisasikan oleh coach Shin, sehingga mereka menuntut pelatih Timnas Indonesia bisa menyamai apa yang telah diberikan oleh pelatih yang memulangkan Jerman di Piala Dunia 2018 tersebut.
Dan hal inilah yang harus ditanggung oleh siapapun yang menjadi pelatih anyar Timnas Indonesia nanti. Imbas nama besar STY dan standar tinggi yang diwariskannya dalam tim, nakhoda baru Pasukan Garuda harus siap jika nantinya apapun yang dilakukannya akan disandarkan kepada STY sebagai tolok ukur kesuksesan melatih di Timnas Indonesia.
Yah, mau bagaimana lagi, tolok ukur kesuksesan Timnas Indonesia sejauh ini memang saat bersama Shin Tae-yong. Sehingga siapapun nanti yang menjadi penggantinya, mau tak mau harus rela untuk dirundung dengan standar tinggi yang telah ditancapkan oleh pelatih kesayangan para pendukung Pasukan Garuda itu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Breaking News! Nova Arianto Resmi Terpilih Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto Singgung Soal Road Map
-
Terkuak Alasan PSSI Ogah Umumkan Identitas 5 Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
PSSI: Calon Pelatih Timnas Indonesia Sudah Ada, Tapi Namanya Jangan Disebut Yah...
-
PSSI Simpan Rapat 5 Nama Calon Pelatih Timnas Indonesia, Kenapa Ditutup-tutupi?
Hobi
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
-
Tak Lagi Harmonis, 2 Pembalap Aprilia Perang Dingin Sejak GP Hungaria
-
Nyesek! Fabio Quartararo Ternyata Bukan Pilihan Utama Honda untuk Direkrut
Terkini
-
Review Serial A Shop for Killers Season 2: Drama Pertarungan Paling Cadas!
-
Naoko Karya Keigo Higashino: Saat Jiwa Seorang Ibu Hidup dalam Tubuh Putrinya
-
BGN Rilis Aplikasi Reviu MBG: Apakah Digitalisasi Menjawab Akar Masalah?
-
WIND UP: The Movie Membuktikan Olahraga Bukan tentang Kemenangan Semata
-
Ulasan Novel Testimony of N: Ketika Kebohongan Menjadi Bentuk Perlindungan