Media massa berkembang dengan sangat cepat karena adanya teknologi yang terus menerus berkembang. Di era reformasi seperti sekarang, tentunya media sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari kita.
Bisa dikatakan bahwa hampir semua orang di seluruh dunia melek dengan media, mulai dari media tradisional sampai media baru seperti internet. Peran komunikasi dalam suatu media bisa dikatakan sangat penting, karena komunikasi sendiri menentukan bagaimana kita akan menyampaikan pesan tersebut dan dampak apa yang akan dihasilkan dari pesan tersebut.
Media massa merupakan salah satu bentuk media yang sering digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Media massa memiliki peran yang penting dalam masyarakat. Media massa bisa membentuk perilaku dari masyarakat dari apa yang mereka sampaikan dan media massa juga bisa merubah sikap dari dari masyarakat
Media massa sendiri memiliki karakteristik dan ciri khasnya masing-masing, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Dari semua bentuk media massa, televisi merupakan media yang dapat dikatakan paling kontroversial.
Televisi sendiri dapat menyebarkan pesan dan informasi dengan kecepatan tinggi bahkan sampai ke pelosok daerah. Televisi dapat menjadi fasilitas belajar bagi siapapun yang menontonnya, melalui program tayangan yang berdasarkan realitas maupun rekayasa. Televisi sendiri selain mempunyai dampak positif, televisi juga dapat memberikan dampak negatif kepada tingkah laku dari masyarakat yang menontonnya.
Pada sinetron “Ikatan Cinta” yang tayang pada 1 Januari 2021, terlihat pemeran yang bernama Andin meninggal karena meminum racun. Adegan tersebut memicu banyak respon dari masyarakat yang menontonnya, salah satunya yaitu video Tiktok yang diunggah oleh akun @bungafitrianr.
Dalam video, diperlihatkan ibu-ibu yang menangis karena menonton Andin yang sedang sekarat. Bahkan ada juga tahlilan setelah kematian karakter yang diperankan Amando Manopo di sinetron “Ikatan Cinta” itu.
Fenomena tersebut dapat kita kaitkan dengan salah satu teori komunikasi yaitu Teori Kultivasi sebagaimana dicetuskan oleh George Gerbner. Teori ini menganggap televisi sebagai kekuatan yang mampu mempengaruhi kehidupan pada zaman modern seperti sekarang ini.
Teori ini lebih menyoroti efek televisi yang pada akhirnya mempengaruhi seseorang dan membuat sebuah realitas baru sesuai dengan realitas yang ditampilkan pada televisi. Dapat dikatakan bahwa Teori Kultivasi menekankan pengaruh televisi yang sangat kuat terhadap pembentukan persepsi publik dan akhirnya melahirkan konstruksi sosial (Miller:270).
Hal tersebut terlihat pada saat ibu-ibu itu terlihat menangis saat Andin meninggal dan mengadakan tahlilan saat Andin meninggal, yang artinya sinetron tersebut telah meninggalkan kesan yang sangat kuat terhadap persepsi penonton sehingga menciptakan realitas baru pada benak ibu-ibu tersebut.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Menjaga Tradisi, Menggerakkan Desa: Perjalanan Kang Edai di Kemiren
-
Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
Terkini
-
The Last House Seharusnya Menjadi Film Tentang Keluarga Bukan Monster
-
Terharu! Marco Bezzecchi Sukses Raih Podium Walau Sambil Menahan Sakit
-
Mulai Rp 1,35 Juta, Ini Harga Tiket Konser NCT 127 'The RedLine' di Jakarta
-
Modal Rp300 Ribuan! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Pemula
-
Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan