Apa jadinya bila suatu hari dunia tiba-tiba menjadi gelap? Bagaimana jika suara-suara di sekitar mendadak senyap, atau kemampuan berbicara hilang sehingga isi hati tak lagi mudah disampaikan? Jawabannya mungkin tidak pernah benar-benar kita bayangkan.
Sebab, selama tubuh berfungsi sebagaimana mestinya, kita sering lupa bahwa kemampuan melihat, mendengar, berbicara, berjalan, maupun melakukan aktivitas sehari-hari adalah sesuatu yang patut disyukuri.
Buku Jika Aku Mereka mengajak pembaca berhenti sejenak dan melihat kehidupan dari perspektif yang berbeda. Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata dan inspiratif tentang penyandang disabilitas, ditulis oleh para pemenang sayembara.
Di dalamnya terdapat 12 tulisan yang menghadirkan pengalaman, perjuangan, luka, harapan, dan keberanian orang-orang yang menjalani kehidupan dengan kondisi yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang.
Isi Buku
Alih-alih menempatkan disabilitas semata-mata sebagai keterbatasan, buku ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menemukan jalan hidupnya sendiri. Mereka yang dikisahkan bukan sekadar objek belas kasihan. Mereka adalah manusia dengan impian, pilihan, kegagalan, keberanian, bahkan kemampuan untuk menginspirasi orang lain.
Salah satu cerita yang menarik perhatian adalah “Gapai Kembali” karya Fenny Wong. Kisah tersebut menjadi pembuka yang kuat untuk memahami bagaimana seseorang dapat berjuang merebut kembali harapan setelah menghadapi keadaan yang tidak mudah.
Lalu ada, “Hanya Bisa Empat Kali” karya Kezia Evi Wiadji menghadirkan realitas yang menohok sekaligus menggugah. Pembaca diajak menyadari bahwa hal yang tampak sederhana bagi sebagian orang bisa menjadi perjuangan besar bagi orang lain.
Cerita “Tak Pernah Ada Beda” karya Andari Hersoe juga meninggalkan kesan mendalam. Kisah tersebut memperlihatkan sisi getir kehidupan penyandang disabilitas, terutama ketika perbedaan masih dipandang sebagai alasan untuk memberikan perlakuan yang tidak setara.
Kemudian ada “Langkah Tak Sempurna” karya Ngadiyo yang mengisahkan perjuangan Mbak Karti untuk menjadi pengusaha mandiri. Di tengah keterbatasan dan berbagai cobaan, ia tidak menyerah. Justru dari keadaan itulah muncul keberanian untuk membangun kehidupannya sendiri.
Namun, sayangnya tidak ada satu pun kisah yang secara khusus membahas penyandang tunarungu.
Kelebihan dan Kekurangan
Tunanetra, tunadaksa, tunarungu, tunawicara, maupun ragam disabilitas lainnya memiliki tantangan yang berbeda. Hambatan komunikasi, misalnya, dapat menjadi persoalan besar bagi penyandang tunarungu, terutama ketika lingkungan belum menyediakan akses komunikasi yang ramah dan inklusif.
Ketiadaan kisah tunarungu dalam buku ini bukan berarti pengalaman mereka kurang penting. Justru sebaliknya, hal itu membuka ruang bagi karya-karya berikutnya untuk menghadirkan lebih banyak suara yang selama ini belum terdengar. Sebab, tujuan utama literasi tentang disabilitas seharusnya bukan hanya membuat pembaca merasa iba, melainkan membantu masyarakat memahami keberagaman pengalaman manusia.
Jika Aku Mereka adalah ajakan untuk bercermin. Kita tidak harus mengalami keterbatasan yang sama untuk belajar memahami perjuangan orang lain. Dua belas penulis dengan dua belas cerita menunjukkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan melalui jalan yang mudah. Namun, manusia tetap dapat melangkah, bahkan ketika langkah itu tidak sempurna.
Keterbatasan tidak selalu membatasi manusia. Sering kali, justru cara pandang kitalah yang membuat batas itu semakin tinggi.
Identitas Buku
- Judul: Jika Aku Mereka
- Penulis: 12 Pemenang Sayembara Menulis Kisah Disabilitas
- Penerbit: GagasMedia
- Tahun Terbit: Januari 2014
- ISBN: 978-979-780-697-2
- Kategori: Kumpulan Cerita Inspiratif
Baca Juga
-
Ketika Lapangan Kerja Formal Menyempit, Sektor Informal jadi Tumpuan Hidup
-
Membongkar Teka-Teki Sejarah dalam Madiun 1948: PKI Bergerak
-
MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara
-
Menelusuri Jejak Sejarah dan Kebudayaan Bondowoso dalam Sebuah Buku
-
Pemerintah Tidak Harus Menghabiskan Semua Anggaran untuk Disebut Bekerja
Artikel Terkait
Ulasan
-
Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan
-
Novel Izinkan Aku Mencintaimu: Saat Harus Mengurus Pernikahan Mantan
-
Memahami Duka dan Continuing Bonds dalam Voicemails for Isabelle
-
Perbedaan yang Menjadi Kekuatan: Ulasan Enchanting the Sea with My ADHD
-
The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan
Terkini
-
Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?
-
Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri
-
Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi
-
Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten