Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa dirinya menerapkan strategi khusus dalam balapan di GP Aragon 2026, yang kemudian berbuah kemenangan ketiga dalam tiga musim terakhir alias hattrick.
Di balapan sprint, Marc tak tersentuh sepanjang balapan dan akhirnya sukses melewati garis finis dengan selisih 1,1 detik. Itu menjadi kemenangan ke-20 dalam kariernya di balapan sprint dan merupakan yang terbanyak dari semua pembalap di grid.
Tak cukup sampai di situ, kesuksesan Marc berlanjut ke sesi balap utama di hari Minggu (30/08/26). The Baby Alien tetap mengulangi manuvernya untuk menyalip Bezzecchi di Tikungan 1, tapi kali ini pembalap Italia itu memotong jalur saat keluar tikungan sehingga upaya Marc belum berhasil.
Marc tetap tenang memasuki Tikungan 2, tapi perangkat pengatur ketinggian kendaraannya tampaknya masih dalam posisi turun, ini menimbulkan percikan api dan membuat dia melebar saat keluar tikungan.
Kendati demikian, Marc tetap berusaha mengejar dan akhirnya berhasil merebut posisi terdepan pada lap ke-6 dari 23, meskipun masih harus beradu kecepatan dengan Bezzecchi. Marc mulai mendapatkan jarak yang cukup jauh dari Acosta sekitar lap ke-15 dari 23.
Kemenangan Marc Marquez kali ini tidak terlepas dari strateginya yang mengandalkan kekuatan di Tikungan 1, setelah balapan sprint hari Sabtu kemarin, Marc Marquez mengungkapkan bahwa dia telah merencanakan manuver terhadap Bezzecchi sebelum sprint dimulai. Ini dikarenakan Marc tahu bahwa di Tikungan 1 adalah kunci untuk meraih kemenangan.
“Ketika saya melihat Marco Bezzecchi memulai dengan umpan yang lemah, satu-satunya kesempatan saya adalah menyerang dari sepak pojok pertama. Itulah yang saya lakukan, itu sudah ada dalam rencana saya. Saya tahu itu adalah sepak pojok di mana saya merasa kuat," ujar Marc, dilansir dari laman Motorsport.
Marc tahu bahwa manuvernya ini sangat berbahaya, dia bisa saja melebar atau bahkan terjatuh yang akan membuat dia harus berakhir lebih awal, tapi bukan Marc Marquez namanya jika takut dengan risiko.
Begitu berhasil menyalip dan memimpin balapan, Marc merasa risiko dan hasilnya sepadan. Setelah itu dia tinggal mempertahankan posisi, mengatur kecepatan, dan tidak melakukan kesalahan hingga melintasi garis finis.
“Saya mencoba memimpin di lap pertama, yang merupakan hal terpenting dalam sprint. Dan dari situ, saya mencoba mengatur kecepatan saya sendiri sampai saya berhasil membangun jarak yang stabil yang bisa saya pertahankan," tambahnya.
Ini membuktikan bahwa Marc memang spesialis Aragon, strategi brilian yang dia terapkan kemarin membuatnya tak diragukan bisa meraih 8 kemenangan di sirkuit ini.
Hal yang sama juga direncanakannya untuk balapan hari Minggu untuk mengincar kemenangan kedelapannya di kelas utama di Aragon.
Saat ditanya apakah dia kembali akan menggunakan strategi tersebut, The Baby Alien tidak langsung memberi kepastian, tapi tetap mengatakan bahwa apa yang terjadi di Tikungan 1 akan sangat menentukan.
“Tergantung, tetapi tikungan pertama akan kembali penting. Mungkin Marco akan bertahan dengan cara yang sedikit berbeda. Tapi ini adalah tikungan di mana saya merasa kuat. Itu sangat bergantung pada start. Dari titik itu, mari kita lihat, saya akan memahami selama balapan apa yang bisa kita lakukan," katanya.
Dengan hasil sempurna di sprint dan main race, Marc Marquez berhasil menyalip 2 pembalap sekaligus, Ai Ogura dan Marco Bezzecchi, di klasemen sementara sehingga dirinya kini bertengger di posisi 2 dengan jarak 19 poin saja dari Jorge Martin.
Praktis, Marc Marquez kembali menjadi kontender juara dunia musim 2026. Menurut kalian, apakah Marc bisa menyalip Jorge Martin dan menjadi pemimpin klasemen?
Baca Juga
-
Jadwal GP Indonesia 2026: Tantangan bagi Marc Marquez Usai Menang di Jepang
-
Jadwal MotoGP Jepang 2026: Apakah Ducati Siap Hadapi Ancaman Aprilia?
-
2 Pembalapnya jadi Calon Juara Dunia MotoGP, Aprilia Tak Akan Pilih Kasih!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Konten Couple Carousel Bikin Gemas! Penolong untuk yang Takut Jatuh Cinta
Artikel Terkait
Hobi
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
-
RuneScape Reignited Siap Meluncur! Petualangan Baru Dimulai 2 Desember
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Studio Dead by Daylight Garap AAA Sci-Fi FPS Baru, Detail Dirahasiakan
Terkini
-
'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic
-
Koperasi Desa Membutuhkan Penguatan, Bukan Sekadar Limpahan Tugas
-
Bebas Kusam! 5 Face Wash Anti-Pollution Pelindung Kulit dari Polusi Kota
-
Tampil Keren! Ini 5 Inspirasi OOTD Boyish ala Seol In Ah buat Cewek Tomboy
-
Tambah Daftar Prestasi, We Are Aliens Menang di Festival Film Sitges 2026