Setelah beberapa waktu melakukan pencarian bakat, kelemahan-kelemahan para pemain sepak bola Indonesia, dikuliti oleh talent scouting PSSI, Simon Tahamata.
Figur penting yang bekerja dalam senyap untuk mencari para putra terbaik Indonesia tersebut beberapa waktu lalu memberikan komentar terkait permasalahan yang kerap muncul dalam diri pesepak bola Indonesia.
Sepertimana dilansir laman resmi PSSI, eks pemain Timnas Belanda dan Ajax Amsterdam tersebut menilai, di balik potensi besar yang dimiliki oleh bibit-bibit terbaik persepakbolaan Indonesia, terselip dua permasalahan utama yang sangat mengganggu.
"Banyak pemain punya kemampuan teknis bagus, cepat, dan kreatif. Tapi yang masih perlu dibangun adalah disiplin dan mental bertanding. Bakat itu penting, tapi tanpa karakter, pemain akan cepat hilang," terang Simon seperti dikutip dari laman PSSI.
Dilihat dari komentar yang terlontar dari Simon, pria berdarah Maluku tersebut membeberkan bahwa setidaknya ada dua kelemahan yang kerap diidap oleh para pemain dari Indonesia, yakni disiplin dan mental bertanding.
Seperti familiar bukan? Iya, 2 kelemahan ini terbilang sangat familiar di telinga para penggemar sepak bola nasional karena memang juga kerap disinggung oleh pemain Timnas Indonesia sebelumnya, Shin Tae-yong.
Ketika awal menangani Pasukan Garuda, di setiap level Timnas yang dipegangnya, Shin Tae-yong selalu membeberkan bahwa permasalahan mental darn kedisiplinan lah yang menjadi dua pokok utama kendala di Timnas. Sehingga setiap program yang dijalankan oleh STY, selalu menitikberatkan pada peningkatan dua hal paling minus tersebut.
Uniknya, komentar dari Simon Tahamata ini juga seharusnya menjadi sebuah masukan tak langsung bagi PSSI yang kini tengah disibukkan untuk mencari pelatih anyar untuk Timnas Indonesia senior.
Berkaca dari apa yang disampaikan oleh Simon, seharusnya induk sepak bola Indonesia tersebut memilih pelatih yang memiliki perhatian lebih kepada aspek disiplin dan mental bertanding anak asuhnya. Setidaknya, pelatih anyar Timnas Indonesia nanti memiliki komitmen yang kuat untuk membenahi dua hal ini sepertimana yang dilakukan oleh STY dulu.
Pasalnya, di era kepelatihan STY, pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu terbilang sukses dalam melakukan transformasi di tubuh Skuat Garuda. Timnas Indonesia yang sebelumnya terbilang biasa-biasa saja, berubah menjadi tim yang tak gentar untuk bertarung dan memiliki orientasi bertanding yang jelas, yakni menaklukkan musuh-musuh yang dihadapinya, tak peduli sekuat apapun mereka.
Pun demikian dengan sisi kedisiplinan. Bukan hanya ketika di lapangan, STY juga melakukan tindakan tegas kepada pemain yang dianggapnya menyepelekan kedisiplinan, bahkan tak segan mencoret mereka dari skuat tanpa peduli nama besar sang pemain sekalipun.
Dan berpijak dari kometar Simon Tahamata maupun fakta yang berbicara di lapangan, dalam kontestasi pemilihan pelatih anyar untuk Timnas Indonesia ini, PSSI harusnya memberikan prioritas utama kepada pelatih yang memiliki karakter seperti STY.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris
-
Argentina vs Spanyol: Adu Tajam Lini Depan vs Tembok Pertahanan di Final Piala Dunia 2026
-
Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!
Artikel Terkait
-
Target Medali Perak Timnas Indonesia di SEA Games 2025: Realistis atau Pesimistis?
-
Giovanni van Bronckhorst Keturunan Mana? Calon Kuat Pelatih Timnas Indonesia
-
Tanda-tanda Giovanni van Bronckhorst ke Timnas Indonesia
-
Giovanni van Bronckhorst Makin Dekat dengan Timnas Indonesia, Media Inggris Kasih Bukti Ini
-
Diundang Presiden, Giovanni van Bronckhorst Batal ke Indonesia
Hobi
-
Argentina Tumbang, Spanyol Rebut Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
Jude Bellingham Ukir Rekor Baru, Kukuhkan Posisi sebagai Bintang Top?
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
-
Prancis vs Inggris: Demi Sepatu Emas Mbappe, Les Bleus Bakal Tampil Ganas?
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
Terkini
-
Mau Wisuda Kekinian tapi Tetap Hemat? Ini 6 Tips yang Bisa Dicoba
-
Ulasan Series Running Point, Ketika Ratu Pesta Menjadi Presiden Klub Basket
-
Manga Tougen Anki Tembus 6 Juta Kopi yang Beredar, Popularitas Terus Naik
-
Mengapa Saya Tetap Mendukung Argentina dari Era Maradona hingga Messi
-
Kisah Haru Anak Kuba di Tengah Revolusi: Review How to Say Goodbye in Cuban