Timnas voli putri Indonesia memastikan tempat di babak perempat final AVC Women's Continental Championship 2026. Kepastian itu didapat setelah Indonesia menundukkan Australia dengan skor telak 3-0 (25-18, 25-17, 25-21) pada pertandingan terakhir Pool B di Tianjin Olympic Center Gymnasium, China, Rabu (26/8/2026). Hasil tersebut menjadi kemenangan kedua Indonesia di fase grup setelah sebelumnya mengalahkan Kazakhstan.
Sejak awal pertandingan, Indonesia tampil agresif dan mampu mengontrol permainan Australia. Pelatih Marcos Sugiyama menurunkan sejumlah pemain andalannya seperti Ersandrina Devega, Arsela Nuari, Mediol Yoku, Chelsa Berliana Nurtomo, Maradanti Namira, Arneta Putri, dan libero Indah Guretno. Indonesia kemudian menyelesaikan pertandingan dalam tiga set tanpa memberi kesempatan Australia memaksakan permainan hingga set keempat. Hasil pertandingan dan skor setiap set juga tercatat di Volleyball World.
Indonesia Sempat Mendapat Tekanan Australia
Indonesia langsung menunjukkan permainan agresif pada set pertama. Serangan dari Arsela Nuari dan Maradanti Namira membuat pertahanan Australia cukup kerepotan. Indonesia tidak hanya mengandalkan serangan keras, tetapi juga mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk menjaga keunggulan. Australia sempat mencoba mengejar, tetapi Indonesia tetap mampu mempertahankan jarak hingga akhirnya mengamankan set pembuka dengan skor 25-18.
Memasuki set kedua, Indonesia kembali memulai pertandingan dengan baik dan langsung unggul 4-0. Keunggulan tersebut sempat terancam ketika Australia perlahan memperkecil jarak hingga 9-7. Marcos Sugiyama kemudian mengambil time out untuk menghentikan momentum lawan. Setelah itu, Indonesia kembali menemukan ritmenya. Maradanti Namira menjadi salah satu pemain yang membantu Indonesia keluar dari tekanan melalui serangan cepat, sementara pemain lainnya ikut menjaga keunggulan hingga Indonesia kembali mengakhiri set dengan kemenangan 25-17.
Set ketiga menjadi bagian paling ketat dalam pertandingan. Kedua tim beberapa kali saling mengejar angka pada awal permainan. Indonesia sempat unggul 9-6, tetapi Australia tidak membiarkan jarak melebar dan terus memberikan tekanan. Setelah Indonesia unggul 15-10, Australia bahkan mampu memangkas ketertinggalan hingga 15-14.
Indonesia kembali harus bekerja keras menjaga keunggulan. Setelah skor sempat menjadi 19-18, serangan Indonesia mulai kembali menemukan celah di pertahanan Australia. Caca dan Arsela Nuari ikut menyumbang poin penting pada fase akhir set, sebelum Indonesia mendapatkan match point 24-21. Block yang menghasilkan poin kemudian memastikan kemenangan Indonesia dengan skor 25-21.
Indonesia Finis Posisi Keempat dan Hadapi Iran
Kemenangan 3-0 atas Australia membuat Indonesia mengakhiri fase penyisihan dengan hasil yang cukup positif. Berdasarkan klasemen gabungan Pool A, B, dan C, Indonesia menempati posisi keempat sehingga berhak melanjutkan perjuangan ke babak perempat final.
Pada fase delapan besar yang akan berlangsung Kamis (27/8/2026), Indonesia dijadwalkan menghadapi Iran yang menempati peringkat 5. Pertandingan ini menjadi tantangan berikutnya bagi skuad asuhan Marcos Sugiyama karena kemenangan akan membawa Indonesia semakin dekat dengan target finis enam besar sekaligus menjaga peluang melangkah ke semifinal.
Bagi Indonesia, kemenangan atas Australia juga penting dari sisi kepercayaan diri. Setelah mampu mengatasi Kazakhstan dan kemudian menghadapi tekanan dari tim kuat seperti Thailand, kemenangan tiga set langsung menjadi modal positif sebelum memasuki fase gugur.
Dengan sistem pertandingan yang tidak lagi memberikan ruang untuk banyak kesalahan, Indonesia tentu perlu menjaga konsistensi permainan seperti yang ditunjukkan saat menghadapi Australia. Jika mampu kembali tampil efektif dalam serangan sekaligus memperkuat pertahanan ketika mendapat tekanan, peluang Indonesia untuk melangkah lebih jauh masih terbuka.
Laga melawan Iran akan menjadi ujian berikutnya bagi tim voli putri Indonesia. Hasil pertandingan tersebut nantinya akan menentukan apakah perjuangan Indonesia di AVC Women's Continental Championship 2026 berlanjut ke semifinal atau harus terhenti di babak delapan besar.
Baca Juga
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Artikel Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Tampang Pria Australia Pembunuh Ibu Dua Orang Anak Asal Indonesia di Melbourne
-
Australia Tersingkir, Kreator yang Nyinyir Timnas Indonesia U-20 Jadi Sasaran Netizen
-
Dibuat Malu Timnas Indonesia U-20, PSSI-nya Australia Ngamuk: Kami Di Bawah Standar
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Kesegaran Komedi Pengusutan Misteri dalam Film 'The Sheep Detective'
-
Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu
-
Hempas Kusam dan Noda Gelap! Ini 4 Sabun Muka Korea Kandungan Brightening
-
Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan
-
Manga Gachiakuta Kembali Hiatus Tanpa Jadwal Kembali, Fans Harus Menunggu