Ducati Superleggera V4 dikenal sebagai motor yang sejak awal terasa seperti motor balap yang dipaksa jadi road legal. DNA lintasannya begitu kuat, bahkan banyak teknologinya terasa terlalu ekstrem untuk sekadar digunakan di jalan raya.
Lewat Ducati Superleggera V4 Centenario, batas itu kembali didorong lebih jauh. Motor ini bukan cuma menawarkan tenaga besar, tapi juga menghadirkan teknologi yang sebelumnya belum pernah ada di motor legal jalanan.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan carbon ceramic brakes. Teknologi ini menjadikannya sebagai motor road legal pertama yang mengadopsi sistem pengereman tersebut.
Material carbon ceramic biasanya hanya digunakan di MotoGP atau mobil performa tinggi. Hal ini karena kemampuannya menahan suhu ekstrem dan menjaga performa pengereman tetap stabil dalam kondisi agresif.
Dari sisi performa, motor ini dibekali mesin Desmosedici Stradale V4 berkapasitas 1103cc dengan konfigurasi empat silinder. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 224 hp dalam kondisi standar dan bisa meningkat hingga 243,6 hp saat menggunakan racing exhaust.
Torsi maksimum berada di kisaran 116 Nm dengan karakter mesin yang sangat responsif. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi 6-percepatan yang sudah dilengkapi quick shifter dan dry clutch khas motor balap Ducati.
Selain tenaga besar, bobot menjadi faktor penting yang membuat motor ini begitu spesial. Dengan penggunaan material full carbon fiber, bobotnya hanya sekitar 173 kg dalam kondisi road legal.
Jika menggunakan paket khusus untuk lintasan, bobotnya bahkan bisa ditekan hingga sekitar 167 kg. Angka ini membuat rasio power-to-weight motor ini mendekati level motor balap profesional.
Di sektor kaki-kaki, motor ini menggunakan suspensi depan Öhlins NPX 43 mm fully adjustable dengan tabung karbon. Sementara bagian belakang menggunakan suspensi Öhlins TTX yang dirancang untuk performa maksimal.
Velg berbahan karbon juga turut menyumbang pengurangan bobot sekaligus meningkatkan handling. Selain itu, swingarm karbon menjadi salah satu komponen paling mencolok yang membedakannya dari superbike pada umumnya.
Fitur elektronik yang dibawa juga sangat lengkap dan berbasis teknologi balap. Mulai dari traction control, wheelie control, slide control, engine brake control, hingga launch control sudah tersedia di motor ini.
Semua sistem tersebut dirancang untuk memberikan kontrol maksimal saat berkendara dalam kecepatan tinggi. Hal ini membuat pengalaman berkendara terasa lebih presisi sekaligus tetap aman.
Soal harga, motor ini jelas bukan untuk semua kalangan. Ducati Superleggera V4 Centenario diperkirakan dibanderol sekitar €150.000 atau setara lebih dari Rp2,5 miliar.
Produksinya pun sangat terbatas, hanya sekitar 500 unit di seluruh dunia. Bahkan ada versi yang lebih eksklusif dengan jumlah yang lebih sedikit untuk kolektor.
Kehadiran motor ini menunjukkan bagaimana batas antara motor jalan raya dan motor balap semakin tipis. Teknologi yang dulunya hanya ada di sirkuit kini mulai dihadirkan ke publik meski dalam jumlah terbatas.
Di sisi lain, muncul pertanyaan menarik di kalangan pecinta otomotif. Apakah teknologi se-ekstrem ini benar-benar dibutuhkan, atau justru menjadi simbol status di era modern?
Baca Juga
-
Vivo Pad 6 Pro Hadir sebagai Tablet Pertama dengan Layar 4K
-
Makna Daun Palma dalam Minggu Palma, Simbol Iman dan Pengorbanan
-
Hijab Takut Berantakan Saat Naik Motor? Ini 3 Helm yang Cocok Dipakai
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
-
OPPO Find N6 Hadir, HP Lipat dengan Layar Nyaris Tanpa Bekas Lipatan
Artikel Terkait
Hobi
-
Menang di F1 GP Jepang 2025, Andrea Kimi Antonelli Pecahkan Rekor Lagi
-
Drama Sprint Race MotoGP Amerika 2026: Jorge Martin Taklukkan Austin, Marquez dan Diggia Tergelincir
-
Menolak Jemawa, Marco Bezzecchi Masih Enggan Bicara Soal Gelar Juara Dunia
-
Tak Perlu Branding Berlebihan, Kualitas Herdman Terbukti Lebih Baik Ketimbang Kluivert
-
Mental Baja! John Herdman Optimis Bidik Antar Tiket Piala Dunia 2030
Terkini
-
Siap Melepas Lajang di Tahun Kuda Api: 5 Shio Ini Diprediksi Menikah Tahun 2026
-
Anne Hathaway Turun Tangan Usai Model di Devil Wears Prada 2 Terlalu Kurus
-
4 Sunscreen dengan Allantoin, Solusi Perlindungan UV untuk Kulit Meradang
-
Novel Notasi, Perlawanan dan Romantisme di Tengah Gejolak Reformasi 1998
-
Dandelion: Kisah Dua Malaikat Bantu Jiwa-jiwa Tersesat Siap Tayang 16 April