Timnas Vietnam kembali mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di gelaran Hyundai ASEAN Cup 2026 atau yang dulunya bernama AFF Cup. Melansir dari laman Instagram @faktabola, tim berjuluk “The Golden Star Warriors” tersebut sukses kembali merengkuh gelar ASEAN Cup edisi 2026 setelah mengalahkan Thailand di partai final dengan agregat skor 4-2.
“Vietnam kembali juara ASEAN Hyundai Cup, edisi 2026 kali ini mereka mengalahkan Thailand dengan agregat 4-2 di final,” tulis laman @faktabola.
Kesuksesan ini sendiri juga menjadi catatan sejarah tersendiri bagi persepakbolaan Vietnam dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Pasalnya, mereka sukses mempertahankan gelar ASEAN Cup atau AFF Cup yang sukses mereka raih pada edisi 2024 silam. Uniknya lagi, lawan mereka kala itu juga merupakan timnas Thailand yang kini kembali mereka kalahkan dalam dua partai final.
Lebih lanjut lagi, kesuksesan timnas Vietnam meraih gelar juara ajang Hyundai ASEAN Cup 2026 juga membuat mereka menjadi negara ketiga setelah Singapura dan Thailand yang sukses menjadi juara dalam dua edisi beruntun atau back-to-back juara di ajang ASEAN Cup atau AFF Cup. Timnas Singapura sendiri sukses menjadi juara beruntun pada edisi 2004 dan 2007. Sementara itu, Thailand sukses pada edisi 2014 dan 2016, lalu pada edisi 2020 dan 2022.
Lantas, bagaimanakah nasib timnas Indonesia di ajang ASEAN Cup? Seperti yang diketahui, skuad Garuda masih setia sebagai negara dengan peringkat runner-up terbanyak dengan enam kali edisi dan belum sekalipun meraih kemenangan. Kesuksesan Vietnam dalam meraih gelar juara secara beruntun tentunya membuat banyak pihak, khususnya PSSI perlu mempelajari cara jitu kesuksesan tim rival skuad Garuda tersebut.
Perkuat Liga Lokal, Jadi Solusi Kesuksesan Timnas Vietnam di ASEAN Cup?
Kesuksesan timnas Vietnam dalam menjuarai ajang ASEAN Cup dalam dua edisi terakhir tentunya membuat banyak pihak mempertanyakan seperti apa taktik jitu persepakbolaan Vietnam sehingga mampu memutus dominasi Thailand yang dianggap sebagai negara paling superior di kawasan Asia Tenggara dalam aspek sepak bola.
Melansir dari laman transfermarkt.com, kendati Thailand masih memegang rekor dengan tujuh gelar ASEAN Cup, akan tetapi dalam dua edisi terakhir tim berjuluk “The White Elephants” tersebut sama sekali tak bisa mengalahkan Vietnam di ajang ASEAN Cup. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh sistem liga atau kompetisi profesional di Vietnam yang semakin gencar diperbaiki dalam beberapa tahun terakhir.
Melansir dari beberapa sumber di laman media Suara.com, liga Vietnam memang dianggap sebagai salah satu liga terbaik di kawasan Asia Tenggara. Melansir dari laman aseanfootball.org, peringkat kasta tertinggi liga Vietnam atau V-League kini berada di posisi ke-4 di kawasan Asia Tenggara. Sementara itu, peringkat pertama masih dipegang oleh Thailand dan diikuti oleh liga Malaysia dan Singapura di peringkat ke-2 dan ke-3.
Lalu, di manakah posisi liga Indonesia? Ironisnya, kasta tertinggi liga Indonesia atau Super League masih berada di peringkat ke-6 di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, peringkat liga Indonesia masih berada di bawah liga Kamboja atau Cambodian Super League di posisi ke-5.
Tak bisa dipungkiri jika kualitas liga yang baik bisa berdampak pada kualitas para pemainnya, khususnya yang berlabel timnas Indonesia. Skuad Garuda memang bisa berbangga memiliki banyak pemain diaspora yang berkompetisi di liga-liga top Eropa. Namun, jika berbicara level Asia Tenggara, khususnya AFF Cup, banyaknya pemain diaspora di kawasan Eropa tentunya tak ada artinya jika tak bisa dipanggil ke timnas karena status kompetisi yang ada di luar kalender resmi FIFA.
Sementara itu, Vietnam yang menurunkan seluruh skuadnya dari liga lokal, termasuk para pemain naturalisasinya tentu menjadi bukti jika kualitas liga yang baik bisa menjadi jaminan meningkatnya kualitas tim nasional. Kita tak boleh tutup mata jika kualitas liga Vietnam masih lebih baik dibanding liga Indonesia.
Tentunya tak ada salahnya jika PSSI mau belajar dari federasi sepak bola Vietnam dalam meningkatkan kualitas liganya. Selama hal itu dilakukan demi kemajuan persepakbolaan dalam negeri, tentunya hal itu akan sah-sah saja.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
4 Pemain Diaspora Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Termasuk Jay Idzes?
-
Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was
-
John Herdman Belum Bisa Umumkan Skuat Timnas Indonesia, Erick Thohir Sebut 3 Pemain Ini Dicoret
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur