Menulis merupakan salah satu hobi yang aku gemari semenjak usia sekolah. Hingga kini, ketika sudah harus bekerja dan berkutat dengan rutinitas harian pekerjaanku, menulis masih menjadi salah satu hobi yang aku lakukan.
Meski bekerja di dunia pendidikan, namun kebanyakan tulisan yang aku buat justru tak berhubungan dengan dunia yang aku geluti. Iya, aku lebih senang menulis yang ringan-ringan saja demi menghindari telaah berat yang harus aku sediakan jika menulis yang berat-berat. Maklum sajalah, di usia rata-rata anak generasi 90'an, rasa malas untuk berfikir membuat aku ingin menulis sesuatu yang ringan-ringan saja.
Oh iya, seperti halnya bapak-bapak lain yang sudah berada di usia pertengahan 30an tahun, aku juga jarang sekali bermain media sosial. Sebenarnya, ketika masa-masa alay sekitar 10 tahun lalu, aku punya Facebook, namun setelah menikah, sudah sangat jarang aku pergunakan karena lebih fokus untuk keluarga dan pekerjaan.
Satu-satunya media sosial yang aku masih sering nimbrung adalah Twitter yang aku miliki sejak 2013 lalu, dengan follower yang tak lebih dari 20. Hey, apa sih yang kamu harapkan dari bapak-bapak gabut yang hanya menggunakan medsos sebagai lucu-lucuan saja? Tak mungkinlah punya banyak follower karena main medsosnya saja juga gak niat!
Selain FB dan Twitter, aku tak punya lagi akun medsos yang kini tengah meraja di kalangan remaja Indonesia. Meskipun TikTok dan IG tengah mem-booming, namun aku sekalipun tak tertarik untuk membuat akun. Hingga pada suatu ketika, Yoursay.id membuat sebuah event yang berjudul surat untuk suara.com untuk merayakan ulang tahun ke-8 perusahaan. Dan setelah aku lihat-lihat, salah satu syaratnya adalah harus share postingan lomba di story dan men-tag yoursay.id serta suara.com.
Tak hanya itu, hasil share tersebut juga harus disimpan sebagai highlight untuk persyaratan mengikuti lomba. Haduh, sebuah hal yang mungkin akan terasa mudah bagi peserta yang lain, namun terasa begitu berat untuk aku yang cuek dan gaptek dengan keberadaan medsos yang baru-baru.
Alhasil, demi bisa mengikuti lomba, akupun mau tak mau harus belajar untuk membuat Instagram. Download, download selesai, kemudian membuat akun, dan mulai follow-follow orang-orang yang aku kenal. Lancar? Okelah sampai tahap ini lancar saja. Tapi, ketika sampai tahap untuk melakukan tag dan menyimpan postingan di highlight, kebingungan mulai melanda.
Hingga akhirnya, aku mencari tutorial untuk melakukan hal tersebut di youtube. Iya, aku sampai harus membuka video tutorial untuk melakukan tahap tag teman dan simpan di highlight IG! Sebuah hal yang pasti tak akan dilakukan oleh teman-teman lain di sini.
Apapun itu, event menulis di Yoursay.id kali ini setidaknya membuat aku mendapatkan ilmu baru, yakni ilmu per-instagraman. Jadi mohon maaf untuk kakak-kakak admin atau editor atau siapapun yang berkunjung ke Instagram aku, tampilannya masih sepi, dan belum bisa maksimal. Tapi setidaknya, saat ini sudah aku sudah bisa nge-tag dan simpan di highlight IG, lho. Ah, yang penting kan syarat untuk ikut event sudah terpenuhi, kan, ya? Selamat ulang tahun ke-8 Suara.com!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Kolom
-
Privilege dalam Pengasuhan: Mengapa Ibu Berduit Dianggap Lebih Siap?
-
Karya Pakai Jiwa Kalah Cepat dengan AI yang Tak Punya Nyawa
-
Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
Terkini
-
Bye Ketombe! 5 Pilihan Shampoo Bar Ramah Lingkungan yang Bikin Rambut Segar
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
The Man Who Didn't Like Animals: Ketika Si Pembenci Hewan Berubah Hati
-
Ketika Energi Hijau Mengusik Ruang Hidup Warga