Dalam dunia otomotif, mengganti mesin mobil sebenarnya bukan hal baru. Namun, mengganti mesin McLaren P1—sebuah hypercar mahal bernilai miliaran rupiah—dengan mesin rotary jelas tergolong ekstrem dan sangat tidak umum, bahkan bagi kalangan modifikasi sekalipun.
Mobil bernama MadMac ini digarap oleh drifter profesional Mad Mike Whiddett bersama Dean Lanzante dari Lanzante. Proyek ini berkembang dari ide sederhana menjadi mobil drift ekstrem yang dipersiapkan untuk tampil di Goodwood Festival of Speed.
Secara basis, mobil ini tidak menggunakan McLaren P1 GTR asli sebagai struktur utama. MadMac dibangun menggunakan sasis dari McLaren 650S GT3 yang sudah dilengkapi roll cage untuk kebutuhan balap.
Sementara itu, tampilan luarnya dibuat menyerupai McLaren P1 GTR dengan body kit custom. Pendekatan ini membuat mobil tetap memiliki karakter visual P1 tanpa harus merombak unit aslinya yang langka.
Perubahan paling ekstrem ada pada bagian mesin. Mesin asli 3.8 liter twin-turbo V8 dilepas dan diganti dengan mesin rotary 20B tiga rotor yang lebih umum ditemukan pada mobil Mazda.
Mesin ini dilengkapi turbo besar, sistem intake dan exhaust buatan tangan, serta ECU standalone. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 1.000 horsepower ke roda dengan karakter agresif khas mesin rotary.
Tak hanya mesin, hampir seluruh sistem mobil ikut dirombak. Sistem kemudi dimodifikasi untuk sudut belok ekstrem, ditambah penggunaan hydraulic handbrake dan transmisi manual khusus.
Banyak komponen dibuat secara custom untuk menyesuaikan kebutuhan drifting. Hal ini membuat MadMac bukan sekadar modifikasi, melainkan rekayasa ulang total dari sebuah mobil performa tinggi.
Salah satu detail unik dari mobil ini adalah penggunaan komponen yang tidak biasa. Tuas transmisi bahkan disebut berasal dari simulator balap milik anak Mad Mike, menunjukkan bagaimana kreativitas proyek ini benar-benar tanpa batas.
Mobil ini juga tidak dibuat untuk penggunaan jalan raya atau sekadar pamer spesifikasi. MadMac dirancang khusus sebagai mobil drift untuk kebutuhan pertunjukan, di mana aksi ekstrem dan hiburan menjadi tujuan utamanya.
Dari sisi biaya, proyek ini memang tidak diungkap secara resmi. Namun harga McLaren P1 saat rilis berada di kisaran 1,15 juta dolar AS atau sekitar Rp18 hingga Rp20 miliar.
Sementara itu, versi McLaren P1 GTR bisa mencapai lebih dari 3 juta dolar AS. Dengan basis mobil balap, body custom, dan modifikasi ekstrem, total biaya pembangunan MadMac diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.
Dalam prosesnya, mobil ini juga menghadapi berbagai tantangan teknis. Tenaga besar sempat membuat beberapa komponen mengalami tekanan ekstrem, termasuk bagian mesin dan sistem pembuangan.
Meski begitu, semua tantangan tersebut justru menjadi bagian dari karakter mobil ini. MadMac tidak dibuat untuk efisiensi, melainkan untuk memberikan pertunjukan ekstrem di lintasan.
Pada akhirnya, mobil ini bukan hanya soal tenaga atau harga. Di tengah dunia otomotif yang penuh batasan, MadMac hadir sebagai bukti bahwa batas itu bisa dilanggar, selama ada keberanian untuk menciptakan sesuatu yang berbeda.
Baca Juga
-
Online Gigs di Roblox: Cara Seru Komunitas Musik Bertahan dan Tumbuh
-
Spek Makin Gahar Ada Lampu RGB di Belakang, Poco X8 Pro Tetap 4 Jutaan
-
Mengenal McLaren F1, Salah Satu Holy Trinity dengan Setir di Tengah Kabin
-
Makna Kebangkitan dalam Perayaan Paskah 2026, Simbol Harapan dan Kasih
-
iPhone Air Jadi iPhone Tertipis, Apakah Ada Spek yang Dikorbankan?
Artikel Terkait
-
5 Mobil Hybrid 7 Seater yang Mudah Perawatan dan Awet Jangka Panjang
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik 7 Seater, Kabin Luas dan Biaya Operasional Setara Motor
-
Tips Membeli Mobil Tua untuk Pemula, Ini 5 Pilihan Motuba Mulai Rp25 Jutaan yang Masih Worth It
-
Dalih Promosi Aset, ASN DKI Bawa Mobil Dinas ke Puncak saat Libur: Tapi Plat Ditukar Jadi Putih?
-
Heboh Mobil Dinas DKI Disulap Jadi Pelat Putih, Buat Jalan-jalan ke Puncak Bikin Konten
Hobi
-
Online Gigs di Roblox: Cara Seru Komunitas Musik Bertahan dan Tumbuh
-
Bak Siang dan Malam: Marco Bezzecchi Cetak Hattrick, Ducati Tak Berkutik
-
Mengenal McLaren F1, Salah Satu Holy Trinity dengan Setir di Tengah Kabin
-
Minim Menit Bermain di Persija, Shayne Pattyanama Berpeluang Hengkang?
-
Gacor di Liga Belanda, Dean Zandbergen Bisa Jadi Opsi Timnas Indonesia di Lini Depan?
Terkini
-
Drama Agensi Belum Usai: Lee Seung Gi Pilih Putus Kontrak Demi Selamatkan Hak Para Staf
-
Dompet Siswa Senyum, Jerawat Kabur: 5 Sabun Muka Murah yang Hasilnya Mewah!
-
Kukira Orang Pakai Gelar itu Pamer, Ternyata Cara Pandangku yang Dangkal
-
Doa Belum Terjawab? Tenang, Dai Sejuta Umat KH Zainuddin MZ Punya Resep Spiritualnya
-
Surabaya dalam Sebuah Perjalanan dengan Kenangan yang Tak Mungkin Terulang