Tepat pada Rabu (9/2/2022) kemarin, kita memperingati Hari Pers Nasional. Dalam memperingati Hari Pers ini, alangkah baiknya kita merenungkan dan mendukung setiap kerja-kerja dan kegiatan pers untuk bangsa serta negara.
Pers merupakan garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Edukasi seperti apa? Pers mengedukasi dengan memberikan informasi terpercaya dan pengetahuan baru buat masyarakat sehingga bermanfaat dalam kehidupan.
Sebagai contoh, dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang masih terus menyerang kita, pers hadir memberikan informasi maupun edukasi agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Bayangkan saja bagaimana pers setiap hari memberitakan penerapan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan juga mencuci tangan. Andai tidak ada pers, bagaimana masyarakat tahu penerapan protokol kesehatan?.
Setiap arahan dari pemerintah dalam menghadapi protokol kesehatan, pers selalu hadir dalam garda terdepan menyebarkan informasi terpercaya dan bermanfaat untuk masyarakat. Pers bekerja untuk bangsa dan negara.
Coba bayangkan saja, andai pers tidak ada di Indonesia, apa yang akan terjadi? Maka yang terjadi adalah kita tak tahu apa-apa tentang Covid-19, varian Delta dan Omicron. Percuma saja pemerintah menyampaikan bahaya Covid-19 andai pers tidak ada. Maka, masyarakat tidak tahu apa-apa, karena tidak ada pers sebagai media yang menyebarkan dan membagikan informasi tersebut.
Oleh sebab itu, memperingati Hari Pers merupakan cara kita untuk merenungkan dan menjaganya tetap eksis dalam mengedukasi masyarakat. Apalagi media seperti koran yang banyak terdampak disrupsi akibat mahalnya kertas dan pajak meningkat, serta ramainya media online sekarang ini.
Pemerintah seharusnya dan wajib menjaga media koran tetap eksis dan bertahan dalam dunia pers. Bagaimanapun, masyarakat masih membutuhkan media koran sebagai sumber informasi mereka. Jangan sampai koran menjadi punah karena tidak ada tindakan untuk menyelamatkannya. Pers dalam bentuk cetak, online maupun elektronik harus terus tetap ada di negeri ini. Masyarakat sangat mencintai pers dan membutuhkan perannya di era modern saat ini.
Harapan demi harapan digantungkan agar pers tetap eksis dan bisa sebagai alat untuk mengedukasi masyarakat, = juga meredam informasi-informasi bohong yang terjadi. Pers sangat dicintai sehingga siapapun harus terus menjaganya.
Baca Juga
-
AI Bukan Baby Sitter! Tutorial Jaga Kewarasan Anak dari Serangan Algoritma
-
Gajah Indonesia Butuh Perhatian: Selamatkan Mereka dari Kesalahan Alih Fungsi Hutan
-
Tutorial Move On Setelah Mudik Supaya Bisa Kerja Lagi dengan Efektif
-
Mengapa Keputusan Negara Gagal Jika Tanpa Diskusi Publik? Menelisik Kasus BOP dan MBG
-
Menyelamatkan Akal Sehat: Penggunaan AI Berguna atau Bahaya?
Artikel Terkait
Kolom
-
Lulusan S2 Tanpa Karier: Manfaatkan Jeda, Tak Perlu Mengejar Timeline Orang
-
Post-Lebaran Syndrome pada Gen Z: Raga Udah di Kantor, Nyawa Masih di Kampung
-
Maaf Pendukung Timnas Indonesia! Kali Ini Saya Sepakat dengan Komentar Bung Towel
-
Urban Loneliness: Kesepian yang Mengintai Pekerja di Kota Besar
-
Arus Balik dan Biaya Emosional yang Tak Masuk Anggaran
Terkini
-
3 Rekomendasi HP iQOO Murah Terbaru 2026: Performa Ngebut, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
-
Menjadi Cantik di Mata Sendiri, Kiat Self Love di Novel Eat Drink Sleep
-
4 Day Cream Panthenol Rahasia Skin Barrier Sehat Bebas Iritasi di Pagi Hari