Bulan Desember 2025 akan menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh para pendukung setia Timnas Indonesia. Bukan karena menunggu PSSI mengumumkan pelatih yang baru untuk Timnas Indonesia senior, namun karena mereka menunggu pengumuman dari Induk Sepak Bola Dunia, FIFA untuk mengumumkan para pemenang beragam penghargaan yang mereka inisiasi.
Bagi para pendukung Timnas Indonesia, tentunya mereka menunggu pengumuman pemenang penghargaan kategori FIFA Puskas Awards 2025. Pasalnya, salah satu penggawa Timnas Indonesia, Rizky Ridho, turut bersaing untuk memperebutkan label prestisius tersebut dengan melawan lesakan-lesakan indah dari seluruh penjuru dunia.
Bukan hanya akan membuat kebanggaan bagi persepakbolaan Indonesia, jika nantinya pemain Persija Jakarta tersebut sukses memenangi ajang penghargaan, maka hal itu juga akan menjadi pelipur lara bagi ratusan juta hati para pendukung setia Timnas Indonesia yang mimpinya tercabik-cabik di seperempat akhir tahun 2025 ini.
Bagaimana tidak, para pendukung setia Pasukan Garuda yang mengakhiri tahun 2024 dengan beragam harapan yang membumbung imbas kesuksesan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 dan Timnas Indonesia senior di babak kualifikasi Piala Dunia 2026, harus mengawali tahun ini dengan kekecewaan yang mendalam dengan adanya pergantian pelatih dari STY ke Patrick Kluivert.
Meskipun mendapatkan banyak protes bahkan kecaman dari khalayak imbas pergantian pelatih itu, federasi tetap bergeming dan memilih untuk abai dari suara-suara pendukung Timnas Indonesia di tataran akar rumput.
Hingga pada titik puncaknya, imbas pergantian pelatih tersebut mengalami kegagalan total. Alih-alih lolos langsung ke Piala Dunia melalui jalur ronde ketiga, Pasukan Garuda yang terseok hingga ronde keempat justru terkapar dan kalah bersaing dari Arab Saudi serta Irak.
Harapan para pendukung setia Timnas Indonesia untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka bertarung di Piala Dunia 2026 yang di akhir tahun 2024 lalu masih begitu tinggi, perlahan mulai tergerus hingga akhirnya pupus di pekan kedua bulan Oktober tahun 2025, yang mana hanya berselang 10 bulan saja pasca didepaknya STY dari kursi kepelatihan.
Kekecewaan yang dirasakan oleh para pendukung juga bertambah tebal di tahun 2025 ini, mengingat Pasukan Garuda Muda, Timnas Indonesia U-23 yang berstatus sebagai semifinalis gelaran sebelumnya, harus gagal total di fase kualifikasi yang ironisnya digagalkan oleh Korea Selatan, lawan yang mereka tundukkan di fase 8 besar turnamen tahun 2024 lalu.
Sehingga, ketika nama Rizky Ridho masuk sebagai salah satu nominee di ajang penghargaan FIFA Puskas Awards 2025, setitik harapan dari para pendukung setia mendapatkan sematan yang tepat.
Karena nantinya, kemenangan yang didapatkan oleh Rizky Ridho bukan hanya akan membawa kebanggaan, namun hal itu juga akan menjadi kado manis yang mungkin saja bisa sedikit menjadi pelipur beragam luka para pendukung setia Timnas Indonesia yang berkali-kali digoreskan oleh federasinya sendiri.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Jay Idzes Bermain Solid, Sassuolo Hajar Fiorentina dengan Skor 3-1
-
Media Vetnam: Filipina Kuda Hitam, Timnas Indonesia Calon Juara SEA Games 2025
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia U-22 vs Filipina, Komposisi Gahar di Perdana SEA Games 2025
-
PSSI Diminta Rekrut Pelatih DNA Piala Dunia, Siapa Dia?
-
4 Pemain Keturunan Jadi Andalan Terakhir Timnas Indonesia di SEA Games 2025
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?
-
Memaknai Cinta Bagi Orang Dewasa di Novel Hingga Ujung Cakrawala