Usai menelan hasil kurang memuaskan setelah ditahan imbang Malaysia di pertemuan ke-2 fase grup A ajang FIFA ASEAN Cup 2026, timnas Indonesia kini mengalihkan fokusnya guna menghadapi partai hidup-mati melawan Bangladesh di laga terakhir nanti. Melansir dari laman berita suara.com (29/9/2026), pelatih timnas Indonesia, yakni John Herdman meminta anak asuhnya untuk memulihkan kondisi dan bersiap melawan Banglahdesh nanti.
“Saat kami menghadapi Bangladesh nanti, itu adalah lawan yang berbeda. Kami akan memasuki pertandingan ketiga dalam jadwal yang sangat padat dengan jeda dua hari di antaranya. Jadi, istirahat dan pemulihan kami malam ini sangat penting. Tapi saya pikir yang ingin saya sampaikan kepada para penggemar hanyalah datanglah,” ujar John Herdman.
Usai bermain imbang dengan skor 0-0 melawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta kemarin, timnas Indonesia memang saat ini tengah berada di situasi yang cukup sulit. Melansir dari laman aseanutdfc.com, timnas Indonesia kini berada di peringkat ke-2 klasemen grup A dengan raihan empat poin.
Timnas Indonesia kalah dalam produktivitas gol dari rivalnya, yakni Malaysia yang berada di puncak klasemen dengan mengoleksi empat poin tetapi unggul satu gol dibandingkan Indonesia. Kondisi ini sendiri membuat skuad garuda harus menargetkan hasil menang saat jumpa Bangladesh nanti jika masih ingin lolos ke partai final.
Lalu, bagaimanakah skenario lolos fase grup bagi timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 nanti?
Tak Sekedar Menang, Indonesia Perlu Cetak Gol Banyak Saat Jumpa Bangladesh
Melansir dari laman aseanutdfc.com, jika melihat aturan dalam turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 kali ini, hanya juara grup dari masing-masing grup yang berhak lolos ke babak final. Hal ini berarti timnas Indonesia menang wajib menang atas Bangladesh jika ingin lolos ke partai final nantinya.
Namun, skuad garuda tak hanya sekedar meraih kemenangan semata jika ingin lolos dari fase grup ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Berbekal dua gol yang sudah dicetak oleh Kevin Diks dkk di ajang kali ini, timnas Indonesia setidaknya harus bisa mencetak lebih dari tiga gol saat menghadapi Bangladesh nanti jika ingin lolos mutlak ke babak final.
Akan tetapi, ternyata perolehan gol saja sepertinya tak cukup bagi skuad asuhan John Herdman jika ingin lolos dari fase grup. Di laga lainnya, Malaysia dan Singapura tentunya wajib saling mengalahkan dan mencetak gol tak lebih dari dua gol. Terlebih lagi, timnas Malaysia tentunya diharapkan gagal meraih kemenangan atas Singapura di laga terakhir nanti.
Jika Malaysia mampu menang setidaknya dengan keunggulan dua gol atas Singapura dan di sisi lain timnas Indonesia hanya mampu menang 1-0 atas Bangladesh, maka timnas Indonesia dipastikan akan tersingkir dari ajang FIFA ASEAN Cup 2026 karena kalah dari segi produktifitas gol dalam turnamen.
Kini, tekanan publik sepakbola Indonesia tentunya berada di pundak pelatih timnas Indonesia, yakni John Herdman. Bayang-bayang kegagalan di ajang ASEAN Hyundai Cup 2026 atau yang dulunya bernama AFF Cup tentunya masih menghantui para punggawa timnas Indonesia dan seluruh fans skuad garuda.
Ironis memang, jika nantinya timnas Indonesia gagal lolos ke babak final ajang FIFA ASEAN Cup 2026, tentunya hal ini akan menjadi pukulan paling memalukan bagi skuad garuda. Berbekal dengan tim bertabur pemain bintang yang merumput di benua Eropa dan memiliki market value yang tinggi, timnas Indonesia justru gagal lolos ke partai final ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Kini, kita akan menunggu apakah timnas Indonesia mampu lolos dari ‘lubang jarum’ dan bisa mempersembahkan gelar juara di turnamen kali ini.
Baca Juga
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan
-
Kabar Buruk Jelang ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Cedera, Elkan Baggott Siap Turun Gunung?
Artikel Terkait
-
Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia
-
Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR
-
FIFA Larang Suporter Vietnam Bawa Benda Ini ke Dalam Stadion Si Jalak Harupat
-
Kevin Diks Cs Diminta Balas Kritik Pedas Suporter dengan Aksi Nyata di Lapangan
-
Indonesia Gagal Tekuk Malaysia, Indra Sjafri Kasih Nilai Jelek untuk Taktik Herdman
Hobi
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
Terkini
-
Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami
-
Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR
-
The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
-
Semangat Muda: Ketika Tan Malaka Membaca Indonesia dari Pertarungan Kelas
-
Curah Hujan Tinggi tapi Kekeringan, Ahli UGM Ungkap Masalah Air Jawa Barat