Hayuning Ratri Hapsari | e. kusuma .n
Moh. Zaki Ubaidillah (PBSI)
e. kusuma .n

Laga semifinal Thailand Masters 2026 sektor tunggal putra dipastikan menyedot perhatian publik bulu tangkis Indonesia. Dua wakil Merah Putih, Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah, akan saling berhadapan dalam duel sarat gengsi, emosi, dan misi pembuktian.

Bukan sekadar tiket ke final, pertandingan ini juga membawa cerita lama yang belum tuntas di pertemuan terakhir di mana Ubed harys menelan kekalahan dari Alwi di SEA Games 2025. Pertemuan dua wakil Pelatnas ini menjadi gambaran kuat regenerasi tunggal putra yang semakin menjanjikan di level internasional.

Perjalanan Ubed Menuju Semifinal: Bangkit dari Tekanan

Moh. Zaki Ubaidillah melangkah ke semifinal Thailand Masters 2026 dengan perjuangan yang tidak mudah. Dalam laga sebelumnya, Ubed harus melewati pertandingan ketat yang menguras fisik dan mental kontra Brian Yang.

“Alhamdulillah bisa bermain dengan baik dan tanpa cedera juga. Tadi kalah di game pertama, mungkin pikirannya masih kosong dan belum tau arah bolanya mau ke mana, serta lawan juga lebih banyak nyolong tempo permainan,” ujar Ubed.

Namun, kekuatan utama Ubed terlihat justru saat berada dalam tekanan. Di game kedua, pertandingan berlangsung kejar-kejaran poin. Pada momen krusial itu, Ubed menegaskan soal mental bertarung menjadi kunci.

“Game kedua sempat kejar-kejaran poin dan disitu saya terus bertekad untuk rasa tidak mau kalahnya harus ada dan akhirnya bisa melewati tekanan,” lanjutnya.

Ubed juga menilai lawannya tampil sangat solid dan minim kesalahan, sehingga ia harus mengadu reli panjang dan konsistensi pukulan. Pengalaman ini menjadi modal penting menjelang laga semifinal.

Fokus dan Recovery Jadi Kunci Ubed

Menatap semifinal Thailand Masters 2026, Ubed menuturkan tentang menjaga fokus dan pemulihan fisik sebagai prioritas utama. Jadwal padat dan intensitas pertandingan membuat faktor recovery menjadi krusial.

“Persiapan untuk laga besok, harus jaga fokus dan pikiran serta recovery. Jika bertemu Alwi saya ingin balas kekalahan sebelumnya,” tegas Ubed.

Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa duel melawan Alwi bukan sekadar pertandingan biasa. Ada “luka lama” dari SEA Games 2025 yang ingin disembuhkan, sekaligus pembuktian kalau dirinya telah berkembang sebagai pemain.

Alwi Farhan ke Semifinal dengan Catatan Evaluasi

Di sisi lain, Alwi Farhan juga melaju ke semifinal Thailand Masters 2026 dengan cerita tersendiri. Alwi mengakui kalau laga sebelumnya tidak berakhir dengan cara yang ia harapkan karena Lee Zii Jia memutuskan retired akibat cedera kaki.

“Bukan ending yang saya harapkan, karena lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Hari ini saya tidak dalam performa terbaik, namun saya akan perbaiki lagi untuk besok,” ujar Alwi.

Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan Alwi dalam mengevaluasi performa. Meski lolos ke semifinal, ia sadar kalau masih ada aspek permainan yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi Ubed.

Duel Sesama Indonesia: Gengsi dan Tanggung Jawab

Pertemuan Alwi dan Ubed di semifinal menghadirkan dilema klasik. Satu sisi harus saling mengalahkan, di sisi lain sama-sama membawa nama Indonesia. Namun, Alwi menyampaikan siapa pun yang menang, target utamanya tetap sama, yaitu membawa pulang gelar.

“Alhamdulillah sudah ada satu wakil di final, pastinya siapa pun yang menang besok semoga bisa membawa pulang medali emas,” ujar Alwi.

Ia juga memberikan pendapatnya soal laga melawan Ubed akan menjadi ajang unjuk kualitas tunggal putra Indonesia di mata dunia.

“Bertemu Ubed di semifinal, kami pasti akan kasih yang terbaik dan menunjukkan pada dunia tunggal putra Indonesia. Kepada masyarakat Indonesia, terus dukung saya dan tim Indonesia lainnya semoga bisa mendapatkan gelar sebanyak-banyaknya,” pungkas Alwi.

Analisis Pertandingan: Siapa Lebih Unggul?

Secara gaya bermain, duel Alwi vs Ubed diprediksi berlangsung ketat. Alwi dikenal dengan permainan agresif, variasi pukulan cepat, dan defense yang ulet. Sementara Ubed tampil lebih ulet, sabar, dan kuat dalam reli panjang.

Jika Alwi mampu menemukan kembali performa terbaiknya dan menjaga konsistensi, ia bisa menekan sejak awal. Namun jika pertandingan berjalan panjang dan penuh adu stamina, Ubed berpeluang memanfaatkan ketenangannya untuk membalikkan keadaan.

Faktor mental juga akan sangat menentukan. Ubed membawa motivasi misi balas dendam SEA Games 2025, sementara Alwi punya tekanan sebagai pemain yang ingin membuktikan konsistensi di level internasional.

Semifinal yang Lebih dari Sekadar Tiket Final

Laga semifinal Thailand Masters 2026 antara Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah bukan hanya soal siapa yang akan melaju ke partai puncak. Pertandingan ini adalah cermin masa depan tunggal putra Indonesia yang penuh talenta, mental bertarung, dan rasa lapar akan prestasi.

Siapa pun pemenangnya, publik Indonesia berharap raihan gelar yang jadi pembuktian potensi dan regenerasi masih berjalan beriringan. Indonesia bisa, Indonesia juara!