Pembalap MotoGP, Marc Marquez, mengaku akan membaca buku Valentino Rossi saat sudah pensiun. Pembicaraan tentang dua pembalap top ini kembali mengingatkan kita pada konflik keduanya yang tak pernah padam.
VR46 diketahui akan merilis buku berjudul La Mia Storia yang berarti Kisahku, pada 10 November mendatang. Buku ini ditulis bersama jurnalis Italia, Giorgio Terruzzi, memiliki tebal 480 halaman.
Melansir dari laman Motorsport, buku ini akan mengulas kembali persaingan sengit antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, memberikan sudut pandang baru tentang salah satu kisah paling panas dalam sejarah MotoGP.
Marc Marquez sendiri sepertinya tidak terlalu memikirkan apakah kisah kontroversial tersebut akan dibahas dalam buku itu atau tidak.
Yang jelas, Marc menjelaskan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan untuk tetap membaca buku tersebut, tidak sekarang tapi saat sudah pensiun nanti.
“Kenapa tidak? Mungkin saat pensiun nanti, saya akan membaca untuk mencoba mempelajari hal-hal baru. Karena pada akhirnya, ada baiknya belajar dari semua legenda di setiap cabang olahraga. Saya membaca beberapa buku dan beberapa biografi. Dan mengapa tidak? Anda selalu belajar dari para legenda terkemuka," ujar Marc.
Pembicaraan soal Marc Marquez dan Valentino Rossi tidak pernah ada habisnya, setiap terjadi sesuatu pada salah satu di antaranya, pasti selalu dikaitkan dan dibicarakan. Lantas, apa yang sebenarnya menjadi alasannya? Berikut beberapa hal yang bisa menjadi faktor.
1. Konflik Antara Dua Legenda
Seperti yang kita ketahui, Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah dua pembalap top di MotoGP. Keduanya kini memiliki jumlah gelar juara dunia yang sama, yakni 9.
Prestasi serta rekor yang mereka miliki juga membuat mereka dianggap menjadi sosok legenda yang dihormati para pembalap di kompetisi ini sehingga apapun yang terjadi pada mereka juga menjadi sorotan.
2. Hubungan yang Dulunya Harmonis
Marc Marquez adalah penggemar Valentino Rossi sejak kecil, Marquez pernah menyatakan dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam wawancara dan acara di Jakarta, bahwa Rossi adalah salah satu sosok yang ia idolakan ketika dia tumbuh sebagai pebalap muda.
Hubungan mereka awalnya sangat harmonis, Marc senang bisa membuktikan kemampuannya dan bersaing dengan Sang Idola, begitupula Rossi yang bangga dengan sosok Marc muda yang berprestasi.
Sayangnya, sejak konflik di Sepang 11 tahun lalu, hingga saat ini hubungan keduanya masih canggung. Kendati demikian, Marc dan Rossi tidak saling melontarkan pernyataan yang memantik konflik terlepas dari apa yang mereka rasakan.
3. Penggemar
Marc Marquez dan Valentino Rossi sama-sama memiliki penggemar yang banyak sehingga apapun yang terjadi pada mereka selalu mendapat perhatian banyak orang.
Termasuk saat terjadi konflik tahun 2015 silam, otomatis para penggemar itu membela idolanya masing-masing dengan saling menyalahkan, adu argumen, dan saling hujat.
Inilah yang membuat konflik Marquez-Rossi seolah tidak pernah usai. Kejadiannya memang sudah berlalu, tapi ada saja yang memantik agar konflik ini kembali panas.
Hal-hal kecil seperti Valentino Rossi merilis buku, ini sebenarnya sesuatu yang positif, tapi jadi agak sensitif karena dihubungkan lagi dengan Marc Marquez. Padahal, jika tidak dikaitkan pun juga tidak akan berdampak apa-apa pada keduanya.
Jadi, renggangnya hubungan Marc Marquez dan Valentino Rossi bukan karena keduanya yang saling olok, tapi suasana canggung yang didukung pihak-pihak yang ingin konflik ini dibahas terus menerus hingga sekarang.
Ditambah dengan nilai ketokohan serta hubungan mereka di masa lalu dapat menjadi bumbu sehingga topik keduanya akan selalu tampak 'menjual'.
Jadi, apakah tidak lebih baik jika kita tidak selalu mencari celah konflik di antara keduanya? Toh, Marc Marquez dan Valentino Rossi sendiri sudah bersinar di jalannya masing-masing dan tidak diragukan lagi bahwa mereka sama-sama legenda di kompetisi MotoGP.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru