Tren gadget retro tampaknya masih belum mereda di kalangan anak muda. Setelah earphone kabel, digicam jadul, hingga iPod kembali ramai digunakan, kini giliran kamera mungil bergaya vintage yang mulai mencuri perhatian di media sosial.
Salah satu yang ramai dibicarakan adalah Insta360 GO 3S Retro. Kamera mini keluaran Insta360 itu hadir bukan hanya sebagai alat perekam video, tetapi juga mulai dianggap sebagai bagian dari gaya hidup dan pelengkap outfit anak muda.
Desain mungil dengan nuansa retro membuat kamera ini terlihat berbeda dibanding action cam pada umumnya. Lewat aksesori Retro Viewfinder, tampilannya menyerupai kamera saku era 90-an hingga awal 2000-an yang identik dengan estetika Y2K.
Bentuknya yang kecil dan ringan membuat banyak pengguna mulai menggantungkan kamera tersebut di tas atau menggunakannya dengan strap layaknya kamera saku klasik. Tak sedikit pula yang mulai menjadikannya bagian dari outfit harian saat nongkrong atau traveling.
Melansir laman resmi Insta360 Store pada Kamis (21/05/2026), kamera ini memang dirancang sebagai perangkat wearable dengan sistem magnet serta berbagai aksesori seperti strap dan pendant, sehingga dapat digunakan langsung di tubuh atau dijadikan bagian dari outfit pengguna.
Meski tampil jadul, spesifikasi yang dibawa tetap modern. Insta360 GO 3S Retro menggunakan sensor 1/2.3 inci dengan lensa wide-angle 16mm dan aperture f/2.8. Kamera ini mampu merekam video hingga 4K 30fps dan mendukung slow motion sampai 200fps pada resolusi 1080p.
Insta360 juga membekalinya dengan stabilisasi FlowState agar video tetap stabil saat digunakan bergerak. Bobotnya hanya sekitar 39 gram serta mendukung fitur hands-free shooting, horizon lock, WiFi, Bluetooth 5.0, hingga tahan air sampai 10 meter.
Kamera ini tersedia dalam pilihan memori internal 64GB dan 128GB serta mendukung format foto JPG dan DNG atau RAW untuk kebutuhan editing.
Menariknya, versi standar Insta360 GO 3S sebenarnya hadir dengan Action Pod berlayar flip touchscreen 2,2 inci. Namun pada versi Retro Bundle, Insta360 justru menggantinya dengan Retro Viewfinder optik untuk menghadirkan pengalaman memotret ala kamera analog klasik.
Paket Retro Bundle juga dilengkapi strap vintage dan filter bergaya film seperti Negative Film, Positive Film, dan Vintage Vacation.
Tak sedikit yang menilai daya tarik utama kamera ini bukan hanya spesifikasi, tetapi pengalaman visual dan estetika yang ditawarkan. Di tengah kamera smartphone yang semakin canggih, sebagian anak muda justru mulai menyukai hasil visual yang terasa lebih personal dan autentik.
Fenomena tersebut terlihat dari tren nostalgia yang masih kuat di media sosial, mulai dari digicam lawas, disposable camera, hingga earphone kabel yang kembali populer.
Untuk harganya, Insta360 GO 3S Retro Bundle dijual mulai USD 300 hingga USD 320 atau sekitar Rp4,8 juta sampai Rp5,2 jutaan tergantung kapasitas penyimpanan.
Baca Juga
-
Toy Story 5: Saat Woody dan Buzz Lightyear Harus 'Melawan' Ancaman Gadget di Tangan Anak Modern
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Samsung dan Google Siapkan Kacamata AI, Canggih tapi Tetap Fashionable
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
-
BMW Rilis Vision K18 Concept Bike, Padukan Luxury Bagger dan Nuansa Aviasi
Artikel Terkait
-
Ricoh GR IV, Kamera Saku Canggih untuk Fotografi Street
-
Fitur Insta360 Go Ultra Bocor, Harga Diprediksi Lebih Mahal
-
Review Insta360 Ace Pro 2 MM93 Edition: Kala Marc Marquez Menyapa Action Camera Leica
-
PowerShot V1, Kamera Super Kompak Hasilkan Konten Kreatif dan Artistik
-
Review Eksklusif: Canon PowerShot V1 & EOS R50 V - Mending Beli Mana untuk Vlogging?
Lifestyle
-
Master Antioksidan! 4 Serum Glutathione Bikin Wajah Glowing dan Kencang
-
4 Parfum Sandalwood Lokal Pas Buat Ngantor, Wanginya Sopan di Ruang Ber-AC
-
4 Padu Padan OOTD Rok ala Lim Ji Yeon, Stylish untuk Semua Momen!
-
5 Serum Lokal Andalan untuk Mengatasi Pori-Pori Besar dan Kulit Berminyak
-
Wajib Tahu! 5 Langkah Basic Skincare Pagi untuk Usia 25 Tahun ke Atas
Terkini
-
Mobile Suit Gundam Hathaway: Sajikan Pertarungan Epik dan Visual yang Tajam
-
Budaya Self-Reward: Bentuk Menghargai Diri atau Topeng Kebiasaan Konsumtif?
-
Tayang Juli 2026, Park Eun Bin Jadi Konglomerat Indigo di Spooky in Love
-
When We Were Young: Surat Cinta untuk Masa Remaja Tahun 90-an
-
Membaca Kilah: Saat Pelarian dari Realita Justru Menghancurkan Segalanya