Ruang sempit yang dimaksud bukan ruangan kecil yang akan ngurung kamu begitu saja. Yang dimaksud ruang sempit itu, kamu tidak bisa leluasa untuk melakukan hal yang kamu inginkan untuk lebih maju. Malah kamu bisa stuck dalam kehidupanmu nanti.
Perlu kamu ketahui bahwa tidak semua orang akan suka dengan apa yang kamu lakukan, sebenar-benarnya kamu melakukan sesuatu hal, ada saja yang tidak suka denganmu.
Namanya juga kehidupan, tidak semua orang yang bicara denganmu itu harus kamu dengarkan, apa lagi kalimat-kalimat yang orang lain lontarkan itu membuat kamu down. Sebaiknya kamu bisa membedakan mana orang yang bicara untuk mendorong kamu maju dan mana orang yang hanya ingin karirmu stuck.
Jadi ingat ya, yang mereka katakan itu tidak semuanya penting untuk dirimu, mereka bisa jadi terus meremehkanmu, menjatuhkanmu. Dalam hidup pasti ada saja beban masalah yang datang, entah karena kerjaan, keluarga atau hal lainnya, maka dari itu, jangan terus mengambil hati dengan apa yang orang lain katakan.
Jika kamu selalu mendengarkan omongan buruk mereka kepadamu, itu hanya akan membuat kamu capek.
Memang mau jika kamu tidak fokus dalam pekerjaan? Hanya karena omongan orang lain yang memperburuk pikiranmu. Banyaklah membaca buku, cerita sama orang yang terpercaya. Mereka sebagian besar pasti akan mendukung kamu untuk terus berusaha maju.
Ada kalanya seseorang memang harus kamu abaikan begitu saja. Setidaknya kamu berhenti berurusan sama orang yang memang tidak bisa bawa kamu ke dalam hal yang positif.
Jika kamu punya teman, coba perhatikan dia, teman yang sejati itu akan mendorongmu pada kebenaran, sedangkan teman yang berhati busuk itu akan berbicara manis ternyata akan berujung pahit.
Apa pun yang kamu kerjakan, itu semua pilihanmu, tidak akan bisa orang lain menerobos masuk untuk membuat kamu terpuruk. Sebanyak-banyaknya orang mengatakan sesuatu pada kamu, sikapilah dengan baik, tunjukan bahwa kamu tidak bisa diganggu oleh omongan mereka yang hanya bikin kamu jadi tidak percaya diri.
Kamu harus bisa mendengarkan dirimu sendiri. Jika kamu mengatakan bahwa kamu bisa dan orang lain mengatakan kamu tidak bisa, sudah jelas kamu harus mendengarkan kata hatimu bahwa kamu bisa.
Tidak perlu khawatir sama omongan orang, orang lain tidak tahu kamu yang sebenarnya, yang tahu kamu ya dirimu sendiri. Perkataan orang lain, bisa kamu jadikan dorongan untuk dirimu yang semakin lama semakin kuat dan semangat.
Kamu akan bisa menjadi yang kamu inginkan, tidak perlu menjadi yang mereka katakan. Omongan orang bukan untuk tidak didengar, karena yang namanya omongan ya mau tidak mau terdengar di telinga, jadi memang perlu diabaikan, anggap saja itu hanya angin lalu.
Baca Juga
Artikel Terkait
Kolom
-
Perpustakaan di Era Digital: Masih Relevan untuk Belajar?
-
Ramai Kritik, Sepi Perubahan: Mengapa Menjatuhkan Kekuasaan Tak Cukup?
-
Ketika Pendidikan Menjadi Hak: Menagih Janji Konstitusi atas Sekolah Gratis
-
Dari Gelanggang Silat ke Beasiswa Juara, Spirit Mimpi Guru Matematika!
-
Ketika Buku dan Pena Jadi Kemewahan: Retaknya Janji Pendidikan untuk Semua
Terkini
-
Bertajuk WYLD! Taeyong NCT Umumkan Tanggal Comeback Full Album Pertama
-
Silent Book Club Jakarta: Cara Baru Menuntaskan Buku di Tengah Keramaian
-
Aroma Menyengat yang Menyergap
-
5 Film Terbaru di Minggu Ini, Ada Para Perasuk hingga The Drama
-
Bangun Tidur Auto Glowing! 3 Rekomendasi Sleeping Mask dengan Vitamin E