Timnas Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final, Minggu (12/7/2026) WIB. Albiceleste harus bekerja keras selama 120 menit sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez pada extra time.
Lionel Messi kembali menjadi motor permainan Argentina. Meski tidak mencetak gol, sang kapten menyumbang satu assist dan menutup pertandingan sebagai pemain dengan rating tertinggi.
Argentina Buka Keunggulan Lewat Mac Allister
Argentina langsung membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Alexis Mac Allister sukses memanfaatkan umpan Lionel Messi untuk membawa Albiceleste unggul 1-0.
Swiss tidak menyerah begitu saja. Setelah bertahan cukup disiplin sepanjang babak pertama, mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui Dan Ndoye usai menerima umpan Ricardo Rodriguez.
Sepanjang pertandingan, Argentina tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Albiceleste beberapa kali memaksa lini pertahanan Swiss bekerja keras, sementara Swiss lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan setelah skor menjadi 1-1, keunggulan jumlah pemain akhirnya mampu dimanfaatkan Argentina pada babak tambahan waktu.
Petaka kemudian datang bagi Swiss lima menit berselang. Breel Embolo yang sebelumnya telah mengantongi kartu kuning kembali melakukan pelanggaran sehingga menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72 dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 orang membuat Swiss semakin kesulitan meredam tekanan Argentina.
Meski demikian, Swiss tetap berusaha mempertahankan skor imbang hingga waktu normal berakhir. Disiplin lini belakang mereka sempat membuat Argentina frustrasi, sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan waktu untuk menentukan pemenang.
Rotasi Scaloni Berbuah Manis
Pelatih Lionel Scaloni memanfaatkan kedalaman skuadnya untuk menjaga intensitas permainan hingga babak tambahan waktu.
Argentina lebih dulu memasukkan Nicolas Gonzalez menggantikan Nicolas Tagliafico pada menit ke-78. Memasuki menit ke-85, Lautaro Martinez menggantikan Rodrigo De Paul, sementara Gonzalo Montiel masuk menggantikan Nahuel Molina.
Saat laga memasuki perpanjangan waktu, Thiago Almada menggantikan Enzo Fernandez pada menit ke-91. Nicolas Otamendi kemudian digantikan Cristian Romero pada menit ke-106, disusul Juan Lopez yang masuk menggantikan Leandro Paredes pada menit ke-110.
Pergantian tersebut terbukti sangat efektif. Juan Lopez langsung mencatatkan assist untuk gol Julian Alvarez pada menit ke-112, sedangkan Lautaro Martinez yang masuk dari bangku cadangan mencetak gol penutup pada menit 120+1 untuk memastikan kemenangan Argentina 3-1.
Deretan Pemain dengan Rating Tertinggi
Messi kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin permainan Argentina. Selain mencatatkan assist untuk gol pembuka, kapten Albiceleste juga beberapa kali menciptakan peluang lewat umpan-umpan terobosannya. Penampilan tersebut membuatnya memperoleh rating 8,7, tertinggi di laga ini.
Selain menjadi kreator serangan, Messi juga aktif turun menjemput bola dan membantu membangun permainan dari lini tengah. Pengalamannya membuat Argentina tetap tenang ketika Swiss berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Beberapa pemain Argentina lain juga tampil impresif. Di bawah Messi, Lautaro Martinez dan Leandro Paredes sama-sama memperoleh rating 8,1. Sementara Julian Alvarez yang mencetak gol pembuka kemenangan pada babak tambahan waktu meraih rating 7,9.
Argentina Hadapi Inggris di Semifinal
Kemenangan atas Swiss memastikan Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Pada babak empat besar, Albiceleste akan menghadapi Inggris yang sebelumnya menyingkirkan Norwegia.
Hasil ini memperpanjang langkah Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Performa tim juga menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Scaloni, tidak hanya bergantung pada pemain inti tetapi juga efektif memanfaatkan kontribusi para pemain pengganti.
Baca Juga
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Artikel Terkait
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan