Virus Covid-19 yang sudah ada di akhir tahun 2019, penularannya sangat cepat, sehingga memakan korban di berbagai negara termaksud di Indonesia. Virus Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus Disease19, berasal dari Kota Wuhan, China. Seperti yang kita ketahui, virus ini sudah tidak asing lagi di berbagai negara, bahkan sudah menjadi trending topic di semua media sosial. Dengan adanya teknologi, kita perlu memanfaatkan sebagai sumber informasi pencegahan Covid-19. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M seperti:
- Mencuci tangan, secara rutin yang dirasa efektif untuk mencegah penularan virus Covid-19.
- Memakai masker, karna pandemi yang masih belum usai dan terus memakan korban membuat penggunaan masker pun diwajibkan untuk seluruh masyarakat.
- Menjaga Jarak, saat sedang beraktivitas di luar ruangan.
- Menjauhi kerumunan, merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan seperti hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia), lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona.
- Mengurangi mobilitas, bila tidak ada keperluan yang mendesak tetaplah berada di rumah.
Pemilihan media sosial sebagai sarana edukasi adalah berdasarkan kuesioner online yang sudah disebarkan, diketahui bahwa kebanyakan masyarakat lebih sering menggunakan media online atau media sosial ketika memperoleh informasi.
Penyebaran informasi terkait pencegahan Covid-19 sangatlah cepat. Namun, tidak semua informasi sepenuhnya benar atau bisa dibilang informasi hoaks. Oleh karena itu, masyarakat harus pintar menggunakan media sosial. Agar lebih mudah mengetahui informasi benar atau salahnya, kita perlu mencari informasi dari sumbernya langsung supaya lebih akurat.
Sistem pakar merupakan sistem berbasis computer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam menyelesaikan masalah yang hanya bisa dipecahkan oleh seorang pakar di bidang tertentu. Ini bagus untuk pengguna teknologi di bidang medis untuk menyelesaikan penyebaran Covid-19 dan masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi tersebut.
Mencegah penularan Covid-19 pemerintah mengurangi populasi, khususnya di tempat fasilitas umum dalam ruangan seperti kantor, pusat perbelanjaan, rumah sakit, rumah makan, transportasi umum, sekolah, dan universitas. Mengakibatkan kampus dan sekolah menghentikan sementara pembelajaran dengan tatap muka, beralih menggunakan pemanfaatan fasilitas teknologi informasi dengan metode jarak jauh atau yang disebut daring.
Pembelajaran jarak jauh bertujuan untuk memenuhi standar pendidikan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis internet. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh mahasiwa dituntut agar bisa menyesuaikan diri dalam situasi dan kondiri seperti ini.
Kebijakan pelaksanaan pendidikan daring yang dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia adalah menyikapi pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia. Penanganan kasus Covid-19 dengan memanfaatkan teknologi telah berkembang saat ini. Tanpa adanya tatap muka secara langsung, diharapkan sistem ini dapat mengurangi jumlah penyebaran Covid-19.
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Rumah Kinclong Jelang Lebaran: Tradisi Tahunan yang Tak Pernah Absen
-
Aktivis Kontras Diserang, Bukti Nyata Kemunduran Demokrasi?
-
Aktivis HAM Indonesia: Pekerjaan Paling Berbahaya dengan Nyawa Taruhannya
-
Lebaran Bukan Fashion Week: Mending Hati yang Glow Up daripada Pamer Gamis Baru
-
Misi PSDC GKI Gejayan: Ketika Notasi Lagu dan Coretan Partitur Lebih Seram dari Soal UTS
Terkini
-
Kulit Dehidrasi saat Puasa? Ini 4 Sleeping Mask Hyaluronic Acid Terbaik
-
Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!
-
Golden Menang Oscar, Pidato Tim Kreator Terpotong Picu Dugaan Diskriminasi
-
5 Drama dan Film Misteri Yoo Yeon Seok Terbaik yang Wajib Masuk Watchlist
-
Tanpa Perlu Makeup Tebal! 4 Tone Up Sunscreen SPF 50 untuk Kulit Cerah Natural