Ridha Faiz Ananda
Ridha Faiz Ananda
Ilustrasi membaca label kemasan. (Shutterstock)

Membaca merupakan salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat. Dengan membaca kita dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Tidak hanya menambah ilmu pengetahuan saja, membaca juga mampu meningkatkan kemampuan literasi dan kemampuan seseorang saat berbicara. Hal ini tentu dikarenakan semakin banyak membaca maka akan semakin banyak kita menguasai kata-kata yang akan kita lontarkan ketika berbicara.

Banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan ketika kita  rajin membaca. Karena manfaatnya yang sangat banyak, membaca menjadi jembatan penghubung antara keingin tahuan dengan ilmu yang ingin kita dapatkan.

Dengan berkembangnya teknologi, membaca sudah tidak lagi menjadi sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Pembaca saat ini sangat mudah untuk mengakses bacaan yang diinginkan. Tentu hal tersebut tidak luput dari peran teknologi dalam mempermudah pembaca untuk mengakses artikel, jurnal ataupun sumber bacaan lainnya. Dengan adanya perkembangan teknologi seperti saat ini, tentunya sangat membantu para pembaca. Dikarenakan pembaca tidak perlu lagi membeli buku fisik yang mudah rusak, hanya cukup untuk mengakses diinternet. Bahkan ada beberapa buku yang tidak berbayar atau gratis.

Kemudahan-kemudahan yang didapatkan oleh pembaca inilah yang menjadi penyemangat bagi semua orang untuk membaca. Hal ini sangat berdampak bagi kegiatan pelajar dan mahasiswa dalam belajar. Pelajar dan mahasiswa dapat dengan mudah mengakses bacaan-bacaan yang diperlukan untuk menunjang tugas bahkan menjadi referensi belajar bagi para pelajar dan mahasiswa. Tentunya hal ini memperkecil pengeluaran mahasiwa dan pelajar untuk mencari referensi dalam belajar.

Darurat Literasi Dan Minat Baca

Minat membaca penduduk Indonesia cukup memperihatinkan sebab menurut Kementrian Pendidikan dan Budaya (KEMENDIKBUD) pada tahun 2019, seluruh provinsi di Indonesia tidak ada yang mencapai level aktivitas literasi tinggi. Hanya terdapat 9 provinsi di Indonesia yang berada dalam level aktivitas literasi sedang, sisanya berada dalam aktivitas literasi rendah dan sangat rendah. Bahkan menurut central Connecticut State University, Amerika Serikat pada tahun 2016, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam budaya literasi.

Dari hal diatas penulis menyimpulkan bahwa penduduk Indonesia sangat minim dalam minat membaca. Tentu hal ini sangat merugikan untuk masa depan negara. Dengan minimnya minat baca sebuah negara, maka akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi negara tersebut salah satunya masyarakat jadi tidak mengetahui dan mengikuti perkembangan teknologi dunia yang menyebabkan bangsa Indonesia mengalami ketertinggalan. 

Dengan adanya fenomena darurat literasi tersebut, banyak sekali upaya-upaya yang dilakukan pemerintah ataupun instansi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia. Contohnya dengan mengadakan perpustakaan keliling, workshop ataupun pameran buku yang rutin diadakan. Selain upaya yang dilakukan diatas, upaya juga dilakukan dalam lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga juga berpengaruh dalam minat baca seseorang. Jika seseorang terbiasa untuk sering membaca, maka orang tersebut akan tumbuh menjadi orang yang gemar membaca.

Teknologi dan Minat Baca

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas rakyat Indonesia memiliki permasalahan minat baca yang sangat genting. Dengan adanya masalah tersebut maka muncullah berbagai inovasi dalam dunia teknologi. Mulai banyak platform yang menjadi media untuk penulis membagikan karyanya kepada warganet. Saat ini kita bisa mengakses berbagai macam bentuk bacaan seperti jurnal, E-book, artikel dan sebagainya. Hal ini terus dilakukan dan berkembang dengan tujuan agar warganet memiliki minat baca yang tinggi.

Dengan mudahnya akses pembaca untuk menemukan bacaan yang diinginkan, tentu ini menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi peningkatan minat baca warga negara Indonesia. Walaupun secara fakta pada tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara dalam level literasi. Akan tetapi dengan adanya teknologi yang dapat memudahkan pembaca untuk mengakses bacaan, bisa menjadi sebuah pondasi yang akan menunjang untuk peningkatan level literasi di Indonesia. 

Tentunya dibutuhkan pula peran pemerintah dalam peningkatan minat baca di Indonesia. Karena pemerintah bisa dengan leluasa meluncurkan program-program yang lebih memfokuskan kepada dunia pendidikan, terkhususnya dalam dunia membaca. 

Selain pemerintah, setiap individu perlu melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan minat baca diri sendiri dan orang lain. Contohnya dengan cara memotivasi diri untuk terus rajin membaca, dan mengajak lingkungan sekitar untuk membaca.

Dari upaya-upaya tersebutlah yang menjadi sumbu pemantik level literasi Indonesia bisa meningkat.

Membaca dan Ilmu Pengetahuan

Sebagai mana yang kita ketahui membaca dan ilmu pengetahuan adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan membaca kita dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Dapat disimpulkan membaca menjadi gerbang dari ilmu pengetahuan. Hal ini didukung dengan fakta bahwa orang yang gemar membaca memiliki pengetahuan yang lebih luas daripada orang yang tidak gemar membaca.

Tidak hanya menambah ilmu pengetahuan. Membaca juga meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya kosa kata yang kita kuasai dan akhirnya otak kita mampu mengimplementasikan kosa kata tersebut kedalam tulisan ataupun kedalam kalimat yang akan kita ucapkan.

Minat baca merupakan salah satu kunci untuk menjadi bangsa yang maju. Tingginya minat baca dapat membuat seseorang memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Berdasarkan pada data, Indonesia merupakan salah satu negara dengan minat membaca yang rendah. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan minat membaca pada masyarakat Indonesia.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatan minat membaca pada masyarakat Indonesia yaitu dengan melakukan inovasi melalui teknologi, seperti dengan menyediakan platform digital untuk memudahkan para pembaca mengakses bacaan yang mereka inginkan. 

Komentar