Tagar Stop Hoaks Vaksinasi tengah menjadi trending di twitter pada Minggu (29/8), dengan tweet yang mencapai ribuan. Tagar ini muncul akibat banyaknya berita hoaks mengenai vaksinasi, mulai dari keefektifannya hingga pada efek sampingnya. Padahal, vaksinasi merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mempercepat terbentuknya herd immunity dan terus menekan laju penambahan kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan digalakkannya tagar ini, tentunya para ahli berharap masyarakat berhenti menyebar berita hoaks mengenai vaksinasi dan menebar keresahan di masa-masa kritis ini.
Sebelumnya, hoaks mengenai efektivitas dari vaksin Sinovac begitu merajai berbagai platform infomasi. Berbagai postingan di media sosial terus dibanjiri dengan komentar-komentar yang meragukan efektivitas dari pemberian vaksin Sinovac. Terlebih, beberapa negara diketahui tidak mengakui vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac karena Sinovac dinilai memiliki antibodi yang lebih rendah dibanding vaksin Covid-19 lainnya. Hal tersebut pun membuat masyarakat resah dan menjadi pemilih akan vaksin apa yang ingin mereka gunakan. Menanggapi hal tersebut, Dokter Reisa Broto Asmoro selaku Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru pun membagikan sebuah tweet di akun twitter miliknya.
"Mohon doanya selalu ya, sejauh ini saya merasakan betul manfaat vaksin Sinovac. Sudah beberapa kali karantina karena kontak erat tetapi selalu negatif, FYI saya vaksin lengkap 2 sosis bulan Jan-Feb 2021. Jadi, semua merk sama melindungi kok. Nggak usah milih2. Yang ada aja dulu," tulisnya pada tweet yang ia sebarkan pada Rabu (25/8) petang.
Meskipun telah melakukan aksi buka suara mengenai hoaks efektivitas vaksin Sinovac, masih banyak masyarakat yang menanggapi tweet tersebut dengan tanggapan yang semakin menebar keresahan. Masih banyak yang memberikan testimonial mengenai masih terjadinya kasus positif Covid-19 padahal sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac serta menyebarnya daftar-daftar negara yang tidak mengakui pemakaian vaksin Sinovac.
Terlebih lagi, kini kembali muncul berbagai berita hoaks yang menebar keresahan mengenai kualitas dari vaksin Moderna. Hal tersebut lantaran beberapa hari yang lalu, media Jepang telah mengumumkan adanya kontaminasi logam dalam botol-botol vaksin Moderna bahkan sempat hingga mengalami penangguhan. Nyatanya, kontaminasi tersebut tidaklah menyeluruh hanya beberapa botol saja.
Dengan lebih memfilter pemberitaan mengenai vaksin dan stop hoaks vaksinasi, tentunya berbagai pihak berharap agar masyarakat terus mendukung program percepatan pertumbuhan herd immunity dan segera melaksanakan vaksinasi.
Baca Juga
-
Rekap Kejuaraan Kelas Atas BWF, Indonesia Nol Gelar Juara!
-
Indonesia Open 2025: Semifinal, Fajar/Rian Bersiap Lawan Juara All England!
-
Indonesia Open 2025: Match Sengit, Jafar/Felisha Terhenti di Babak Kedua
-
Indonesia Open 2025: Laga Pembuka, Adnan/Indah Amankan Tiket Perempat Final
-
Indonesia Open 2025: Jadi Andalan, Dejan/Fadia Terhenti di Babak Awal
Artikel Terkait
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
-
Pesta Seks Selama Pandemi dan Kebohongan Vaksin Covid-19, Dokter di New York Terancam Penjara!
-
Kemenkes Bantah Adanya Detoksifikasi Vaksin Covid-19, Definisinya Beda Jauh
Kolom
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak
-
Satu Porsi Sehari Bukan Solusi: Logika MBG di Tengah Beban Makan Keluarga
-
Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan