Tottenham Hotspur kembali mendapatkan hasil buruk di awal Premier League 2026/2027. Setelah menghabiskan dana lebih dari Rp7 triliun untuk memperkuat skuad, The Lilywhites justru belum meraih kemenangan dan kini terpuruk di dasar klasemen.
Tottenham menelan kekalahan 0-2 saat menjamu Newcastle United di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (29/8/2026) malam WIB. Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Spurs secara beruntun setelah pada pekan pertama mereka dihantam Brentford 0-3.
Dengan dua kekalahan tersebut, Tottenham masih mengoleksi nol poin dan bahkan belum mencetak satu gol di Premier League musim ini. Awal yang buruk itu terasa semakin mengkhawatirkan jika melihat perjalanan mereka dalam dua musim sebelumnya.
Pada musim 2024/2025, Tottenham hanya mampu finis di posisi ke-17 Premier League. Setahun kemudian, tepatnya pada musim 2025/2026, mereka kembali mengakhiri kompetisi di posisi yang sama, yakni peringkat ke-17.
Artinya, dua musim beruntun Spurs berada di posisi 17 dan kini musim baru justru dibuka dengan dua kekalahan. Situasi tersebut tentu membuat pertanyaan besar mulai muncul: apakah Tottenham benar-benar sedang berada di ambang kehancuran?
Rp7 Triliun Belum Berbuah Hasil
Tottenham sudah melakukan perubahan besar pada musim panas ini. Klub London Utara tersebut mengeluarkan lebih dari 300 juta poundsterling untuk memperbarui skuad setelah dua musim mengecewakan.
Berdasarkan laporan BBC yang dikutip berbagai media, total belanja Spurs mencapai sekitar 303 juta poundsterling atau sekitar Rp7,2 triliun untuk mendatangkan sejumlah pemain.
Sandro Tonali menjadi salah satu pembelian terbesar dengan nilai sekitar 100 juta poundsterling. Tottenham juga mengeluarkan sekitar 85 juta poundsterling untuk Mateus Fernandes dan Savio, sementara Jan Paul van Hecke direkrut dengan harga sekitar 52 juta poundsterling.
Belanja tersebut seharusnya menjadi tanda bahwa Tottenham serius memperbaiki performa. Namun, dua pertandingan pertama justru menunjukkan persoalan yang belum terselesaikan.
Spurs tidak hanya gagal menang, tetapi juga kesulitan mencetak gol. Kekalahan 0-3 dari Brentford kemudian disusul kekalahan 0-2 dari Newcastle. Total lima gol bersarang di gawang mereka tanpa satu pun balasan.
Dengan investasi sebesar itu, tekanan jelas semakin besar. Tottenham membutuhkan perubahan di lapangan, bukan sekadar perubahan nama di dalam skuad.
Ujian Berat Selanjutnya Menanti
Ujian berikutnya pun tidak mudah. Tottenham akan bertemu Nottingham Forest pada pertandingan selanjutnya, Sabtu (5/9/2026).
Pertemuan ini bisa menjadi kesempatan Spurs untuk menghentikan tren buruk sekaligus memperbaiki posisi di klasemen. Namun, catatan pertemuan terakhir justru membuat laga tersebut semakin berat.
Dalam sembilan pertemuan terakhir, Nottingham Forest unggul tipis dengan lima kemenangan berbanding empat milik Tottenham. Tidak ada satu pun pertandingan yang berakhir imbang.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Forest berhasil memenangkan empat pertemuan terakhir secara beruntun. Dua kemenangan bahkan terjadi pada musim 2025/2026, ketika Forest menang 3-0 di kandang sendiri dan kembali menghantam Spurs dengan skor 3-0 di Tottenham Hotspur Stadium.
Catatan tersebut membuat pertandingan melawan Forest bukan sekadar laga untuk mencari tiga poin. Tottenham juga harus memutus dominasi lawannya sekaligus membuktikan bahwa belanja besar musim panas ini memang bisa membawa perubahan.
Dua musim berturut-turut finis di posisi ke-17 sudah menjadi alarm bagi Tottenham. Kini, setelah mengeluarkan dana besar untuk membangun kembali tim, mereka justru mengawali musim dengan dua kekalahan dan berada di dasar klasemen.
Mungkin masih terlalu dini menyebut musim ini sebagai kehancuran Tottenham. Namun, jika hasil buruk terus berlanjut, kekhawatiran tersebut bisa berubah menjadi kenyataan yang jauh lebih sulit diperbaiki.
Tag
Baca Juga
-
Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"
-
Review The Potato Lab: Kisah Cinta di Balik Laboratorium Kentang
-
Novel Home Sweet Loan: Perjuangan Kaluna Mewujudkan Rumah Impian
-
Ulasan Detective Conan: Fallen Angel of the Highway, Aksi Motor Misterius
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Artikel Terkait
-
Prediksi Eks Bomber Liverpool di Derby Manchester: MU Bisa Buat Repot City
-
Millwall Dikalahkan Newcastle, Elkan Baggott Tampil Keren
-
Bruno Fernandes Disebut Capek Gendong Pemain MU Lainnya, Eks Setan Merah: Dia Bisa Frustasi
-
Chelsea Dipecundangi Arsenal, Xabi Alonso Akui Lakukan Kesalahan Fatal
-
Sempat Kalah 2 Kali, Elkan Baggott Bangkit dan Bantu Millwall Pesta 4 Gol di Liga Inggris
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?