Memiliki lahan sempit bukan lagi alasan untuk tidak berkebun. Saat ini, banyak tanaman buah yang tetap bisa tumbuh subur meski hanya ditanam di polybag.
Metode ini menjadi solusi praktis bagi kamu yang tinggal di rumah dengan halaman terbatas, kos, atau bahkan apartemen. Selain hemat tempat, menanam buah di polybag juga memudahkan perawatan dan pemindahan tanaman sesuai kebutuhan sinar matahari.
Kuncinya ada pada pemilihan jenis tanaman, ukuran polybag yang sesuai, media tanam yang gembur, serta perawatan rutin. Jika dilakukan dengan benar, tanaman buah di polybag tetap bisa berbuah lebat dan memuaskan.
Berikut beberapa tanaman buah yang dikenal cocok ditanam di polybag untuk menunjang aktivitas berkebun rumahan secara praktis dan efisien.
1. Jambu Air
Jambu air termasuk tanaman buah yang cukup ideal ditanam di polybag karena memiliki pertumbuhan tegak dengan sistem perakaran yang relatif kompak. Tanaman ini juga dikenal cepat berbuah, terutama jika menggunakan bibit hasil cangkok atau okulasi dari varietas unggulan seperti King Rose dan Citra.
Meski ditanam di ruang terbatas, jambu air tetap dapat tumbuh produktif. Perawatan yang perlu diperhatikan meliputi penyiraman rutin untuk menjaga kelembapan tanah serta pemangkasan berkala agar tajuk tanaman tetap rapi dan seimbang. Paparan sinar matahari yang cukup juga berperan penting dalam proses pembungaan dan pembuahan.
2. Jeruk
Tanaman jeruk, seperti jeruk nipis, lemon, jeruk purut, hingga jeruk santang, termasuk jenis tanaman buah yang mudah beradaptasi dengan media tanam polybag. Hal ini disebabkan oleh sistem perakarannya yang cenderung dangkal sehingga tidak membutuhkan ruang tanam yang terlalu luas.
Namun, tanaman jeruk memerlukan perhatian khusus karena cukup rentan terhadap serangan hama seperti kutu putih dan tungau. Pemantauan rutin perlu dilakukan agar gangguan tersebut dapat segera ditangani. Selain itu, media tanam harus memiliki drainase yang baik karena jeruk tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah.
3. Srikaya
Srikaya juga termasuk tanaman buah yang mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di polybag berukuran sedang. Ukuran tanamannya yang tidak terlalu besar menjadikannya cocok untuk ditanam di pekarangan rumah yang terbatas.
Agar hasilnya optimal, disarankan menggunakan bibit hasil sambung atau okulasi karena lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji. Pemupukan secara rutin dan penggantian media tanam setiap beberapa tahun diperlukan untuk menjaga ketersediaan nutrisi bagi tanaman.
4. Anggur
Meskipun dikenal sebagai tanaman merambat, anggur tetap bisa ditanam di polybag berukuran besar. Tanaman ini membutuhkan bantuan rambatan sederhana agar pertumbuhannya dapat terarah dengan baik. Penempatan di area yang mendapat sinar matahari langsung sangat disarankan untuk mendukung proses fotosintesis.
Untuk merangsang pembuahan, anggur memerlukan pemangkasan ekstrem atau pruning secara berkala. Selain itu, pemberian pupuk dengan kandungan kalium yang cukup berperan penting dalam meningkatkan kualitas buah, terutama dari segi rasa dan tingkat kemanisan.
5. Tomat
Tomat merupakan tanaman buah yang mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di polybag asalkan mendapat cukup sinar matahari dan nutrisi.
Gunakan ajir untuk menopang batang tomat agar tidak mudah roboh saat mulai berbuah. Lakukan pemangkasan tunas liar supaya pertumbuhan lebih fokus pada pembentukan buah. Tomat biasanya mulai bisa dipanen dalam waktu 2–3 bulan setelah tanam.
Menanam tanaman buah di polybag bukan hanya menghemat ruang, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri saat melihat tanaman tumbuh dan berbuah. Dengan memilih jenis tanaman yang tepat dan melakukan perawatan sederhana, berkebun di rumah tetap bisa dilakukan secara praktis dan menyenangkan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Parfum Aroma Manis Unisex untuk Hadiah Valentine, Romantis dan Berkesan!
-
5 Drama China Tayang Februari 2026 yang Wajib Masuk Wishlist!
-
4 Mix & Match Outfit Boyish ala Zee Asadel, Keren Maksimal Tanpa Ribet!
-
5 Promo Kuliner Valentine 2026 yang Bikin Makan Berdua Makin Hemat!
-
Sinopsis Film Rumah Tanpa Cahaya: Saat Kehilangan Ibu Mengubah Arti Rumah
Artikel Terkait
-
4 Jenis Bunga Sedap Malam yang Cocok Jadi Tanaman Hias di Rumah
-
Jadi Pemasok MBG, Omzet Petani Hidroponik di Madiun Naik 100 Persen
-
5 Tanaman Bunga yang Tidak Butuh Sinar Matahari, Cocok untuk Ruangan Indoor
-
Aroma Hangus Masih Tercium, Pedagang Tetap Jualan di Puing Kios Pasar Induk Kramat Jati
-
Mini Garden Terrarium: Tren Healing Baru untuk Gen Z yang Penat
Hobi
-
Gabung Grup Neraka, Ini Peluang Lolos Indonesia di Piala Asia U-17 2026
-
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
-
Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?
-
Indonesia Urung Tampil, Sepak Bola Asian Games Dipastikan Kehilangan Satu Kekuatan Terbaik
-
Hijrah ke Mesin V4, Pembalap Yamaha Justru Kecewa dengan Performa Motornya
Terkini
-
Mengenal Fenomena Happy Burnout di Dunia Kerja Indonesia
-
4 Parfum Aroma Manis Unisex untuk Hadiah Valentine, Romantis dan Berkesan!
-
Film Ahlan Singapore: Kisah Cinta di Negeri Singa yang Menyentuh Hati
-
FOMO yang Menggerakkan: Mulai dari Ikut Tren Jadi Rutinitas Hidup Sehat Anak Muda
-
Chi-Fuyo Resmi Dapat Adaptasi Anime, P.A. Works Siap Hidupkan Kisah Rein