Dewasa ini internet tak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Entah untuk kebutuhan yang produktif atau hanya untuk hiburan semata. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, lewat handphone maupun perangkat lain seperti laptop, smartwatch, atau smart TV.
Internet kemudian mengubah hidup kita. Mengubah cara berpikir, cara bekerja, bahkan kebijakan negara. Pasalnya tak dapat dipungkiri bahwa internet memang dapat masuk ke dalam banyak hal di kehidupan kita.
Dampak internet bukan hanya pada hal-hal yang menghubungkan kita dengan orang lain, tetapi juga pada hubungan terhadap diri kita sendiri. Informasi yang kita dapat dari internet berjumlah sangat banyak. Sebab kita menggunakannya memang hampir di seluruh lini kehidupan kita. Sampai mempengaruhi kerja alam bawah sadar kita.
Dunia kita menjadi lebih banyak. Bukan hanya dunia nyata dan dunia imajinasi yang kita miliki, tetapi juga dunia maya yang lebih beragam. Pasalnya, dunia maya menyajikan banyak versi dari banyak dunia ciptaan yang dibuat oleh orang lain. Semua bertemu di internet dan dapat diakses dengan mudah.
Fokus kita bukan hanya pada dunia nyata yang kita hadapi, tetapi juga pada dunia maya yang selalu kita tonton setiap hari. Membuat semakin banyak hal yang harus kita perhatikan. Fokus kita semakin terbelah menjadi lebih banyak, namun lemah pada setiap aspeknya. Hal itulah yang menjadikan kita tak terbiasa lagi untuk berpikir lebih mendalam dan pada fokus yang besar.
Semakin banyak hal kecil yang harus kita pikirkan juga akan menjadikan otak kita semakin bingung. Seperti mengambil ranting-ranting kecil, namun dalam jumlah yang banyak. Kita akan kebingungan dalam menggenggamnya.
Seperti itulah kerja otak kita kini. Terlalu banyak hal kecil yang masuk ke dalam otak kita. Semua hal itu masuk dan membingungkan otak kita, sehingga menggeser fokus terdalam yang kita miliki.
Kita bisa membatasi apa yang harusnya masuk ke dalam otak kita. Kendalikan apa yang ada di depan kita. Internet adalah alat yang memiliki banyak manfaat. Ambil manfaat tersebut dan meminimalisir hal-hal merugikan yang ada di sisi lainnya.
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?
-
Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Atasi Sampah Menumpuk, Efisien Diterapkan?
-
Perfect Storm 2026: Saat Harga Pertamax Meroket Bersamaan dengan Ledakan PHK Massal
Terkini
-
4 Tone Up Cream Rice Water, Solusi Instan untuk Dapatkan Wajah Cerah Merata
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Di Bawah Rp1 Juta, FiiO EH13 Punya Fitur yang Ada di Headphone Rp2 Jutaan!
-
Ulasan Dating in the Kitchen, Drama Kuliner yang Dibintangi Zhao Lusi
-
What's Wrong With Secretary Kim: Sinematografi Romansa dan Misteri Menyatu