Kesuksesan korean wave melalui demam K-Pop dan K-Drama mampu memperkenalkan bahasa Korea ke berbagai belahan dunia. Keinginan para penggemar K-Pop dan penggemar K-Drama untuk bisa sepenuhnya memahami apa yang mereka tonton, juga menjadi salah satu alasan mengapa belajar bahasa Korea semakin banyak diminati. Hal itu juga menjadi motivasi bagi kami, sembilan orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, dan tujuan yang berbeda, dipertemukan dalam satu ruangan untuk belajar bahasa Korea di KLCC Sanata Dharma.
Dimulai dari yang paling senior "khen eonni" ada kak Lidia, kak Gita, dan saya, kemudian "jageun eonni" ada Tiara dan Indah, kelompok "00 line" ada Celine, Nabila, dan Tyas, terakhir si "maknae" Arum. Kecintaan terhadap budaya Korea membuat kami selalu kompak dan penuh semangat untuk terus belajar bahasa Korea. Meskipun perjuangan kami untuk belajar bahasa Korea secara konsisten dengan kesibukan masing-masing tidaklah mudah. Terutama ketika menentukan waktu dan hari belajar. Beruntungnya kami memiliki para seonsaengnim yang sangat menyayangi kami, sehingga kami bisa terus belajar bahasa Korea dengan mudah dan nyaman.
Bagi saya, korean wave bukan hanya mampu memperkenalkan saya dengan bahasa dan budaya baru, namun melalui korean wave, saya juga mampu menemukan relasi sekaligus teman “se-frekuensi” yang sangat memotivasi, saling mendukung, dan saling menghargai satu sama lain sebagaimana teman-teman kelas bahasa Korea saya ini. Kami banyak melakukan hal-hal bersama di luar kelas. Ketika ada waktu luang, kami belajar bersama, menonton film, kulineran, mengunjungi event-event K-Pop, bahkan bertemu untuk sekedar "nongkrong" dan "gibahin" idol, namun di situasi pandemi seperti ini, kami sesekali mengadakan reuni virtual untuk saling berkabar.
Hal yang membuat saya merasa memperoleh suatu kepercayaan besar dari mereka adalah saat mereka menjadikan saya sebagai tempat bertanya ketika ada kesulitan tentang materi bahasa Korea dan ingin belajar bahasa Korea dengan saya. Bahkan beberapa teman dengan senang hati menawarkan lowongan pekerjaan untuk saya. Keakraban dan kebaikan hati mereka inilah salah satu hal yang sangat saya syukuri. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada teman-teman kelas bahasa Korea, karena berada di antara kalian mampu membuat saya semangat, percaya diri, dan membuat saya merasa menjadi seseorang yang bisa diandalkan di kelas layaknya seorang "banjang" (ketua kelas). Kalian semua daebak! saranghae!
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
"Uangmu Uangku, Uangku Milikku": Masih Relevankah Prinsip Ini di Era Modern?
-
Bukan Sekadar Salah Kelola: Ada Pola 'Titip Proyek' di Balik MBG?
-
Promo Belanja Tanggal Kembar:Tradisi Baru Kaum Rebahan Buru Diskon Midnight
-
Punya Kemasan Bekas Paket? Ini Cara Sederhana Memulai Gaya Hidup Less Waste
-
Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia
Terkini
-
Tikus Menari di Atas Meja Makan
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
Preppy hingga Feminine Style, Intip 4 OOTD Versatile ala Shin Ye Eun Ini!
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
Ducati Peringati 100 Tahun dengan Mesin Kopi Terbatas, Hanya 1.926 Unit